Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Larangan Mudik, Cara Pemerintah Menyelamatkan Para Jomblo

Yudi Kuswanto by Yudi Kuswanto
12/04/2021
in Cecurhatan
Larangan Mudik, Cara Pemerintah Menyelamatkan Para Jomblo

Larangan mudik tahun ini memang terkesan lebay. Tapi, sesungguhnya, ini bentuk perhatian pemerintah demi menyelamatkan para jomblo ~

Sebenarnya, beberapa hari terakhir ini, saya lebih banyak cemberutnya, mengingat hingga sampai sekarang belum bisa move on akan rambut panjang yang telah menemani tiga tahun kebelakang.

Entah tidak tahu kenapa ketika masih gondrong kemarin, saya selalu optimis menyamakan diri ini seperti John Lennon—ganteng dan punya suara merdu. Kini, ah itu hanya suatu yang mustahil.

Pun, kala saya bertandang ke Bojonegoro, Desember lalu. Imam Besar Jurnaba sepertinya takjub, barangkali dalam hatinya bergumam “koq ada manusia semacam ini, sudah gondrong pengen magang di Jurnaba. Pasti ini anak belum punya pacar”.

Ya, tidak tahu ya. Semacam ada kebanggaan tersendiri tatkala bisa memanjangkan rambut ketika diri ini sudah kelewat tak ada keahlian praktis untuk dipamerkan. Maksudnya ya semacam mereka yang bisa main gitar, futsal, voli maupun gundu. Tapi saya tidak bisa.

Maka pilihan terakhir agar masih dapat diterima di lingkaran pertemanan ya cuma gondrong. Sebab dengan itu, saya akan dianggap orang yang punya kekuatan dan kalau sudah begitu, maka siapa orangnya yang akan menolak berteman dengan saya? Jelas tidak ada.

Tidak kuat seperti Samson ya nggak masalah, minimal seperti Deddy Corbuzier, dulu, yang bisa membengkokkan sendok—walau seiring berjalannya waktu kita menyadari apa yang dilakukan Deddy hanyalah trik, (untuk tidak menyebutnya penipuan) ya nggak apa-apa.

Namun hidup ini memang begitu. Saya kira dalam problematika hidup tentunya telah digariskan bahwa kapan waktunya bahagia dan kapan waktunya bersedih. Diluar kesedihan karena belum bisa move on rambut dipotong, saya juga menderita luka batin akibat banyaknya revisi skripsi. Hemtalah.

Tapi memang iya, jika dipikir ulang sebelum memutuskan mencukur rambut. Saya pernah dibikin bahagia, gelak tawa yang membabi buta. Kamu tahu tidak apa yang membuat saya bahagia diwaktu itu?

Tak lain adalah pelarangan mudik lebaran tahun ini. Bukan karena saya menganggap kebijakan larangan mudik itu percuma atau menganggap kebijakan ini ra mashook dan patut dijadikan bahan tertawaan. Ya, jelas bukan dong. Pemerintah kan sudah memikirkan secara matang. Ya nggak sih?

Malah dari larangan mudik, saya berpikir, koq sampai segitunya ya pemerintah perhatian sama kita. Sadar atau tidak bahwa pelarangan mudik jika ditimbang ulang akan banyak positifnya daripada negatifnya.

Begini, kebijakan tersebut bisa menghalau pertanyaan menyedihkan saat lebaran. Terutama bagi kamu yang jomblo akan pertanyaan dari orang tua tentang kapan menikah. Atau seperti saya yang belum lulus kuliah soal kapan akan wisuda. Jujur saja deh, kamu pasti merasakan betapa perih dan sakitnya—meski tidak berdarah—dari pertanyaan yang super duper nyebelin itu saat kumpul bersama keluarga besar.

Nah, dari contoh ini, sebetulnya pemerintah itu memberikan atensi yang sangat berlebih terhadap mereka yang sampai sekarang masih jomblo atau mereka yang sudah punya calon pasangan tapi tidak cukup punya nyali untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Begitupun dengan mahasiswa yang masih berkutat soal skripsi. Duh, baiknya pemerintah orba (orde baik), semakin cinta deh. Sarangheyo ya Pak Jokowi.

Dan larangan mudik di tahun ini yang dikabarkan jauh-jauh hari tujuannya bukan sekedar untuk meminimalisir lonjakan kasus Covid-19 semata seperti halnya yang telah disampaikan oleh Wakil Presiden, Ma’ruf Amin disela-sela kunjungannya ke Kalimantan Tengah.

Tapi, pemerintah itu sebenarnya tidak melarang kita untuk mudik koq. Percaya deh. Asal mudik tidak dilakukan mendekati hari raya. Karena apa? karena nanti malah akan membuat polisi kepalanya semakin mumet.

Ya bagaimana, Polisi dapat dikatakan juru kunci masyarakat agar tetap tertib di jalan tidak saling serobot apalagi saat mudik lebaran yang mana macet parah. Harus mengatur lalu lintas dengan usaha berlebih. Namun, saat ini keadaan jauh berbeda dibanding mudik sebelum pandemi.

Polisi tak hanya bertugas mengatur lalu lintas saja. Polisi juga harus wajib memeriksa secara jeli apakah masyarakat itu sudah taat Protokol Kesehatan atau tidak. Jujur saja, ini akan membikin tugas dua kali lipat lebih berat terhadap Polisi. Tanpa mengurangi rasa hormat pemerintah Indonesia kepada rakyatnya yang mempunyai empati tinggi serta yang tidak mau melihat antar sesamanya merasakan beban berat, maka dengan itu dikeluarkanlah kebijakan larangan mudik.

Ya, siapa yang bakal menjamin disaat mudik tidak dilarang akan ada salah satu anggota dari asosiai emak-emak sen kiri belok kanan, tidak pakai masker, sukanya pakai daster ikut-ikutan mudik. Dan ketika ditegur malah nyolot. Itu membuat sikap Polisi di mata emak-emak serba salah. Ya, hitung-hitung sebagai wujud antisipasi.

Tags: Larangan MudikRamadhan
Previous Post

Bupati Bojonegoro Gelar Pasar Murah Menjelang Ramadhan, Semoga Tidak Jadi Pasal Kerumunan

Next Post

Asy-Syabab Nusantara dan Perkembangan Sholawat Kontemporer di Bojonegoro (1)

BERITA MENARIK LAINNYA

Luncurkan Zine Langgar Penceng, Pustaka Jenggala Bahas Feodalisme dan Sikap Egaliter khas Bojonegoro
Cecurhatan

Luncurkan Zine Langgar Penceng, Pustaka Jenggala Bahas Feodalisme dan Sikap Egaliter khas Bojonegoro

04/10/2026
Petakan Air Sungai, Tim Ekspedisi Patriot Unair Hadirkan Sumur Bor untuk Warga Manukwari
Cecurhatan

Petakan Air Sungai, Tim Ekspedisi Patriot Unair Hadirkan Sumur Bor untuk Warga Manukwari

02/10/2026
Ketika Pacul Dikalahkan Oleh Harapan Palsu
Cecurhatan

Ketika Pacul Dikalahkan Oleh Harapan Palsu

27/09/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Agenda Sarasehan Jadi Pembuka Festival Ledre Bojonegoro

Agenda Sarasehan Jadi Pembuka Festival Ledre Bojonegoro

07/10/2026
Perluas Gerakan Lingkungan, Desa Sudu Bentuk Pengurus Bank Sampah di Tiga Dusun

Perluas Gerakan Lingkungan, Desa Sudu Bentuk Pengurus Bank Sampah di Tiga Dusun

07/10/2026
Komisi C DPRD Bojonegoro Dorong Mitigasi Bencana Jangka Panjang

Komisi C DPRD Bojonegoro Dorong Mitigasi Bencana Jangka Panjang

06/10/2026
Alkemis Kebudayaan

Alkemis Kebudayaan

05/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: