Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro adakan ngaji rutin untuk minimalisir pungli dan gratifikasi di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
Pungli dan gratifikasi tentu godaan terbesar bagi kalangan ASN. Bahkan tanpa digoda pun, potensi tergodanya sangat besar. Itu alasan Bapenda adakan ngaji rutin di kantor Bapenda, sebagai siraman rohani bagi para aparat.
Kegiatan pada (29/6) ini, ditujukan memperkuat iman serta etos kerja pegawai Bapenda. Kegiatan ini dibina Ustad H. Agus Sholahudin, M.Hi. Kegiatan ini diharap bisa<span;> selaras dengan semangat pelayanan terbaik tanpa korupsi, pungli atau gratifikasi.
Kegiatan yang secara rutin dihelat tiap bulan ini, awalnya untuk pembinaan mental internal. Namun, kedepan ditujukan untuk menggaungkan semangat anti korupsi, pungli dan gratifikasi di lingkungan Bapenda.
Nabs, kegiatan ini membuat kita makin tahu indonesia. Bahwa di salah satu sudut indonesia, ada lho pegawai yang masih mau ngaji disesela bekerja. Keren kan.
Dalam tausiahnya, Ust Solahudin mengajak seluruh karyawan Bapenda Bojonegoro agar memberikan pelayanan terbaik. Sebab, islam menempatkan kerja sebagai ibadah mencari rezeki dari Allah, guna menutupi kebutuhan hidup.
Bekerja untuk mendapatkan rezeki yang halalan thayiban termasuk dalam jihad di jalan Allah yang nilainya sejajar dengan melaksanakan rukun Islam.
Dengan demikian, bekerja adalah ibadah dan menjadi kebutuhan setiap umat manusia. Bekerja yang baik adalah wajib sifatnya dalam Islam.
Nabs, bekerja keras dan profesional adalah praktek perilaku mencontoh Rasulullah Saw. yaitu bersifat siddiq, fathonah, amanah dan tabligh agar diberi keselamatan dunia dan akhirat.
Sifat siddiq adalah dapat dipercaya dan jujur. Sifat fathonah adalah pintar. Sifat amanah adalah melaksanakan tugas yang dibebankan. Tabligh adalah mampu melakukan komunikasi yang baik.
Wujud dari bekerja, selain mendapat rezeki halal, adalah pengakuan dari lingkungan atas prestasi kerja kita. Ini sesuai dalil: Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil dan siapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarga maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza Wajalla (H.R. Ahmad).








