Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Tentang Variabel Jarak dan Ekuilibrium Waktu

Ahmad Fuady by Ahmad Fuady
13/07/2022
in Headline
Tentang Variabel Jarak dan Ekuilibrium Waktu

Variabel bernama waktu menjadi jarak yang terbentang dalam hubungan orang tua dengan anak. Waktu adalah aktor utama pembelah jarak.

Iduladha tahun ini kami rayakan di Yogyakarta. Tidak ada rencana sebelumnya, tetapi karena ortu sakit, jadilah kami pergi ke Yogya. Saya, untuk pertama kalinya, melihat medali cumlaude dari Kampus Biru Bulaksumur di kamar kami. Ya, pertama kali. Sebelumnya hanya melihat piagam sebagai wisudawan terbaik ke-3 di Fakultas.

Pemilik medali itu adalah orang yang selalu menekankan ke kami, terutama saya, terkait hal ini: Tidak usah terburu-buru dengan capaian pendidikan anak, yang penting sejak dini senang belajar dan membaca, bisa dan runut menyampaikan pikirannya. Ya, pemilik medali itu ibu dari anak kami.

Dua hari lalu, di lini masa Twitter-ku, melintas cuitan seorang profesor bidang kedokteran yang pernah tidak naik kelas saat sekolah dasar. Beliau berpesan untuk tidak membanding-bandingkan capaian, prestasi, dan tahapan perkembangan antar anak. Yang paling penting kata beliau: Senang belajar.

Obrolan yang juga sempat ramai di Twitter adalah tentang seorang anak SMK yang mengkritik budaya kedisiplinan di sekolah. Berdasarkan pengalaman dan bacaannya, siswa tersebut mendekonstruksi pelaksanaan kedisiplinan di sekolah.

Topik ini kemudian melebar hingga ke persoalan membanding-bandingkan: “Dulu seusianya, kami tidak bisa serunut dan sekritis itu”, “wah, argumentasinya dangkal dan lebih runut anaknya si Anu”, dan juga “ya wajar masih remaja, masih meledak-ledak, nanti kalau bertambah umur dan bacaan akan lebih bijak”. Dan komentar lain-lainnya.

Pagi ini, dengan geleng-geleng kepala, saya membaca berita terkait seorang menteri yang meminta masyarakat untuk memilih anaknya dalam pemilihan kepala daerah. Netizen mengeritik sang menteri karena dianggap menggunakan kesempatan dan posisi sebagai menteri untuk mengampanyekan putrinya.

** **

Lebih dari sedekade lalu, saya pernah membuat sajak yang direplika di sebuah kaus organisasi yang aku terlibat di dalamnya. Potongan sajaknya begini: “Kita lahir dari rahim Sang Waktu, besar bersama waktu, dan akan menang bersama waktu.”

Variabel bernama waktu menjadi jarak yang terbentang dalam hubungan orang tua dengan anak. Orang tua lahir dan tumbuh dua puluh hingga tiga puluh tahun lebih dahulu dibandingkan anak. Altar sosial dan lingkungan tentu berbeda dalam jarak waktu puluhan tahun tersebut. Ilmu, pendekatan, metode, dan lipatan teknologi sudah barang tentu mengalami perkembangan.

Waktu adalah aktor utama pembelah jarak. Saat orang tua gagap dengan teknologi, anak begitu asyik. Saat orang tua berpikir linier, anak berpikir sangat acak. Ketika orang tua mulai bijak memilih langkah, anak mencoba-coba banyak langkah.

Begitupun saat orang tua perlahan-lahan menurunkan ambisi dan tanggung jawab, anak perlahan-lahan menjadi determinan dengan segala ambisi dan raihan tanggung jawab.

Jarak bernama waktu itu idealnya dipangkas. Tentu tidak mudah, karena meminta salah satu dari dua hal ini: Orang tua yang melompat maju/mundur untuk hidup dengan dunia anaknya, anak melompat maju/mundur dengan sigap ke dunia orang tua. Atau keduanya berjalan mendekat sesamanya.

Perjalanan menjadi orang tua bagi anaknya adalah perjalanan memangkas waktu untuk menciptakan ekuilibrium atau keseimbangan hubungan antara keduanya. Perjalanan masing-masing orang tua dan anak itu ujungnya tidak pasti, panjang, dan berbeda-beda bagi setiap orang. Tentu, jawaban dari perjalanan itu tidak sama.

Maka tulisan ini dicukupkan sampai di sini, tanpa solusi dan jawaban. Karena waktu adalah jawabannya.

 

Tags: Cecurhatan JurnabaEkuilibrium waktuJarak
Previous Post

EMCL Gelar Pelayanan dan Konsultasi Kesehatan untuk Masyarakat Sekitar Lapangan Banyu Urip

Next Post

Kisah Malam Jum'at: Empati yang Berujung Malapetaka

BERITA MENARIK LAINNYA

Hakekat Lomba Agustusan dalam Kehidupan Sehari-hari
Headline

Hakekat Lomba Agustusan dalam Kehidupan Sehari-hari

17/08/2024
Islam Indonesia dan 7 Strata Masyarakat Nusantara
Headline

Islam Indonesia dan 7 Strata Masyarakat Nusantara

12/07/2024
5 Kuliner Bojonegoro Tempo Dulu yang Harus Kamu Tahu
Destinasi

5 Kuliner Bojonegoro Tempo Dulu yang Harus Kamu Tahu

07/05/2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: