Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Menjadi Pribadi Berilmu: Pelajaran Ketiga dari Ahmad Dahlan

Ahmad Fuady by Ahmad Fuady
08/04/2022
in Figur
Menjadi Pribadi Berilmu: Pelajaran Ketiga dari Ahmad Dahlan

“Jangan sekali-kali merasa cukup dengan pengetahuannya sendiri, apalagi menolak pengetahuan orang lain”. (Kiai Ahmad Dahlan).

Hajat penting yang tidak disadari manusia adalah hajat terhadap masalah. Masalah yang dimaksud di sini adalah adanya jarak antara kebutuhan dengan upaya pemenuhannya. Masalah adalah pemantik manusia untuk mendayagunakan budi dan pikirnya. Ketegangan kreatif antara masalah dengan daya pikir adalah ‘keberkahan’.

Selama masih tersedia masalah, peluang lahirnya inovasi sangat terbuka lebar. Lebih mendasar lagi, selama kebutuhan manusia berubah, potensi lahirnya ilmu pengetahuan baru akan semakin besar. Ujung akhirnya, adanya perubahan dalam lanskap kebudayaan, peradaban, dan kehidupan umat manusia.

Kontinuitas perjalanan hidup manusia lahir dari upaya terus-menerus yang dilakukan manusia untuk terpenuhinya kebutuhan hidupnya. Perubahan kehidupan manusia terjadi saat tantangan hadir membawa peluang bagi selesainya persoalan.

Jembatan yang memungkinkan kejadian itu adalah ilmu pengetahuan. Modalitas utama yang patut senantiasa diayukuri oleh umat manusia adalah akal untuk berpikir, berkreasi, berbudi, dan berdaya. Kiranya Tuhan pencipta semesta dan manusia telah sempurna desain besarnya.

Dengan demikian, kiranya, selama mansia masih bertahan di bumi ini, sejatinya perubahan akan terus menerus terjadi. Dinamika peradaban tidak akan pernah terputus. Derap kemajuan mustahil untuk dihentikan, atau sekadar untuk diinterupsi.

Meski demikian, penolakan atau penerimaan negatif terhadap perubahan pasti terjadi. “Manusia itu kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekslu, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian menjadi biasa,” kata Kiai Dahlan. Kebiasaan ini akan menjadi tabiat, adat, dan keyakinan yang dipertahankan segenap jiwa raga. “Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar,” pungkas Kiai Dahlan.

Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh manusia dari interaksi dan sosialisasinya dengan sekitar membentuk persepsi manusia tentang benar dan salah. Hal ini lantas diterima sebagai kebenaran yang diyakini oleh seseorang. Hal ini tentu tidak salah, menjadi masalah jika kebenaran yang diyakini telah final dan menutup kemungkinan adanya perubahan dan kebenaran lain.

“Kebanyakan manusia,” terang Kiai Dahlan dengan menguti pendapat Muhammad Abduh, “mula-mula sudah memiliki pendirian. Setelah itu baru mencari dalil dan tidak mau mencari dalil selain yang sudah cocok dengan keyakinannya dan jarang sekali mereka mencari dalil untuk dipakai dan diyakinkan.”

Kiai Dahlan meletakkan prinsip penting dalam belajar. Seorang pembelajar tentu harus membuka lapang-lapang dada dan pikirannya untuk menerima ilmu dan perkara baru. Tanpa mau terbuka, maka ujung pencariannya dalam proses belajar bukan kebenaran, melainkan pembenaran.

Pembenaran sebagai panglima sudah barang tentu akan menjadi hijab untuk memperoleh kebenaran hakiki; tertutupnya dialog; menolak mentah-mentah apa yang berasal dari pihak yang berseberangan; dan menilai pendapat pihak lain salah.

Seorang pembelajar harus senantiasa bersungguh-sungguh menilai beraneka pendapat. Pendapat yang berbeda dikaji  dengan kepala dan dada terbuka untuk menilik dasar argumennya, kekokohan logikanya, dan kesokidan teorinya. Langkah-langkah ini akan mampu mengantarkan sampai ke ujung yang dicari: Kebenaran.

Upaya yang demikian akan menemui halangan jika egoisme, fanastisme, dan semangat menang-kalah mendominasi. Sifat-sifat ini adalah musuh yang harus dilawan dengan serius bagi setiap pembelajar. Jika demikain persoalannya, memperbaiki orientasi dan niat dalam belajar mendapat porsi lebih.

Penghalang yang tidak kalah penting bagi seorang pembelajar adalah penolakan atas sesuatu yang benar diakrenakan oleh orang yang membawa kebenaran tersebut. Hakikat benar dan salah sebenarnya telah diketahui bersama, namun karena individu yang menyampaikan kebenaran tersebut tidak disukai, maka kebenaran yang ada menjadi ditolak.

Boleh jadi ketidaksukaan kepada seseorang itu disebabkan oleh ketidakpahaman kepada sosok tersebut. Seseorang yang tidak tahu, cenderung membenci karena ketidaktahuannya. “Manusia itu semua benci kepada yang tidak diketahui.”

Belajar dan mengupayakan ilmu pengetahuan dan kebenaran secara terus-menerus amat penting dalam mengelola dinamika kehidupan. Perubahan dalam aras kehidupan manusia tidak terelakkan, sehingga yang bisa diupayakan adalah mengelolanya. Syarat utamanya adalah ilmu pengetahuan.

“Orang itu harus dan wajib mencari tambahan pengetahuan,” pesan Kiai Dahlan dalam Tali Pengikat Hidup, “Jangan sekali-kali merasa cukup dengan pengetahuannya sendiri, apalagi menolak pengetahuan orang lain.

Tags: KH Ahmad DahlanMuhammadiyahPesan Kiai Dahlan
Previous Post

Memahami Kembali Peran Masjid Lewat Insiden Ganjar dan Spanduk #SAVEWADAS

Next Post

Guru Mbah Hasyim (1): Karena Terlalu Alim, Syekh Nawawi pernah Dideportasi

BERITA MENARIK LAINNYA

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia
Figur

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia

26/03/2026
Fazlur Rahman Khan, Sosok di Balik Lahirnya Terminal Haji Jeddah
Figur

Fazlur Rahman Khan, Sosok di Balik Lahirnya Terminal Haji Jeddah

20/03/2026
Bruno Guiderdoni: Keseimbangan Sains, Quran, dan Iman
Figur

Bruno Guiderdoni: Keseimbangan Sains, Quran, dan Iman

18/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: