Segala sesuatu ada asal usulnya. Salah satu di antaranya bakpia. Apakah bakpia identik dengan Yogyakarta?
Kuliner menjadi kebutuhan manusia setiap harinya. Kuliner saat ini dapat dipesan menggunakan jasa ojek online, bahkan kuliner menjadi konten bagi food vlogger meraih pundi penghasilan.
Kuliner sendiri terdiri dari makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Modern ini, kuliner menjadi identitas suatu daerah dan kuliner memiliki ciri khas antar daerah satu dengan yang lain yang dikemas dengan menarik.
Nabs, jika pun terdapat kesamaan dari kuliner, sudah pasti tetap ada yang berbeda dalam sisi penyajian, bahan, ataupun penyebutan. Hal ini terjadi tidak lepas dari budaya dan geografis daerah.
Luasnya wilayah di Indonesia mejadi sangat beragam kuliner. Geografis daerah mempengaruhi ketersediaan sumber daya alam tertentu dengan ketersediaan yang melimpah. Hal inilah yang membuat manusia beradaptasi dengan lingkungannya dan mencoba memanfaatkan.
Selain faktor sumber daya alam dan manusia, menciptakan inovasi terdapat faktor sejarah. Letak geografis Indonesia yang strategis tidak menutup kemungkinan terjadi interaksi budaya yang termasuk kuliner di dalamnya. Era digital kuliner dikemas praktis dan menarik serta bertahan dalam waktu cukup lama sehingga dapat dijual belikan secara online.
Bakpia Jogja salah satu kuliner yang tercipta dari interaksi masyarakat Yogyakarta dengan masyarakat Tionghoa. Bakpia Jogja dikenal selama ini sebagai roti yang berisikan kacang hijau.
Bakpia merupakan makanan asli dari Tiongkok yang di bawa ke Yogyakarta. Bakpia dari kata bak yang berarti daging dan pia yang berarti kue atau roti.
Bakpia merupakan roti atau kue yang berisikan daging. Daging yang digunakan pada bakpia pada awalnya adalah daging babi. Namun masyarakat Yogyakarta kebanyakan adalah Muslim maka isi dari bakpia diganti daging ayam/sapi.
Faktor ekonomi masyarakat pada kala itu tidak semua dapat membeli daging ayam/sapi, menjadikan bakpia diisi dengan kacang hijau.
Keistimewaan pariwisata di Yogyakarta membuat tingginya pengunjung berdampak munculnya home industry bakpia yang sangat banyak. Untuk membedakan produksi dan tidak membuat bingung pelanggan pada saat itu nomor rumah mereka menjadi label produksi. Nomor rumah tersebut kita kenal dengan istilah pathok.
Selain rasa original, inovasi bakpia menghadirkan berbagai macam rasa dapat dipilih sesuai selera. Sebenarnya daerah lain memiliki kuliner seperti bakpia namun bakpia sudah melekat menjadi oleh-oleh khas Yogyakarta. Yogyakarta memang istimewa, namun pulang kurang istimewa jika tidak membawa bakpia.








