Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Surat Kulhu dan Sejarah Pusaka Merah Delima

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
12/10/2022
in JURNAKULTURA
Surat Kulhu dan Sejarah Pusaka Merah Delima

Dulu, Wali Sanga menggunakan bahasa kiasan saat menerangkan kesaktian merah delima. Sayangya, orang awam mengira pusaka itu berbentuk batu. Padahal, Surat Al-Ikhlas alias Kulhu.

Batu merah delima merupakan pusaka yang masyhur di kalangan para pencari pusaka. Orang-orang sakti, mencari batu merah delima sebagai ageman kesaktian.

Bahkan proses mencarinya pun lewat bermacam cara. Ada yang lewat bertapa hingga lewat mengunjungi tempat-tempat gawat bin keramat.

Batu merah delima memang sangat spesial dan sering dikatakan memiliki banyak kesaktian. Konon, siapa pun yang memilikinya, bakal mendapat apa pun yang diinginkan.

Batu ini selalu dikaitkan dengan banyak manfaat gaib; seperti kebal senjata, bisa bikin usaha laris, bahkan bisa membuat si penggunanya menghilang, hingga kemudahan mendapat harta, tahta, dan, tentu saja, wanita.

Tapi, tahu tidak jika sesungguhnya, merah delima bukan berwujud batu. Tapi surat dalam Al Qur’an yang memang terkenal ampuh. Merah delima itu adalah Surat Al-Ikhlas alias Kulhu — surat pendek yang mayoritas sudah banyak yang tahu.

Syahdan, kyai zaman dulu, para Wali Sanga, memberi ijazah pada masyarakat awam dengan meminta mereka untuk mencari merah delima sebagai pusaka pegangan. Maksudnya, para wali meminta masyarakat mencari surah yang ada huruf “dal” nya lima.

Nah, ada sejumlah santri yang salah paham dengan mencari delima (batu) warna merah. Ujung-ujungnya, mencari batu akik pusaka merah delima seperti yang kita semua ketahui saat ini.

Padahal sesungguhnya, masyarakat disuruh mencari merah delima itu maksudnya mencari surah yang huruf “dal” nya berjumlah lima. Sayangnya, diartikan secara harfiah mencari akik merah delima. Akhirnya banyak yang salah paham hingga saat ini.

Kulhuallahu Aha(d), Allahu Soma(d), lamyali(d) walam yula(d), walam yakulahu kufuan Aha(d) —- Katakanlah (Muhammad); “Dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tiada sesuatu yang setara dengan Dia.

Meski pendek dan banyak yang hafal. Kita semua wajib tahu bahwa sesungguhnya Surat Kulhu memang surat pusaka. Surat yang amat istimewa dan spesial.

Sebab, isi dan intinya adalah menegaskan keesaan Allah sembari menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Bahkan, paling tak berkepentingan (manusiawi) di antara surat-surat lain.

Jika dibanding Al-Falaq (Kul Audzu Birobbil Falak), misalnya: ada kepentingan manusiawi berupa minta perlindungan dari kejahatan. Atau jika dibanding An-Nas (Kul Audzu Birobbinnas), misalnya: ada kepentingan manusiawi berupa minta dilindungi dari kejahatan jin maupun manusia.

Sementara di surat Kulhu, tak ada permintaan (kepentingan manusiawi) apapun, kecuali mensyifati keesaan Allah. Ini menjadikan surat Kulhu amat istimewa. Karena itu disebut Al-Ikhlas. Sebab, dibaca penuh jujur dan ikhlas.

Itu pula yang menjadikan surat Kulhu sebagai pusaka. Sesuatu yang istimewa. Merah delima. Tapi sayangnya, pusaka merah delima yang dimaksud justru disalahpahami sebagai batu akik belaka.

Diilhami dari mauidhoh hasanah Syaikhina KH. Bahauddin Nur Salim.

Tags: Pusaka Merah DelimaSurat Kulhu
Previous Post

Warna Kembang Telon dan Makna Sakral dalam Hidup

Next Post

Benarkah Sibuk Penghalang Menulis?

BERITA MENARIK LAINNYA

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
Cecurhatan

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026
Alkemis Kebudayaan
JURNAKULTURA

Alkemis Kebudayaan

05/10/2026
Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro

29/09/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Api Abadi Singgah di Trucuk, Kali Pertama dalam Sejarah Kirab Hari Jadi Bojonegoro

Api Abadi Singgah di Trucuk, Kali Pertama dalam Sejarah Kirab Hari Jadi Bojonegoro

18/10/2026
Kirab Api Abadi: Singgah ke Bengawan, Merawat Keseimbangan Pembangunan

Kirab Api Abadi: Singgah ke Bengawan, Merawat Keseimbangan Pembangunan

17/10/2026
Mengenang KH Ali Maksum, Kiai Egaliter dan Berwawasan Luas

Mengenang KH Ali Maksum, Kiai Egaliter dan Berwawasan Luas

17/10/2026
Festival Lantung Hadirkan Kesenian Lokal, UMKM Desa Ikut Bergeliat

Festival Lantung Hadirkan Kesenian Lokal, UMKM Desa Ikut Bergeliat

16/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: