Seni Menulis Mosaik
Setiap individu dewasa, tentu memiliki kemampuan untuk merefleksikan permenungan mosaik dalam kehidupan mereka. Mosaik, dalam konteks ini, adalah serpihan-serpihan lini waktu yang mengandung makna di dalamnya. Dan Jurnaba percaya, hidup disusun atas mosaik lini waktu tersebut.
Manusia adalah satu-satunya primata yang mampu berpikir dan memiliki kesadaran diri, sebuah keistimewaan yang mustahil dimiliki primata-primata jenis lainnya. Sementara mahasiswa, secara biologis, adalah manusia dewasa. Sehingga, sudah sepatutnya ia punya kecakapan untuk memaknai apa-apa yang telah ia alami.
Menulis mosaik, adalah bagian dari proses memaknai hidup, sekaligus proses merefleksikan kesadaran diri, yang menjadikan manusia berbeda dengan primata-primata lainnya. Dan kemampuan ini, memang sudah sepatutnya dimiliki manusia dewasa yang kita kenal sebagai mahasiswa ini. Meski, tak semua mahasiswa mampu melakukannya.
Dalam buku ini, sejumlah mahasiswa menuliskan beragam “rasa” dalam lini waktu yang pernah mereka lewati. Dalam buku ini, berbagai macam kisah dituliskan. Sesekali tentang kesedihan, kegembiraan, keharuan, dan kadang rasa cinta yang memicu kecemasan. Semua itu bagian dari Mosaik Kehidupan. Sejumlah tulisan dari para mahasiswa ini, amat menarik untuk dibaca. Selain memberi gambaran beragam makna hidup, buku ini juga bisa memotivasi para pembaca untuk ikutan menulis. Setidaknya, ikut menulis mosaik kehidupannya masing-masing.
Terakhir, buku ini sangat menarik untuk dibaca dari awal hingga akhir.





