Berbicara secara dakik, memang identik dengan retorika. Berikut tiga poin penting dalam ngomong secara dakik-dakik.
Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan retorika. Ya, retorika adalah seni dalam berbicara atau biasa kita dengar dengan istilah dakik-dakik. Ternyata dalam berbicara “dakik-dakik” itu juga ada seninya.
Istilah Retorika sendiri kurang lebih ditemukan seorang ahli filsuf yaitu Aristoteles. Beliau adalah murid dari Plato dan Socrates. Ke Tiga filsuf tersebut memandang bahwa retorika sebagai alat yang terlalu sering digunakan untuk memanipulasi orang lain melalui manipulasi emosi dan pengaburan fakta.
Menurut Aritoteles sendiri bahwasanya didalam Retorika ada Tiga point penting yang harus kalian kuasai untuk bisa dakik-dakik. Tiga point tersebut terdiri dari Etos,Logos dan Patos. Apa sih makna dari tiga point tersebut?
Kata Etos sendiri berasal dari bahasa Yunani yang memberikan arti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu. Nah, Menurut Aristoteles sendiri Ethos Adalah kredibilitas yang harus pertama kita miliki.
Kredibilitas disini adalah keahlian yang kita miliki atau pengalaman yang diakui orang. Maka apa yang kita kemukakan harus berdasarkan keahlian yang kita miliki. Jadi orang yang mendengarkan kita tidak akan ragu ataupun mempertanyakannya.
Yang kedua adalah logos. Kata Logos berasal dari bahasa Yunani yang berarti sabda atau buah pikiran yang diungkapkan dalam perkataan, pertimbangan nalar atau arti. Dalam tata bahasa sendiri Logos berarti mengartikan kalimat yang lengkap. Dalam retorika sendiri biasa diartikan pidato yang tersusun secara tepat.
Nah dalam retorika atau dakik-dakik sendiri logos adalah menggunakan logika. Jadi apa yang kita omongkan harus berbobot, dalam artian kita mempunyai rujukan yang jelas. Jadi kita bisa Dakik-daki secara elegan.
Yang terakhir harus kita kuasai dalam dakik-dakik secara elegan adalah Patos. Patos sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti perasaan. Point yang terakhir ini yang sering dipakai dalam Dakik-dakik secara elegan.
Patos disini adalah memanfaatkan emosi atau perasaan orang yang kita ajak bicara. Dengan cara mengemas diri kita semenarik mungkin di depan orang yang kita ajak bicara. Mulai dari mimik muka dan gerakan tubuh dan lain-lain.
Nah, selain tiga point yang harus kita kuasai dalam berbicara atau dakik-dakik, Kita juga harus mengetahui atau mengerti situasi kondisi yang kita ajak bicara atau audience.
Dakik-dakik itu selayaknya perang maka dibutuhkan strategi yang matang. Maka dari itu tiga point diatas tersebut menjadi strategi dalam kita untuk Dakik-dakik secara elegan.








