Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Tak Ada yang Benar-benar Rongsokan di Muka Bumi Ini

Joko Kuncoro by Joko Kuncoro
27/02/2020
in Figur
Tak Ada yang Benar-benar Rongsokan di Muka Bumi Ini

Barang bekas identik perihal kumuh dan tersingkir karena dianggap tak berguna. Tapi, sesungguhnya, serupa kenangan, tak ada yang benar-benar rongsokan di muka bumi ini. 

Raungan mesin pencacah besi terdengar di telinga. Asap akibat gesekan benda keras, sesekali melintas begitu saja, menabrak-nabrak mata. Salah satu tempat pemilahan barang bekas di Desa Sukowati Kecamatan Kapas Bojonegoro tersebut, kemarin (26/2) benar-benar terasa hidup.

Saya menemui Anang Romadhon, pemilik tempat. Salah satu sosok yang meyakini bahwa barang rongsokan tak berdiri sendiri. Ada banyak sisi positif bisa diambil dari banyaknya barang-barang bekas untuk mendulang rejeki.

Ya, sejak 1996, Anang Romadhon telah membuang urat malu di hadapan manusia. Dia bergelut dengan bermacam barang bekas untuk dikumpulkan dan diolah menjadi, setidaknya, uang.

Berbekal sepeda ontel, pria 40 tahun itu berkeliling ke berbagai tempat di Bojonegoro demi mencari barang rongsokan. Dia berkeyakinan, tak ada yang benar-benar rongsokan di muka bumi ini.

Meski memang, untuk memiliki keyakinan tingkat itu, gengsi dan urat malu harus di-nihilkan. Harus ditiadakan. Dan itu yang dilakukan Anang Romadhon.

Anang masih ingat, dulu, saat dia masih duduk di kelas 3 MTs, setiap pulang atau liburan sekolah, dia membantu bapaknya mencari barang bekas di sekitar Kota Bojonegoro.

Dengan sepeda ontelnya, dia mengayuh tak kenal lelah. Sementara, dia menutup telinga dan bersikap acuh dari omongan tetangga sambil membawa rengkek menuju tempat barang rongsokan.

“Waktu itu, saya hanya membantu bapak ketika ada waktu luang saja.” Ucap Anang.

Dari sana, dia memetik pelajaran penting: malu dan gengsi adalah dua hal sumber masalah dalam hidup. Itu dia ketahui karena saat itu, bapaknya memiliki 20 karyawan, tapi tetap menggunakan sepeda ontel.

Meski orang tuanya tak pernah menyuruhnya meneruskan pekerjaan tersebut, Anang tetap melakukannya. Dia hanya ingin ngetes tekad. Seberapa kuat dia menghadapi kejamnya dunia.

Pada 2005 lalu, Anang mendirikan tempat pemilahan barang rongsokan sendiri di dekat rumah, tepatnya di Desa Sukowati Kecamatan Kapas. Itu titik awal Anang merintis usaha sendiri.

Saat ini, dia telah memiliki 15 karyawan yang aktif bekerja di tempat tersebut. Tentu saja, itu berkat sikap istiqamah Anang dalam menjalani tekad, dan kemampuan untuk menihilkan urat malu di hadapan manusia.

Dari hasil jual barang rongsokan saja misalnya, belum termasuk yang lainnya, dalam sebulan pendapatan Anang mencapai Rp 5 juta. Belum pendapatan dari sisi pengolahan barang.

Tags: Barang bekasEkonomi Kreatifrongsokan
Previous Post

5 Menu Sarapan Terbaik di Bojonegoro

Next Post

Banjir Jakarta dan Isu Lingkungan yang Wajib Diperhatikan

BERITA MENARIK LAINNYA

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme
Figur

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno
Figur

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

01/06/2026
Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia
Figur

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia

26/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kebiasaan Mencuri Sang Binatang Jalang: Hikmah Humor dan Pencurian (18)

Kebiasaan Mencuri Sang Binatang Jalang: Hikmah Humor dan Pencurian (18)

03/06/2026
Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

01/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: