Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Menengok Karya Apik Seniman Difabel di Jatim Fair 2019

Radinal Ramadhana by Radinal Ramadhana
11/10/2019
in JURNAKULTURA
Menengok Karya Apik Seniman Difabel di Jatim Fair 2019

Dalam rangka memperinganti ulang tahun ke-74, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar acara Jatim Fair. Acara ini diselenggarakan selama 6 hari. Mulai 8 hingga 13 Oktober 2019, di Grand City Mall, Surabaya. Acara ini memadukan unsur hiburan, pelayanan publik dan juga pameran produk.

Pergelaran Jatim Fair merupakan acara tahunan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain pameran produk dan pelayanan publik, Jatim Fair juga diisi oleh penampilan dari musisi-musisi papan atas Indonesia. Sebut saja Naif, Sheila on 7, Tipe-X, Padi, dan Tulus.

Selain sebagai perayaan ulang tahun, Jatim Fair ini juga dimaksudkan untuk mengenalkan potensi-potensi yang dimiliki oleh Jawa Timur. Sejumlah inovasi dari Pemprov dan produk unggulan dari berbagai kota dan Kabupaten di Jawa Timur dimunculkan.

Sejumlah stand yang berisi produk unggulan dari berbagai daerah di Jawa Timur muncul pada pergelaran ini. Salah satunya adalah stand dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Di stand tersebut, terlihat seorang seniman difabel yang sedang memamerkan karyanya.

Dia adalah Mustakbilal atau biasa dipanggil Bilal. Seniman ukir asal Banyuwangi ini turut serta dalam pergelaran Jatim Fair 2019 ini. Sejumlah hasil karya ciamik miliknya dipajang di stand Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Dari topeng barongan, hingga kaligrafi berbentuk ukiran kayu.

Bilal merupakan seniman yang biasa membuat topeng barongan dan seni kaligrafi kayu. Meski tak memiliki tangan yang sempurna, Bilal terbilang produktif dalam berkarya.

Bilal saat menunjukkan aksinya di Stand Dinas Sosial Pemprov Jatim.

Saat ditemui oleh tim Jurnaba.co, pria yang usianya hampir setengah abad tersebut sedang membuat topeng kayu dengan teknik ukir. Dengan cekatan, Ia mencetak topeng barongan dengan palu dan tatah.

Topeng barongan maupun kaligrafi dengan teknik ukir buatannya sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pembelinya berasal dari kolektor maupun pencinta seni ukir.

Peran serta Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur membuat nama Bilal dikenal sebagai seniman ukir yang produktif. Ia sering diajak untuk mengikuti berbagai pameran di dalam maupun luar Provinsi Jawa Timur.

“Sering difasilitasi oleh Dinas Sosial untuk bisa ikut pameran di beberapa kota,” ujar Bilal.

Bilal sudah menekuni profesi sebagai seniman ukir ini sejak 20 tahun silam. Ia belajar bersama kakak kandungnya. Semua dipelajari dan dikerjaan secara otodidak. Mulai dari teknik ukir, hingga tata cara pewarnaan.

“Saya bersama kakak yang juga seorang pemahat mempelajari ini semua secara otodidak. Belajar pelan-pelan sampai bisa,” ujar Bilal saat ditemui tim Jurnaba.co di sela-sela kegiatannya memahat di stand Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Karya seni ukir buatan Bilal harganya cukup bervariasi. Mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Semua tergantung dari tingkat kesulitan dan besarnya produk yang dibuat.

Ketekunannya dalam menghasilkan karya membuat Bilal dapat kesempatan untuk memamerkannya ke beberapa tempat maupun daerah. Di tengah keterbatasannya, Bilal mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Pergelaran Jatim Fair ini tentu sangat berguna bagi seniman daerah macam Mustakbilal ini. Tak sekadar memamerkan karya, Bilal juga bisa memperluas pasarnya.

Tags: Jatim Fair 2019
Previous Post

Menciumi Buku dan Aroma Warisan Tak Benda

Next Post

Soccernomics: Bacaan Wajib yang Tak Biasa bagi Pecinta Sepakbola

BERITA MENARIK LAINNYA

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan
Cecurhatan

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

18/05/2026
‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Voynich Manuscript: Ketika Para Pemecah Sandi Terbaik Dunia Menyerah (Bagian II)

Voynich Manuscript: Ketika Para Pemecah Sandi Terbaik Dunia Menyerah (Bagian II)

06/07/2026
Banyu Wedang Bojonegoro Dikaji dari Perspektif Geologi, Sejarah, dan Budaya, Tim Ekspedisi Naga Api Ungkap Potensi Geosite

Banyu Wedang Bojonegoro Dikaji dari Perspektif Geologi, Sejarah, dan Budaya, Tim Ekspedisi Naga Api Ungkap Potensi Geosite

05/07/2026
Voynich Manuscript: Kitab yang Menolak Dibaca Selama Enam Abad (Bagian 1)

Voynich Manuscript: Kitab yang Menolak Dibaca Selama Enam Abad (Bagian 1)

04/07/2026
Dari Selat Malaka ke Piala Dunia: Ketika Pemburu Rempah kembali berjumpa di Derby Iberia

Dari Selat Malaka ke Piala Dunia: Ketika Pemburu Rempah kembali berjumpa di Derby Iberia

03/07/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: