Perkembangan teknologi kerap beriring masalah. Utamanya teknologi informasi (TI). Lebih khusus lagi, di dunia pendidikan TI. Yakni berbenturannya teori dan praktek. Orang teori mementingkan pengajaran ilmu TI dengan pemahaman teoritis dan mengesampingkan praktik. Sedangkan praktisi TI menganggap yang terpenting adalah bisa mengoperasikan aplikasi komputer dulu agar paham.
“Padahal seharusnya teori dan praktek itu berjalan selaras,” kata Teguh.
Alumni Universitas Negeri Malang itu menceritakan, ada perbedaan sangat jelas pada para pengajar teori dan praktisi dalam dunia pengajaran TI. Namun, dari keresahan itu, dosen pemograman di salah satu universitas di Bojonegoro itu mengadakan kegiatan Kuliah Jalanan pada 2015.
Kuliah itu dia adakan bagi mahasiswanya secara gratis. Dengan kelas yang berjalan nomaden, kegiatan yang saat ini sudah berjalan 3 periode tersebut bertujuan untuk memberikan pengarahan ke mahasiswa TI di Bojonegoro agar memahami dengan baik betapa pentingnya keselarasan antara teori dan praktik.
Selain dari keresahan, alasan didirikannya Kuliah Jalanan juga dipicu banyaknya potensi yang dimiliki pemuda Bojonegoro. Hanya, mereka yang berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke luar kota sering kali terhalang oleh biaya, padahal kemampuan mereka sangat berpotensi untuk dikembangkan.
Selain Kuliah Jalanan, pria asal Desa Sumberarum Kecamatan Dander itu juga mengembangkan aplikasi. Bersama timnya, ia kerap menerima jasa pembuatan aplikasi. Itu dia lakukan sejak 2016 lalu.
Pada awalnya, dia sering dimintai tolong membikin aplikasi oleh beberapa pihak. Kemudian ia jadikan proyek yang bisa dikerjakan para siswa Kuliah Jalanan. Salah satu proyek yang pernah ia garap bersama timnya adalah pembuatan aplikasi untuk website dan aplikasi penunjang lainnya untuk Polrestabes Surabaya.
Pada 2018, ia melepas kegiatan tersebut karena kesibukan yang semakin padat. Selain menjadi dosen TI di dua kampus swasta, UNIGIRI dan AKN Bojonegoro, dia juga mengajar di SMK Negeri 1 Bojonegoro. Di tengah kesibukan mengajar, Dosen yang kini berusia 28 tahun tersebut juga sedang melanjutkan pendidikannya di Universitas Diponegoro Semarang.
Teguh mengatakan, untuk mendalami bidang TI, harus sinkron antara teori dan praktik. Sehingga, mampu menguasai secara utuh agar mampu menerapkan hasil belajarnya dan mengajarkan ilmunya dengan selaras.








