Kisah tentang penguasa zalim dan seorang wali yang membuatnya kapok.
Syekh Bunan Hammal sosok alim yang santun. Suatu saat, dia membuat marah penguasa Mesir kala itu, Raja Khumarawayh bin Ahmad bin Tulun hanya karena tak nurut pada kebijakan raja yang dia nilai mubazir dan tak bermanfaat.
Syekh Bunan tak pernah mengkritik. Beliau hanya tak nurut pada kebijakan yang tak memberi manfaat pada masyarakat. Namun, hal itu membuat sang raja geram.
Raja pun meminta agar Syekh Bunan ditangkap, lalu dilempar ke kandang singa lapar, agar tak ada lagi orang yang berani menentang kesewenang-wenangannya dalam memerintah.
Syekh Bunan pun bersedia ditangkap. Bahkan, saat diberitahu akan dijebloskan ke kandang singa, dia tetap santai dan tak ambil pusing. Itu membuat sang raja tambah kian geram pada Syekh Bunan.
Saat Syekh Bunan dimasukkan ke kandang, seekor singa besar memang mendekatinya. Namun, singa itu hanya berputar-putar, sesekali menggerak-gerakkan ekor dan menjilat manja lengan Sang Syekh, lalu pergi menjauh begitu saja.
Sementara Sang Syekh justru tampak santai sambil memikirkan sesuatu. Bahkan, Syekh Bunan tak tahu jika singa besar itu telah menjauh dari dekatnya. Syekh Bunan seperti merenungkan sesuatu.
Menyaksikan peristiwa itu, raja sadar bahwa Syekh Bunan bukan orang biasa. Melainkan seorang wali yang dijaga dan berada dalam pengawasan Allah. Raja pun kapok dan membebaskan Syekh Bunan Al Hammal tanpa syarat.
Saat Syekh Bunan bebas, orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu pun bertanya: “Wahai Syekh, tadi saat berhadapan dengan singa lapar, engkau malah merenung, apa yang kau pikirkan?” tanya mereka.
“Aku sedang memikirkan perbedaan pendapat para ulama tentang hukum jilatan (air liur) singa, apakah najis atau suci”. Jawab Syekh Bunan dengan santuy dan tenang.
Lihatlah, ulama zaman dulu, selalu memikirkan sesuatu yang sangat esensial dalam hal beragama. Mereka tak pernah memikirkan pengaruh kelompok, eksistensi diri, kemuliaan pribadi, apalagi demonstrasi dengan kemarahan yang berapi-api.
Syekh Bunan adalah Abul Hasan Bunan bin Muhammad Al Hammal (w. 316 H). Seorang waliyullah besar asal Mesir yang hidup sezaman dengan Syekh Abul Qosim Al Junaid dan Syekh Abul Husain Al Nuri.








