Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Sunting Melayu, Surat Kabar Perempuan Pertama di Indonesia yang didirikan Rohana Kudus 

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
08/11/2021
in Figur, Headline
Sunting Melayu, Surat Kabar Perempuan Pertama di Indonesia yang didirikan Rohana Kudus 

Rohana Kudus mungkin tak setenar RA Kartini. Namun, dia memiliki peran besar dalam dunia pergerakan kaum perempuan. Salah satunya dengan mendirikan Sunting Melayu. 

Rohana Kudus tentu bukan nama sembarangan. Dia sosok jurnalis perempuan pertama di Indonesia yang mendirikan surat kabar Sunting Melayu, surat kabar perempuan pertama di Indonesia.

Rohana Kudus (1884-1972) merupakan jurnalis perempuan sekaligus aktivis pendidikan asal Agam, Sumatra Barat yang memiliki peran besar dalam peradaban, terutama masalah pendidikan dan kesadaran masyarakat.

Rohana lahir di lingkaran kaum pergerakan Minangkabau. Rohana putri dari Mohamad Rasjad Maharadja Soetan. Rohana juga kakak tiri Soetan Sjahrir, sekaligus bibi dari Chairil Anwar. Rohana, terhitung masih sepupu dengan KH. Agus Salim. Rohana tumbuh di antara kaum pergerakan Minang.

Rohana hidup pada zaman yang sama dengan Kartini. Namanya mungkin tak setenar RA. Kartini. Namun, peran besar yang dia lakukan bukan perkara sepele. Dia mendirikan sekolah. Mendirikan surat kabar. Dan melakukan kerja-kerja pergerakan sosial yang luar biasa pada zamannya.

Tak heran jika Pada 7 November 2019, Rohana Kudus dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi dalam sebuah upacara dalam Istana Negara.

Rohana merupakan istri dari Abdul Kudus. Itu alasan ia terkenal sebagai Rohana Kudus. Rohana aktif menulis di sebuah media bernama Poetri Hindia. Namun, sejak surat kabar itu dibreidel Belanda, ia kembali mendirikan surat kabar baru bernama Sunting Melayu.

Selain aktif sebagai jurnalis dan penulis, Rohana juga aktivis pendidikan. Pada 1911, ia mendirikan Kerajinan Amai Setia (KAS) di Kota Gadang, Agam, Sumatera Barat. Namun, dia harus hengkang dari sekolah yang dia dirikan itu, karena ada perselisihan internal di dalam lembaga.

Rohana pun pindah ke Bukittinggi. Di Bukittinggi, Roehana mendirikan sekolah lagi dengan nama “Roehana School”. Roehana mengelola sekolahnya sendiri tanpa minta bantuan siapa pun untuk menghindari permasalahan yang tak diinginkan terulang kembali.

Kebiasaan menulis dan aktivisme pendidikan yang melekat padanya, membuat Rohana mendirikan surat kabar Soenting Melajoe pada Juli 1912. Soenting Melajoe merupakan surat kabar yang terbit tiga kali dalam seminggu. Dalam sejarah, ia merupakan surat kabar pertama di Indonesia yang pemimpin redaksi, redaktur, dan penulisnya adalah perempuan.

Saat Belanda meningkatkan tekanan dan serangannya terhadap kaum pribumi, Roehana bahkan turut membantu pergerakan politik dengan tulisannya yang membakar semangat juang para pemuda.

Rohana pun mempelopori berdirinya dapur umum dan badan sosial untuk membantu para gerilyawan. Hingga ajalnya menjemput, dia masih terus berjuang. Termasuk ketika merantau ke Lubuk Pakam dan Medan. Di sana dia mengajar dan memimpin surat kabar Perempuan Bergerak.

Tags: Aktivis PerempuanRohana KudusSunting Melayu
Previous Post

Nahdliyin Progresif: Semangat Pembebasan dalam Lembar Sejarah Bojonegoro

Next Post

Sayembara Nulis Momen Rasa Syukur di Tahun 2021

BERITA MENARIK LAINNYA

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia
Figur

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia

26/03/2026
Fazlur Rahman Khan, Sosok di Balik Lahirnya Terminal Haji Jeddah
Figur

Fazlur Rahman Khan, Sosok di Balik Lahirnya Terminal Haji Jeddah

20/03/2026
Bruno Guiderdoni: Keseimbangan Sains, Quran, dan Iman
Figur

Bruno Guiderdoni: Keseimbangan Sains, Quran, dan Iman

18/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah

‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah

20/04/2026
Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

19/04/2026
Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: