Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Saat Syekh Abdul Qadir Jailani Menangis di Depan Pemabuk

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
02/09/2021
in JURNAKULTURA
Saat Syekh Abdul Qadir Jailani Menangis di Depan Pemabuk

Shultonul Aulia Syekh Abdul Qodir Jaelani pernah diberi pertanyaan seorang pemabuk. Sebuah pertanyaan yang membuat beliau menangis tersungkur.

Syahdan, Syekh Abdul Qadir Jailani bersama santri-santrinya berpapasan seorang pemabuk yang sedang teler berat. Walau, kondisi mabuk berat, si pemabuk itu memberikan 3 pertanyaan pada Syekh Abdul Qadir al-Jailani.

“Ya Syekh, apakah Allah SWT mampu mengubah pemabuk sepertiku menjadi ahli ta’at?

“Iya, mampu.”

“Apakah Allah SWT mampu mengubah ahli ma’siat sepertiku menjadi ahli ta’at setingkat dirimu?”

“Sangat mampu.”

“Apakah Allah SWT mampu mengubah dirimu menjadi ahli maksiat sepertiku?”

Tanpa menjawab pertanyaan tersebut, Syekh Abdul Qadir al-Jailani langsung tersungkur dan menangis. Lalu, beliau bersujud pada Allah SWT.

Murid-murid Syekh Abdul Qadir al-Jailani kebingungan dan bertanya, “ada apa wahai Syekh?”

“Betul sekali pemabuk ini. Kapan saja Allah SWT mampu mengubah nasib seseorang, termasuk diriku. Siapa yang menjamin diriku bernasib baik meninggal dengan husnul khatimah,” ucap Syekh Abdul Qadir al-Jailani.

Sekelas Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang sangat masyhur kewaliannya saja begitu khawatir dengan dirinya dan tak pernah bangga dengan maqam kewaliannya, apalagi kita yang belum apa-apa. Tak ada alasan untuk berbangga diri dengan amal. Sebab, yang paling utama adalah fadhol dan rohmat Allah SWT.

Tags: Hikayat SufiSufi
Previous Post

7 Lagu Melankolis yang Lahir dari Band Rock

Next Post

Menanamkan Literasi Aswaja secara Bil-ilmi, bukan Bi-ceremony

BERITA MENARIK LAINNYA

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan
Cecurhatan

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

18/05/2026
‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Antiklin Dandangilo: Lipatan Tektonik dan Jejak Rembesan Minyak Dangkal

Antiklin Dandangilo: Lipatan Tektonik dan Jejak Rembesan Minyak Dangkal

25/05/2026
Saat Bumi Terluka, Tubuh Ikut Merasakannya

Saat Bumi Terluka, Tubuh Ikut Merasakannya

24/05/2026
Bojonegoro History Gelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro History Gelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro

24/05/2026
Percakapan di Tengah Hujan dengan Ivan Illich

Percakapan di Tengah Hujan dengan Ivan Illich

23/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: