Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Raja Zalim dan Wali Penjinak Singa Lapar

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
04/02/2022
in Headline, JURNAKULTURA
Raja Zalim dan Wali Penjinak Singa Lapar

Kisah tentang penguasa zalim dan seorang wali yang membuatnya kapok. 

Syekh Bunan Hammal sosok alim yang santun. Suatu saat, dia membuat marah penguasa Mesir kala itu, Raja Khumarawayh bin Ahmad bin Tulun hanya karena tak nurut pada kebijakan raja yang dia nilai mubazir dan tak bermanfaat.

Syekh Bunan tak pernah mengkritik. Beliau hanya tak nurut pada kebijakan yang tak memberi manfaat pada masyarakat. Namun, hal itu membuat sang raja geram.

Raja pun meminta agar Syekh Bunan ditangkap, lalu dilempar ke kandang singa lapar, agar tak ada lagi orang yang berani menentang kesewenang-wenangannya dalam memerintah.

Syekh Bunan pun bersedia ditangkap. Bahkan, saat diberitahu akan dijebloskan ke kandang singa, dia tetap santai dan tak ambil pusing. Itu membuat sang raja tambah kian geram pada Syekh Bunan.

Saat Syekh Bunan dimasukkan ke kandang, seekor singa besar memang mendekatinya. Namun, singa itu hanya berputar-putar, sesekali menggerak-gerakkan ekor dan menjilat manja lengan Sang Syekh, lalu pergi menjauh begitu saja.

Sementara Sang Syekh justru tampak santai sambil memikirkan sesuatu. Bahkan, Syekh Bunan tak tahu jika  singa besar itu telah menjauh dari dekatnya. Syekh Bunan seperti merenungkan sesuatu.

Menyaksikan peristiwa itu, raja sadar bahwa Syekh Bunan bukan orang biasa. Melainkan seorang wali yang dijaga dan berada dalam pengawasan Allah. Raja pun kapok dan membebaskan Syekh Bunan Al Hammal tanpa syarat.

Saat Syekh Bunan bebas, orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu pun bertanya: “Wahai Syekh, tadi saat berhadapan dengan singa lapar, engkau malah merenung, apa yang kau pikirkan?” tanya mereka.

“Aku sedang memikirkan perbedaan pendapat para ulama tentang hukum jilatan (air liur) singa, apakah najis atau suci”. Jawab Syekh Bunan dengan santuy dan tenang.

Lihatlah, ulama zaman dulu, selalu memikirkan sesuatu yang sangat esensial dalam hal beragama. Mereka tak pernah memikirkan pengaruh kelompok, eksistensi diri, kemuliaan pribadi, apalagi demonstrasi dengan kemarahan yang berapi-api.

Syekh Bunan adalah Abul Hasan Bunan bin Muhammad Al Hammal (w. 316 H). Seorang waliyullah besar asal Mesir yang hidup sezaman dengan Syekh Abul Qosim Al Junaid dan Syekh Abul Husain Al Nuri.

 

 

 

Tags: Cerito Wali-waliKisah SufiWalipedia
Previous Post

Strategi Pemasaran dan Digital Branding Desa Wisata ala Demi Dewi

Next Post

Yang Menanti di Palasari

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026
Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro

15/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: