Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mengalirkan Kebahagiaan dan Inspirasi

Ahmad Fuady by Ahmad Fuady
13/05/2024
in Cecurhatan
Mengalirkan Kebahagiaan dan Inspirasi

Hakikat dalam hidup adalah “proses menjadi”. Tidak berhenti tentang eksistensi atau keberadaan. Segala keberadaan berada dalam lintasan proses panjang untuk menjadi. Perihal penting yang senantiasa harus ada adalah pergerakan, kemajuan, dan perjuangan. Setidaknya, begini pandangan Hieraklitos yang disitir dalam Alam Pikiran Yunani (1980) karya Bung Hatta.

Pergerakan yang senantiasa diinisiasi dan ditirakati, kemajuan yang diupayakan tanpa berkeputusan, dan perjuangan yang melalui banyak kontradiksi atas hal-hal yang diinginkan dan tidak diinginkan. Pergerakan, kemajuan, dan perjuangan adalah tanda adanya kehidupan.

Ketiganya adalah induk dari segala rupa wajah kehidupan. Semuanya mengalir, bergerak, maju menuju kondisi yang berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Perubahan adalah keniscayaan yang senantiasa harus diupayakan. Tiada perubahan yang hadir dan menghampiri tanpa adanya keseriusan dan kesungguhan kemauan.

Tidak hanya bermodal kesungguhan dan keseriusan, perubahan juga memerlukan alat yang benar dan tepat agar menuju arah yang diinginkan. Alat yang mampu memandu perubahan ke arah yang benar, lagi-lagi mengutip dari Hieraklitos, adalah logos atau pikiran yang benar.

Setiap manusia memiliki akal dan pikiran, namun tidak semuanya mampu meraih dan memiliki akal yang sehat serta pikiran yang benar. Manusia yang hidup dengan keandalan pikirannya adalah manusia yang beruntung. Hidup dengan berpikir adalah pangkal kebahagiaan.

Mempunyai pengetahuan sebagai buah pikiran yang benar adalah kebahagiaan yang sebesar-besarnya. Maka beginilah rumusnya: Perubahan, pengetahuan, dan kebahagiaan. Perubahan memerlukan pengetahuan, dan pengetahuan yang benar mengantar pada kebahagiaan.

Pentingnya pengetahuan sebagai buah akal pikiran yang benar sebagai dasar kebahagiaan juga diuraikan Imam al-Ghazali dalam Kimia Kebahagiaan (2004). Manusia, kata Sang Imam, diperintahkan Tuhan untuk menyungkap gelapnya kebodohan dengan cahaya akal pikirannya.

Akal pikiran hendaknya menjadi panglima yang mengendalikan nafsu dan amarah. Akal pikiran yang berlaku demikian adalah sumber kebahagiaan. Ujungnya adalah puncak kebahagiaan yaitu kesempurnaan pribadi dalam meraih ketaatan dalam ibadah kepada Tuhan.

Kebahagiaan, tidak ada seorang pun yang bernyawa menyelisihinya. Kebahagiaan adalah titik yang memandu keseluruhan upaya manusia selama hidupnya. Kondisi kebahagiaan yang dirasakan seseorang, menurut Zakiah Daradjat (1982), adalah ciri bagi kesehatan mental atau jiwa. Kebahagiaan dalam hidup menjadi ukuran bagi sehatnya mental seseorang. Hidup yang bahagia sesungguhnya adalah capaian tertinggi yang dituju manusia.

Hidup yang bahagia dapat terwujud ketika manusia dapat diterima dengan baik di dalam lingkungan tenpat hidupnya. Lebih dari itu, kebahagiaan akan meluap-luap saat seseorang dapat memberikan manfaat, kegunaan, dan inspirasi kepada orang lain di sekitarnya.

Menjadi manusia bermanfaat, berguna, dan memberi inspirasi lahir dari penerimaan dan penghargaan atas setiap potensi individu. Penerimaan dan pengharagaan akan makin sempurna dengan pemberian kesempatan setara bagi setiap individu untuk mengembangkan potensi dan kemampuan tersebut.

Kebahagiaan merupakan kondisi yang hadir saat seseorang merasa berharga, berguna, bermanfaat, dan menginspirasi dengan menghadirkan potensi bakatnya. Mengasah bakat potensi dengan terus memperkaya ilmu dan pengetahuan merupakan upaya yang seharusnya tidak pernah putus dan senantiasa mengalir untuk menghadirkan kebahagiaan bagi diri sendiri.

Tidak beehenti di situ, kebahagiaan diri adalah gerbang untuk menghadirkan inspirasi bagi hadirnya kebahagiaan orang lain. Dengan demikian, kebahagiaan menjadi berlipat-lipat dan berjejaring.

Adakah yang lebih indah dari hidup yang senantiasa mengalir seiring laju pengetahuan dengan tujuan menghadirkan kebahagiaan diri dan inspirasi bagi kebahagiaan orang lain?

Tags: Makin Tahu IndonesiaMengalirkan Kebahagiaan
Previous Post

Nyai Ireng Ledok, Ulama Perempuan Bengawan Rajekwesi

Next Post

Mari Perkenalkan Maestro dari Daerahmu

BERITA MENARIK LAINNYA

Hujan di Bulan November dan Cara Usman Arrumy Mencuitkan Kenangan
Cecurhatan

Hujan di Bulan November dan Cara Usman Arrumy Mencuitkan Kenangan

01/11/2026
Gen Z, Kopi, dan Panggung Bernama Menghidupi Instastory
Cecurhatan

Gen Z, Kopi, dan Panggung Bernama Menghidupi Instastory

28/10/2026
Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten
Cecurhatan

Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten

22/10/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Hujan di Bulan November dan Cara Usman Arrumy Mencuitkan Kenangan

Hujan di Bulan November dan Cara Usman Arrumy Mencuitkan Kenangan

01/11/2026
HISMI Resmikan Kantor Sekretariat Nasional di Malang, Tandai Enam Tahun Perjalanan Organisasi

HISMI Resmikan Kantor Sekretariat Nasional di Malang, Tandai Enam Tahun Perjalanan Organisasi

31/10/2026
Azizah Al Batti: Makkah dan Cinta yang Tak Berhenti pada Kematian

Azizah Al Batti: Makkah dan Cinta yang Tak Berhenti pada Kematian

30/10/2026
Salam Tiga Jari di Demo Hari Sumpah Pemuda 2026, Simbol Perlawanan ala The Hunger Games

Salam Tiga Jari di Demo Hari Sumpah Pemuda 2026, Simbol Perlawanan ala The Hunger Games

29/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: