Melalui produksi pupuk kompos, mahasiswa berkontribusi agar para petani bisa bergerak mandiri.
Kelompok Kerja Nyata (KKN) 36 Unugiri di Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, berhasil memproduksi pupuk kompos hasil pelatihan kerjasama dengan Kelompok Tani (Poktan), dan Ustan Mandiri, yang produknya secara simbolis diberikan saat penutupan KKN di Balai Desa Ngrejeng, Jumat (18/2/22).
Turut hadir dalam penutupan KKN 36 Ngrejeng, Camat Purwosari Moh Saipul beserta Kasi PMD M Aris H, Kades Ngrejeng Arif Yanuar Andika P beserta perangkat, DPL KKN UNUGIRI Dr. Hj. Sri Minarti, M.Pd.I., dan Usman Roin, M.Pd., Ketua Ustan Mandiri, Ketua Poktan, ibu PKK, BPD, Katua jamiyyah tahlil, karang taruna, serta PR IPNU-IPPNU Desa Ngrejeng.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Ahmad Afri Wijananto mengatakan, bila pupuk kompos hasil pelatihan Jumat (28/1/22) kepada tiga Poktan pasca fermentasi selama 15 hari telah jadi 47 bungkus.
“Pasca pelatihan pupuk kompos kepada Kelompok Tani (Poktani) Ngrejeng, kerjasama dengan Ustan Mandiri sebagai pemateri, alhamdulillah hasilnya kali ini bisa kami bagikan kepada perwakilan Poktan, Lurah beserta perangkat, juga ada yang terjual”, ungkapnya.
Ia menambah, prioritas pupuk kompos dijadikan program utama karena potensi Poktan banyak yang memiliki hewan ternak baik kambing dan sapi.
“Poktan yang memiliki hewan ternak setelah kami himpun ada 899 dari 1.124 KK. Karenanya, kami fokuskan sebagai program utama memprodukai pupuk kompos agar potensi kotoran ternak yang dihasilkan bisa diolah, lalu hasilnya bisa digunakan para petani sebagai penyubur lahan pertanian dan media tanam polibag”, imbuhnya.
Dalam sambutannya, Moh Saipul selaku Camat Purwosari menyampaikan, walau singkat tim KKN mendarmabaktikan ilmunya, kualitas pengabdian sangat baik dari sisi kemanfaatan dan keberlanjutan, yakni menggali potensi lokal untuk kepentingan petani.
“Pilihan tema program utama berbasis keramahan alam, ini menjadi hal yang menarik. Persoalan ketersediaan pupuk, selalu menjadi persoalan pemerintah. Belum lagi, masih minimnya kesadaran petani, saat mengolah pertanian menggunakan bahan ramah alam. Tapi selalu bergantung kepada pupuk kimia. Atas capaian ini, terima kasih untuk adik-adik”, ucapnya.
Saipul juga berhadap, bahwa penutupan ini awal dari pengenalan. Apalagi, mahasiswa yang KKN manyoritas berasal dari Purwosari. Terhadap program unggulannya lanjutkan untuk memantik petani mandiri, berdikari, kreatif memanfaatkan kotoran ternak untuk kemanfaatan pertanian, tegasnya.
Adapun Kades Ngrejeng Arif Yanuar Andika P, mengucapkan terima kasih dan siap menerima dengan lapang dada bilamana ada mahasiswa KKN UNUGIRI di desanya.
“Melihat kerjasama dan bentuk kegiatan adik-adik KKN UNUGIRI, saya mempersilahkan bilamana Desa Ngrejang ditempati lagi. Atas segala jerih payah adik-adik semua, saya ucapkan terima kasih,” tegasnya.
Senada dengan Kades, Dosen Pembimbing Lapangan Dr Hj Sri Minarti sangat bangga kepada mahasiswa KKN di Desa Ngrejang atas kolaboratifnya dengan stakeholder demi menelurkan potensi lokal menjadi program unggulan.
“Di era 5.0, berbaur dan kerjasama menjadi cirinya. Tidak ada yang bisa sukses tanpa kerjasama atau berkolaborasi dengan orang lain. Karenanya, ibu bangga atas kerjasama anak-anakku dengan Poktani, Ustan Mandiri, menghasilkan produk pupuk kompos. Belum lagi kerjasama dengan Madrasah, Madin, ibu-ibu PKK, Karang Taruna, Kelurahan, ini pengatahuan praktik lapangan yang berhasil dilakuan,” tuturnya.
Di akhir acara penutupan KKN, secara simbolis diserahkan produk pupuk kompos kepada Poktan Suka Mukti Nglegok, Poktan Suka Makmur Ngrejeng, dan Poktan Suka Bakti Clili.








