Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Berikut 3 Macam Sedotan yang Ramah Lingkungan untuk Meminimalisir Krisis Ekologi Global

M. Baharuddin Romadhoni by M. Baharuddin Romadhoni
24/03/2022
in JURNAKULTURA
Berikut 3 Macam Sedotan yang Ramah Lingkungan untuk Meminimalisir Krisis Ekologi Global

Ada tiga macam sedotan yang ramah lingkungan. Sedotan mana yang pernah Nabsky temukan?

Nabs, bisa diterapkan di kedai-kedai, warung kopi, dan tentunya untuk individu sendiri terkait penggunaan sedotan yang ramah lingkungan. Perubahan iklim atau climate change terus menjadi persoalan yang marak dibahas akhir-akhir ini.

Segelintir manusia meningkatkan elaborasi yang ketat untuk memahami dampak peningkatan gas rumah kaca yang disebabkan oleh banyaknya emisi karbon yang kita keluarkan terus melonjak.

Hal tersebut mengakibatkan lapisan ozon menipis sehingga memicu pemanasan global yang berkembang semakin cepat, lebih dari apa yang diperkirakan.

Dalam perjanjian iklim internasional mereka menggemborkan perihal tanggung jawab bersama manusia namun dibeda-bedakan di setiap negara.

Padahal ya Nabs, semua ikut bertanggung jawab atas perubahan iklim.

Anggapan manusia yang menguasai dan menjadi pusat alam semesta dan segala binatang di bumi, merupakan nubuat yang digaungkan oleh para antroposen, manusia menganggap alam layaknya properti yang digunakan serta-merta tanpa adanya tendensi aling-aling, bahwa alam juga subjek yang bisa merasakan sensasi dan rasa sakit.

Manusia melepaskan relasinya dengan lingkungan karena alam dianggap non rasional sedangkan manusia rasional berhak mengubah, memodifikasi, dan menjarah alam.

Sebabnya, sampah-sampah di bumi khususnya sampah plastik menumpuk di laut, sungai, danau, tempat warkop, jalanan, dan lain sebagainya.

Imbasnya, makhluk hidup yang berdiam di lingkungan tersebut terkontaminasi bahaya sampah plastik. Terkhusus, sedotan yang digunakan sekali pakai yang jamak kita temui di warung-warung, kedai toko, warkop, kafe-kafe, dan tempat-tempat yang sekiranya menjadi alasan menggunakan sedotan sekali pakai.

Menurut ahli gizi, Christy Brisellete, dampak negatif penggunaan plastik tidak hanya mengimbas pada hewan dan lingkungan, namun manusia juga terkena imbasnya.

Minum dengan menggunakan sedotan plastik menyebabkan kembung di perut karena lebih banyak meningkatkan gas dan udara yang masuk ke sistem pencernaan.

Dampak lain dari penggunaan sedotan plastik , beresiko merusak gigi sehingga mengalami masalah gigi berlubang. Salah satu efek sedotan plastik juga berdampak pada kesehatan tubuh manusia karena menggunakan bahan kimia sudah jamak kita ketahui secara signifikan.

Bahkan, lingkungan secara representatif, untuk mengurai sampah plastik kembali normal membutuhkan waktu selama 200 tahun. Bayangkan, selama itu untuk mengurai sedotan yang kita pakai sehari-hari.

Menurut data yang dimiliki oleh Divers Clean Action, kelompok pemerhati lingkungan khususnya wilayah lautan, pada tahun 2018 pemakaian sedotan di Indonesia mencapai 93.244.847 batang setiap harinya.

Itupun baru sebagian yang kita tahu, bahkan data tersebut mungkin kurang dari apa yang ada secara lebih diperhatikan pada tahun-tahun berikutnya.

Oleh karenanya, manusia seyogianya mengganti sedotan plastik sekali pakai dengan beralih menggunakan sedotan ramah lingkungan, baik sedotan dari bahan alami maupun dari bahan non alami yang bisa digunakan kembali.

Berikut rekomendasi sedotan ramah lingkungan dari saya menurut pengamatan di berbagai media.

Pertama, sedotan alami. Alam menyediakan berbagai fasilitas gratis untuk mahkluk hidup, oleh karenanya ia memberikan sumbangsih untuk membuat inovasi sedotan dari bahan alami, seperti sedotan dari; rumput liar, batang pepaya, bambu, batang kangkung, daun kelapa, jerami, dan yang terbaru adalah sedotan purun yang berasal dari Vietnam dengan berbahan baku berupa eceng gondok dan purun.

Sedotan alami tersebut, bisa kalian buat sendiri dengan memanfaatkan tanaman yang tumbuh di daerah Anda.

Sedotan alami bisa dijual di kedai, digunakan untuk warkop dan kafe-kafe ramah lingkungan, tentunya untuk memenuhi kebutuhan minum di rumahmu sendiri.

Meski penggunaan sedotan alami sekali pakai atau beberapa hari, setidaknya dengan upaya tersebut kita bisa menjauhi sedotan yang berbahan dasar plastik.

Kedua, sedotan non alami. Manusia dengan segala kemampuan akal budinya bisa menciptakan inovasi terbaru untuk menjauh dari sedotan plastik. Kini sedotan yang bisa digunakan beberapa kali dan dicuci tercipta oleh tangan manusia seperti sedotan; stainless steel, kaca, silikon, dan akrilik.

Sedotan tersebut salah satu upaya penggunaan sedotan sekali pakai karena sedotan berbahan baku stainless steel, kaca, silikon, dan akrilik bisa digunakan berkali-kali dan tentunya bisa dicuci setelah menggunakannya.

Mungkin untuk hal ini, kedai, warung kopi, dan kafe, seyogianya menjual dan menyediakan sedotan tersebut agar mengurangi penggunaan sedotan plastik sekali pakai. Jika belum ada setidaknya kita bisa membeli sedotan tersebut untuk digunakan minum sehari-hari.

Ketiga, sedotan yang bisa dimakan. Upaya selanjutnya adalah menggunakan sedotan yang bisa dimakan; seperti sedotan astor, bacon, dan sedotan startup dari Amerika.

Tentunya gak mau ribet bisa menggunakan astor atau sejenisnya yang bisa digunakan untuk meminum sekaligus dimakan. Enak dong…masa gak bisa ni kalian.

Biasanya anak kecil yang suka pakai cara begini. Mengapa kita para remaja tidak bisa? Setidaknya itu salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik, Nabs.

Oleh karenanya, manusia seyogianya berinovasi dan berkolaborasi untuk menanamkan aksi daripada teori dan menunggu teknologi yang digadang-gadang akan menghambat perubahan iklim seperti teknologi penangkap karbon, pengubah karbon, dan bla, bla, bla yang lain.

Sampai kapan kita menunggu semua angan-angan teknologi yang bisa mengatasi perubahan iklim saat ini, yang juga memakan waktu yang tidak jelas dengan biaya yang mahal.

Aksi dibutuhkan karenanya dengan menghambat dan mengganti dari hal sekecil yang jamak kita temui di kehidupan kita seperti penggunaan sedotan plastik dengan menggantinya dengan 3 upaya di atas, setidaknya membantu mengurangi penggunaan sampah plastik yang tak ada habisnya oleh para perusahaan yang tidak bertanggung jawab.

Kenapa kita harus menunggu yang tidak pasti dan kenapa kita tidak bertindak saja untuk mengurangi sampah plastik dengan berbagai upaya kreativitas dan inovasi kita. Saya kira manusia yang menggunakan akal sebaik-baiknya adalah yang bermanfaat bagi semua mahkluk dan alam.

Tags: EkologiSedotan Alami
Previous Post

Fenomena Kecanduan Hukum

Next Post

Memahami Rasa Takut dan Nalar dari Pink Floyd

BERITA MENARIK LAINNYA

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan
Cecurhatan

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

18/05/2026
‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

01/06/2026
Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: