Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mendamaikan Solusi dan Kritik

Ahmad Fuady by Ahmad Fuady
27/08/2020
in Cecurhatan
Mendamaikan Solusi dan Kritik

Menjadi pribadi solutif, dalam arti lain, adalah menjadi pribadi yang kritis dan mampu berdamai dengan kritik: melakukan dan menerima kritik. Secara sopan dan bertanggungjawab.

Namanya Pak Suwito. Beliau adalah guru Bahasa Indonesia saat kelas dua MTs. Sosok yang ramah, tidak galak, namun saat mengajar, siswa harus fokus mengikuti. Perawakan tinggi, tubuh sedang, kulit bersih, dan berkacamata. Sampai detik ini ingatan saya masih jelas soal beliau.

Peristiwa berikut ini yang membuat ingatanku masih jelas tentang beliau. Saat pelajaran tentang memahami teks bacaan, beliau mengajukan pertanyaan, “apa makna dari solusi?”.

Seisi kelas tidak ada yang mengacungkan tangan untuk menjawab. “Solusi itu jalan keluar,” terang beliau. Solusi adalah jalan keluar dari permasalahan. Sejak saat itu, hingga kini, solusi melekat dengan sosok Pak Suwito.

“Dadi wong ki mbok yo sing solutip ngono lho.” Kalimat yang keluar dari mulut Bu tedjo, mengajak agar orang menjadi sosok solutif, begitu populer akhir-akhir ini.

Meski solutif bukan kata baku dalam Bahasa Indonesia, orang paham bahwa yang dimaksud solutif adalah mampu menghadirkan solusi dari persoalan.

Belum lama, netizen di media sosial ramai memperbincangkan perihal solusi, apakah menjadi sesuatu hal yang wajib sebagai penyerta kritik. Sebagian netizen menilai bahwa kritik itu baik, namun harus disertai solusi. Keabsahan kritik diragukan jika tidak disertai solusinya. Daripada pandai mengkritik, lebih baik hadirkan solusi. Begitu kira-kira.

Netizen lain menganggap bahwa menghadirkan solusi bukanlah kewajiban saat nyampaikan kritik. Keduanya dua hal beda. Kritik yang argumentatif, dengan data akurat, dan tidak fitnah, secara otomatis merupakan bagian dari solusi itu sendiri. Setidaknya, menunjukkan poin-poin perbaikan. Kritik adalah separuh solusi.

Kritik lahir dari kegelisahan melihat yang faktual tidak sejalan dengan seharusnya. Yang tampak dalam kritik adalah kondisi tidak ideal, kekurangan, keburukan, dan hal lain berupa jauhnya praktik dari teori. Sementara solusi berpondasi dari prinsip perbaikan, penyelesaian masalah, dan mencari keseimbangan baru. Dua hal yang tidak “akur” dan seperti sulit berdamai.

Kalau kita lihat, solusi yang diusulkan Bu Tedjo dengan mengajak pergi belanja ke Pasar Beringharjo, sebenarnya lahir dari kritiknya ke Yu Ning karena tidak utuh dalam menerima informasi perihal sakit Bu Lurah yang belum boleh dijenguk karena masih menjalani perawatan intensif. Aku kira potret ini yang begitu baik, kritik dan solusi sejalan.

Kritik orang lain dengan bangunan argumen yang solid disertai data yang otentik adalah kemewahan. Solusi yang dihasilkan dari kritik otentik dan argumentatif tentu akan lebih berkualitas. Kritik yang baik, menjadi dasar solusi berkualitas. Solusi yang berkualitas lahir dari keterbukaan terhadap kritik.

Sudah barang tentu, kita akan lebih mudah menerima solusi dengan tangan terbuka. Lain halnya jika berkaitan dengan kritik orang lain. Kita cenderung tertutup atau setidaknya belum cukup terlatih menerima kritik dengan dada lapang dan terbuka.

Tradisi melakukan dan menerima kritik, sebagai bagian dari perumusan solusi yang berkualitas, nampaknya perlu untuk terus dilatih. Kesadaran aktif partisipatif menempatkan kritik sebagai hal yang tidak terelakkan dari bangunan solusi. Menjadi pribadi solutif, dalam arti lain, adalah menjadi pribadi yang kritis dan mampu berdamai dengan kritik: melakukan dan menerima kritik. Secara sopan dan bertanggungjawab.

Tags: Bu TejoKritikSolusi
Previous Post

Bulan Suro, Jurnaba dan Spirit Tahun Baru Islam 1442 Hijriah

Next Post

Suporter Berharap Pihak SKK Migas jadi Pengelola Baru Persibo

BERITA MENARIK LAINNYA

Merawat Ingatan, Menyemai Masa Depan: GP Ansor Kota Batu Luncurkan Buku Sejarah
Cecurhatan

Merawat Ingatan, Menyemai Masa Depan: GP Ansor Kota Batu Luncurkan Buku Sejarah

21/04/2026
Pembawa Pendaratan di Planet Merah: Diaspora Iran Sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (2)
Cecurhatan

Pembawa Pendaratan di Planet Merah: Diaspora Iran Sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (2)

21/04/2026
‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah
Cecurhatan

‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah

20/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Merawat Ingatan, Menyemai Masa Depan: GP Ansor Kota Batu Luncurkan Buku Sejarah

Merawat Ingatan, Menyemai Masa Depan: GP Ansor Kota Batu Luncurkan Buku Sejarah

21/04/2026
Pembawa Pendaratan di Planet Merah: Diaspora Iran Sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (2)

Pembawa Pendaratan di Planet Merah: Diaspora Iran Sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (2)

21/04/2026
‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah

‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah

20/04/2026
Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

19/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: