Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Seks di Luar Nikah dan Kenapa Kita suka Latah

Chusnul Chotimmah by Chusnul Chotimmah
03/09/2019
in Cecurhatan
Seks di Luar Nikah dan Kenapa Kita suka Latah

Belakangan, ramai dibahas disertasi Abdul Aziz, seorang mahasiswa doktoral di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta tentang hubungan seks di luar nikah.

Disertasi yang disusun Aziz dalam rangka menyelesaikan studi doktoral itu, dia beri judul “Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non Marital”.

Dari judul yang dia berikan, penelitian tersebut mengkaji pemikiran yang telah ada, yakni pemikiran Muhammad Syahrur tentang Milk Al-Yamin.

Nabsky, saya tidak ingin membahas mengenai isi dari disertasi karena tidak memiliki landasan untuk membahasnya. Singkatnya, saya belum membaca isi dari disertasi tersebut dan tidak memiliki akses untuk memperoleh disertasi tersebut.

Hal yang ingin saya bahas di sini adalah respon yang diberikan masyarakat setelah berita mengenai disertasi tersebut muncul di media sosial.

Dari penelusuran, solopos.com merupakan media online pertama yang memberitakannya secara daring pada tanggal 28 Agustus 2019, dan kemudian diikuti oleh media-media lain, termasuk sumber yang saya baca dua hari lalu, yakni tempo.co.

Setelah itu, ramai muncul di beranda saya serangkaian komentar yang bernada negatif. Yakni komentar-komentar yang berisi penolakan dan kutukan terhadap disertasi tersebut.

“Ngawur. Hukum agama kok dibikin main-main.” Ujar seorang teman di beranda facebook.

“Habis baca disertasi yang menyimpang. Sebagai orangtua tanggungjawabnya besar ketika menyekolahkan anak. Jangan sampai anak salah tempat. sekalipun sekolah/kampus ada embel-embel islam tapi ternyata aqidahnyabelum lurur juga. Ya Allah :”.”

Komentar di atas saya temukan di story media sosial Instagram, dan banyak lagi komentar-komentar lainnya yang sebagian besar bersifat mengutuk.

Ketika membaca komentar-komentar tersebut, yang timbul dalam benak saya adalah pertanyaan apakah mereka sudah membaca disertasinya? Atau apakah mereka tahu bahwa disertasi itu dilakukan dengan meneliti, ada objek yang dikaji atau diamati?

Dan bukan cerminan dari apa yang diyakini dan diamalkan begitu saja sehingga kita bisa sembarangan memberikan penilaian mengenai aqidah si peneliti.

Nabsky, kebiasaan menjatuhkan penilaian sebelum melakukan pemeriksaan terhadap fakta adalah hal fatal yang nyaris dimiliki oleh sebagian besar masyarakat kita.

Tidak heran jika kemudian kita bisa menelan mentah-mentah hoax yang sengaja dilemparkan untuk tujuan tertentu seseorang atau kelompok. Saya tidak ingin menyebutkan contohnya.

Ada proses panjang yang ditempuh seseorang dalam menyelesaikan disertasinya. Dia harus memikirkan latar belakang diangkatnya topik, landasan yang akan digunakan dalam penelitian, pisau analisis untuk membedah objek yang dikaji, hingga manfaat serta tujuan yang diharapkan dari dihasilkannya disertasi tersebut.

Sehingga, yang dia lakukan bukan asal berpaku pada ‘katanya’. Ada proses berpikir yang telah dia tempuh untuk menghasilkan kesimpulan.
Saya tidak membenarkan hasilnya, tapi itu proses berpikir dari Abdul Azis.

Dan lagi, yang dia lakukan dalam penelitiannya adalah kajian ulang terhadap Milk Al Yamin Muhammad Syahrur, seorang pemikir islam dari Suriah. Untuk mempertanggungjawabkan argumennya, Abdul Azis bisa menunjukkan proses berpikirnya lewat disertasi. Lantas kita?

Bahkan untuk menunjukkan sikap penolakan, modal kita cuma latah yang dibumbui sikap responsif.

Apa yang kita gunakan sebagai landasan ketika kita dengan mudahnya menjatuhkan penghakiman terhadap aqidah seseorang? Katanya ustad saya?

Kita bahkan tidak menempuh upaya yang lebih dari yang dilakukan Azis untuk memperoleh kebenaran yang nantinya akan kita yakini dan kita jadikan pedoman untuk melakukan penolakan. Iya kan?

Tapi mudah sekali bagi kita untuk menjatuhkan penghakiman. Hanya karena argumen tersebut berbeda dari apa yang kita yakini selama ini.
Pernahkah kita sekali saja meragukan hal-hal yang kita yakini selama ini, mendebatkan ulang yang mentah-mentah kita terima sejak dulu.

“Jangan-jangan A ini bukanlah huruf pertama? Apa A benar huruf pertama dalam susunan abjad? Kenapa A dijadikan huruf pertama dalam susunan abjad?”

Saya percaya bahwa bertanya adalah gerbang awal dari berpikir. Senyata-nyatanya wujud syukur atas akal yang diberikan Tuhan pada manusia. Hal yang dilakukan Muhammad Syahrur maupun Abdul Azis adalah keberanian untuk berpikir, dan bukan berarti merupakan hal yang mereka amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tags: Desertasi KontroversiSeks di luar nikah
Previous Post

Mengenali Kepribadian Diri melalui Jendela Johari

Next Post

5 Studio Foto Berkualitas di Kota Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

Kebiasaan Mencuri Sang Binatang Jalang: Hikmah Humor dan Pencurian (18)
Cecurhatan

Kebiasaan Mencuri Sang Binatang Jalang: Hikmah Humor dan Pencurian (18)

03/06/2026
Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan
Cecurhatan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
Jejak Intelijen Indonesia dan Tokoh di Baliknya
Cecurhatan

Jejak Intelijen Indonesia dan Tokoh di Baliknya

29/05/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif

Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif

03/06/2026
Kebiasaan Mencuri Sang Binatang Jalang: Hikmah Humor dan Pencurian (18)

Kebiasaan Mencuri Sang Binatang Jalang: Hikmah Humor dan Pencurian (18)

03/06/2026
Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: