Ramadhan 2021 ini, Jurnaba hadir dengan konten tentang perkembangan seni hadrah dari masa ke masa di Bojonegoro. Pecinta sholawat, mari merapat.
Hadrah masa kini tidak akan muncul, jika para pendahulu sedang enak-enakan saja. Pastinya ada jerih payah sangat luar biasa, untuk tetap berjalannya hadrah tersebut. Tak luput dari kata tirakat.
Asy-Syabab Nusantara, hadrah dengan nuansa senandung sholawat habsy. Memang berawal dari al-banjari. Namun, seiring berjalannya waktu. Semua berubah drastis dari segi kelengakapan maupun pemain.
Asal Usul
Walau tahun beridirnya tidak diketahui. Tapi, pada zaman sebelum era 2000an Asy-Syabab sudah ada. Dulu dipimpin oleh KH. Hasbullah. Asalmuasalnya bukan Asy-Syabab, melainkan Al-Wildana.
Sesuai dengan kenyataannya, yang berperan dalam hadrah tersebut adalah anak-anak kecil. Mereka adalah santri di Madrasah Diniyah Sabilul Muttaqin Desa Prigi Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro.
Namun, seiring berjannya waktu para penabuh yang terdahulu jarang aktif. Secara tidak langsung munculnya generasi baru. Pada tahun 2014. Yang dipimpin oleh Ust. Muhtarom.
Nama Asy-Syabab yang artinya adalah pemuda. Begitu juga sesuai dengan kenyataannya. Para pemainnya adalah pemuda. Tidak luput juga santri Madin Sabilul Muttaqin. Semenjak itulah Nama Al-Wildani beralih menjadi Asy-Syabab NUsantara.
“Dari tahun berdiri memang tidak jelas. Karena sudah dari dulu kearifan lokal ini ada. Tetapi tidak seperti saat ini. Hanya sederhana saja kalau dulu,” jelas Amirul.
Dari Al-Banjari Menuju Al-Habsy
Pada 2014 perkembangannya terlihat secara signifikan. Apalagi di Kawasan Kecamatan Kanor belum ada semacam hadrah ini. Lambat laun dengan berjalannya waktu. Pasang dan surut.
Menginjak tahun berikutnya 2015 sampai 2016, ada peradaban baru yang merubah segalannya. Dari albanjari menuju habsy. Pada waktu itu sholawat Syekher Mania sangat populer. Dari situlan inovasi baru dimunculkan.
“Teman-teman ini terinspirasi dari Syekher Mania. Sehingga ada inisiatif untuk menjadi hadrah alhabsy. Semua terasa tidak percaya ketika bisa sampai saat ini. Karena perjuangannnya tidak cukup satu hari dua hari. Bahkan bertahun-tahun,” tandas Amirul.
Perkembangannya tidak berhenti dari situ saja. Alat hadrah kali ini sudah bisa beli sendiri. Melalui dari undangan-undangan, dari hajatan, acara pernikahan sampai acara kemerdekaan. Dan tampil pertama kali berada di Dusun Grape Desa Kanor Kecamatan Kanor.
Perkembangan Secara Pesat
Undangan hajatan semakin banyak dan menumpuk. Itu juga mempengaruhi perkembangannya. Yang dulunya alat kurang. Tapi, kali ini sudah lengkap tidak bisa diragukan pada tahun 2017.
Perjalanan hadrah pada 2017 mulai dikenal banyak orang. Dari kalangan masyarakat desa maupun pejabat pemerintahan. Walaupun halangan demi halangan terus ada di setiap perjanan.
Memasuki tahun berikutnya 2018, alat-alat hadrah sudah mulai tercukupi. Para personil sudah prosfesional semuanya, apalagi dari kalangan pemuda. Yang dikordinir oleh Amirul Mukminin sampai saat ini.
“Perkembangannya sangat cepat. Apalagi keseriusan dari para personil. Agar grup hadrahnya bisa maju. Asy-syabab juga mempunyai motto. Mensholawatkan Masyarakat, Memasyarakatkan Sholawatan,,” ujar Amirul.
2020 Asy-Syabab mengalami kemajuan. Rutinan yang semulanya satu grup. Kini menjadi dua grup hadrah. Asy-Syabab dengan Shoutul Barid Dukuh Kemiri Desa Prigi Kecamatan Kanor.
Dan rutinan-rutinan itulah berjalan sejak.dulu hingga saat ini. Tidak akan pernah terlupakan jejak-jejak para pendahulunya.








