Butuh healing tapi kantong kering, bermainlah ke Tuban. Ada wisata transportasi yang menegangkan.
Nabsky burn out dengan kehidupan kerja yang overwork? Butuh healing tapi kantong kering? Atau ingin meredam anxiety tapi tak ramah warung kopi? Hendak staycation tapi jomlo permanen?
Tenang, saya punya solusi untuk itu semua. Wisata hemat cocok untuk gate keeping, tidak perlu pendamping, dan bisa untuk solo traveling.
Jawabannya adalah menantang petaka atau molo di Jalan Simo-Menilo.
Wisata ini terletak di sepanjang jalan penghubung di antara Desa Simo dan Menilo, Kecamatan Soko, Tuban. Bukan jalan sembarangan karena rute ini dipenuhi dengan tantangan ekstrem. Seperti jalan berkubang, aspal berlubang, batu terkembang, hingga prahoto berlalu lalang. Semua kondimen ini melengkapi sesaji yang siap anda nikmati.
Barangkali mari kita jelentrehkan sekedap. Jalanan ini sebenarnya adalah jalan alternatif penghubung Soko–Bojonegoro akan tetapi karena adanya perbaikan di Jembatan Glendeng maka jalan ini telah menjadi pilihan utama bagi para pengendara motor.
Tentu saja beberapa pengguna mobil yang cukup nekat untuk bersaing dengan pengendara motor juga lebih memilih rute ini mengingat jarak yang ditempuh cukup pendek.
Jalan yang memang dikonstruksi sebagai lintasan utama motor ini, terus saja diperkosa dengan lalu lalang truk bermuatan yang mengambil tanah di sepanjang jalur ini.
Ditambah dengan aroma musim hujan, kian memperburuk citra jalur ini sebagai jalan raya.
Apalagi bila malam datang berkunjung. Maka anda tak perlu menanti Insidious 5 pada tahun depan untuk meneguk suasana mencekam. Sebab hiasan berupa lampu temaram dan jalanan yang runyam adalah kombinasi perfecto untuk menyabung nyawa.
Belum lagi bila anda berpapasan dengan pengendara motor yang berlampu depan putih, amboiii, semakin menambah semarak rasa kesal yang memuncak. Rasanya seperti bertemu dengan cahaya ilahi.
Oh jangan khawatir, itu semua bukan salah pemerintah desa atau Dinas PU atau dinas apapun yang lalai memperbaiki jalan. Bisa jadi kondimen kerusakan itu semua adalah bagian dari satu rencana yang visioner tentang desa wisata. Pasti nabsky bertanya-tanya di manakah letak wisatanya? Ya itu tadi, jalanan yang tak lazim untuk olahraga ekstrem.
Paling tidak, Jalan Simo-Menilo apabila hendak dijadikan sebagai bagian dari desa wisata, ia sudah punya satu dari 3 poin. Yaitu konsep desa wisata yang unik, selain kondisi desa yang sekarang dan keadaan masyarakat dan struktur organisasi. Bila desa wisata yang lain punya keunggulan potensi pada struktur geografis desa. Seperti Desa Klumpit (Soko) yang punya agrowisata berupa Agro Park Klumpit.
Agrowisata ini didukung dengan keberadaan lahan di atas perbukitan sehingga menampilkan pemandangan yang menyejukkan mata. Atau Desa Rendeng (Malo, Bojonegoro) yang masyhur akan Wisata Edukasi Gerabah.
Jelas potensi ini disokong dengan sanad keterampilan dalam membuat gerabah yang sudah diturunkan dari satu generasi ke generasi yang lain selama ratusan tahun. Maka keunikan dari konsep desa wisata di jalur Simo-Menilo, terletak pada kondisi jalanan tak lazim yang cocok untuk olahraga ekstrem, wqwqwq.
Ada beragam manfaat yang bisa anda dapatkan dari mencoba olahraga ekstrem. Baru-baru ini penelitian telah menemukan bahwa partisipasi dalam olahraga ekstrim memicu banyak manfaat psikologis yang positif. Misalnya, Willig (2008) menemukan berbagai manfaat psikologis positif dari partisipasi kita dalam olahraga ekstrem. Brymer dan lain-lain (Brymer dan Gray, 2010a, 2010b; Brymer et al., 2009) menemukan bahwa olahraga ekstrim memicu hubungan psikologis positif dengan alam yang dapat menguntungkan bagi individu. Partisipasi dalam olahraga ekstrem juga dapat mengembangkan keberanian dan kerendahan hati (Brymer dan Oades, 2009).
Selain manfaat dari aspek psikologis, didapat pula manfaat dari segi kesehatan. Meski tiap jenis olahraga ekstrem punya nilai kebermanfaatan yang berbeda setidaknya ada beberapa titik temu yang berlaku secara umum. Holly Chavez menuturkan beberapa keuntungan dari olahraga ekstrem antara lain adalah, melatih kemampuan untuk tetap fokus, merenggangkan otot, menaikkan ketangkasan dalam mengelola rasa takut, variasa kerja otot, dan pembakaran kalori dengan tingkat tinggi.
Maka bagi pengidap kantong kering aka kanker yang kurang mampu untuk self reward atau penderita social awkward yang mencoba menghindari keramaian warung kopi atau pelaku overwork yang tak punya cukup waktu bertamasya, mencoba berkendara di jalanan Simo-Menilo adalah pilihan yang layak untuk dicoba. Selamat menikmati dan wallahu a’lam bis showab.








