Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Upaya Rekonstruksi Sejarah melalui Bedah Buku Pu Gajah Mada

Ahmad Faruuq by Ahmad Faruuq
03/12/2020
in Headline, Peristiwa
Upaya Rekonstruksi Sejarah melalui Bedah Buku Pu Gajah Mada

BEM Unisma Malang bersama Perpustakaan Pusat Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar bincang kebudayaan dan bedah buku Pu Gajah Mada karya KH. Agus Sunyoto.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Literasi Perpustakaan Pusat Unisma, zoom meeting dan live streaming youtube Humas Unisma Official.

Acara tersebut dilaksanakan secara daring dan luring, namun untuk peserta luring dibatasi untuk menerapkan physical distancing.

Kepala perpustakaan Unisma, Dra. Lilik Ernawati Firdausi mengungkap jika hal ini digelar bersama bekerjasama dengan BEM Unisma Malang.

“Dengan semangat sumpah pemuda dan hari pahlawan, kita akan menyimak penjelasan tentang sejarah besar bangsa Indonesia. Karena bangsa yang baik adalah bangsa yang tau aku akan sejarahnya yang nantinya akan disampaikan oleh kedua pemateri kita.

Semoga dengan semangat merdeka literasi dalam merdeka belajar di kampus merdeka Universitas Islam Malang, perpustakaan kita bisa semakin maju dan berkembang,” ungkap kepala perpustakaan Unisma.

Rektor Unisma, Prof Dr. H. Maskuri, M. Si mengungkap apresiasi pada BEM Unisma dan perpustakaan Unisma. Pak Rektor menuturkan agenda ini sebagai upaya strategis untuk membangkitkan semangat baru bagi generasi muda serta bagi para akademisi.

“Satu tema yang menarik menurut saya, ‘menyingkap pembelokan sejarah era kolonial, karena sejarah itu tidak selalu diungkapkan seperti halnya yang terjadi,” ungkap pak Rektor Unisma.

“BEM Unisma dan perpustakaan Unisma menggelar acara ini untuk melatih nalar kritis mahasiswa. Saya apresiasi semoga kedepannya akan melahirkan inovasi kegiatan yang bersifat membangun bagi Unisma.

Dari sosok Gajah Mada kita sebagai akademisi dapat belajar, bahwa ia sebagai tokoh yang ahli dalam bidang pemerintahan, dalam bidang hukum, termasuk juga kanuragan” tambah Prof Maskuri dalam sambutannya.

Setelah acara seremonial, kegiatan dilanjutkan dengan bincang kebudayaan dan bedah buku dengan dibuka oleh moderator M Afnani Alifian sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan BEM Unisma Malang.

Pemateri pertama KH Agus Sunyoto, penulis buku PU Gajah Mada menjelaskan pembuatan buku ini dilakukan untuk membahas pembelokan yang ada salah satunya Gajah Mada karena sejak perang Hindia Belanda ada naskah yang mengandung pembelokan.

“Pada dasarnya Gajah Mada dikenal dengan sumpah palapa. Namun, faktanya persatuan nusantara itu sudah terwujud pada kerajaan Kertanegara.

Pembelokan lain digambarkan pada beberapa naskah seperti naskah kidung sunda yang menunjukkan dia hebat jago perang yang membunuh seorang raja sunda di Jawa Barat,” terang ketua LESBUMI.

“Nyatanya, tidak ada data yang membahas penaklukan yang dituliskan di suatu naskah. Ketika ada perang bali diceritakan bahwa Gajah Mada yang menyerang setelah peristiwa jatuhnya Kertanegara, nyatanya gajah mada ditawan oleh musuh.

Pada kenyataannya, sosok yang ditemukan pada seorang Gajah Mada adalah seorang pemikir, ilmuwan, ahli hukum, ahli pemerintahan, guru yang dipatuhi warga kerajaan, Gajah Mada ini diserahi tugas untuk menyusun KUHP Manawa Dharma sastra dari majapahit dan menyusun pendidikan.

Sayangnya, semua ini tidak dibahas dalam buku.” Imbuh KH Agus Sunyoto.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Kebudayaan) Republik Indonesia, bapak Hilmar Farid, Ph.D menjelaskan jika Buku ini seperti novel sejarah yang merupakan ragam kepenulisan yang sangat penting.

“Bukan berarti karena novel faktanya tidak ada justru novel sejarah biasanya lebih kuat datanya daripada buku sejarah. Isi novel ini adalah perpaduan antara data yang dicari dari sejarah lalu ditampilkan dalam bentuk novel sejarah,” ungkap Pak Hilmar.

“Yang digunakan adalah teknik realisme, yaitu sebuah periode seseorang yang ditampilkan secara utuh. Dalam buku ini terdapat informasi pembelokan sejarah yang dilakukan secara sistematis. Akhir abad 18, Belanda mulai mempelajari peninggalan sejarah seperti Borobudur lalu direkonstruksi oleh Belanda.

Dahulu terdapat banyak perang kolonial dimana dalam peperangan itu pasti ada yang namanya penjarahan. Dengan penjarahan ini, kolonial menjarah raja di Lombok dan kisahnya dibawa ke Belanda. Implikasinya adalah masyarakat kita menjadi kecil pengetahuannya mengenai sejarah,” terang pak Hilmar dalam penjelasannya.

Pak Hilmar juga menambahkan jika ia sependapat dengan seruan penulis, yaitu KH Agus Sunyoto. Buku ini dibentuk dengan pengembangan metode yang sistematikanya sesuai fakta. “Oleh karena itu, benar yang dikatakan oleh penulis jika kita sebagai Bangsa Indonesia harus percaya diri dengan ilmu kita sendiri. Kata dia.

Pada akhir acara, Presiden Mahasiswa Unisma Malang menuturkan harapan besarnya agar PBNU memfilmkan buku sejarah Ini. Sebab, ingatan milenial akan lebih mudah memahami sesuatu melalui pendekatan film.

Tags: Agus SunyotoPu Gajah MadaSejarah
Previous Post

Sayembara Nulis Momen Bahagia di Tahun 2020

Next Post

5 Arti Penting Pohon bagi Kota Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial
Peristiwa

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026
Bojonegoro History Gelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro
Peristiwa

Bojonegoro History Gelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro

24/05/2026
TP PKK Kecamatan Sugihwaras Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga jadi Berkah, Dukungan Nyata Gerakan Perilaku Hidup Bersih
Peristiwa

TP PKK Kecamatan Sugihwaras Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga jadi Berkah, Dukungan Nyata Gerakan Perilaku Hidup Bersih

22/05/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

01/06/2026
Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: