Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Ingatan Fotografis dan Kemampuan Bercerita

Ahmad Rofi' Usmani by Ahmad Rofi' Usmani
07/09/2024
in Cecurhatan
Ingatan Fotografis dan Kemampuan Bercerita

“Oh, menarik kisah silat ini.”

Demikian gumam bibir saya kemarin. Bibir saya bergumam demikian ketika saya sedang membaca kisah silat Cina yang seru. Sejak kecil, saya memang menggemari kisah-kisah silat Cina. Entah berapa puluh buku silat Cina yang telah saya lahap.

Dalam kisah silat Cina tersebut diceritakan, pesilat yang menjadi tokoh utama cerita, ternyata, berhasil menguasai ilmu persilatan tingkat tinggi karena dia memiliki “ingatan fotografis”. Dengan ingatan tersebut, tentu disertai latihan yang ketat dan keras, level ilmu silatnya pun segera melesat cepat karena kitab-kitab babon persilatan dengan mudah dia ingat lewat “ingatan fotografis” tersebut. Dan, segera pula, ia jadi “bintang pesilat”.

Lantas, apa kaitan “ingatan fotograpis” tersebut dan kemampuan bercerita?

“Deg!” Begitu gelora benak saya ketika tahu tentang “ingatan fotografis” tersebut. Entah mengapa, begitu tahu tentang “ingatan fotografis” tersebut, saya baru menyadari, ternyata saya memiliki “ingatan fotografis” yang sangat kuat. Sebagai contoh, saya masih ingat sekali gaya dan apa yang dituturkan Gus Mus ketika mengunjungi adiknya, Gus Adib di gotakan kami di Pesantren Krapyak, pada Acara Haul K.H. Munawwir pada 1975.

Lewat “ingatan fotografis” yang kuat ini pula, karena saya pernah menyusun Kamus Indonesia-Inggris-Arab setebal 700 halaman dan masih ingat puluhan ribu kosakata Arab dan Inggris yang pernah saya tulis dalam kamus tersebut, hingga kini saya dengan mudah memahami dan menikmati karya-karya dalam bahasa Arab dan Inggris. Apa pun jenis karya-karya itu.

Di sisi lain, lewat “ingatan fotografis” itulah saya dengan mudah dapat menceritakan dengan rinci tentang sosok, kota, atau perjalanan yang saya lalukan. Ini karena saya dengan mudah mampu mengingat apa yang pernah saya lihat dan dengar.

Mungkin, karena itu, ada seorang sahabat yang berkata, “Awas jika ketemu Rofi’. Dia mampu menceritakan pertemuan dia dengan kita secara rinci, meski itu telah terjadi bertahun-tahun kemudian!”

Di sisi lain, “ingatan fotografis” itu kadang membuat kepala saya pening. Rasanya, kepala saya penuh dengan “data dan cerita”. Solusinya? Saya pun kluyuran tak tentu tujuan: demi melupakan “data dan cerita” yang membikin pening kepala itu.

Namun, panjenengan tak usah kuatir jika bertemu dengan saya, nggih. Saya tahu kok etika sebagai penulis!

Tags: Catatan Rofi' Usmani
Previous Post

Pembangkit Listrik Tenaga Kesedihan

Next Post

Biografi Abuya Sayyid Muhammad Al Maliki Al Hasani

BERITA MENARIK LAINNYA

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)
Cecurhatan

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal
Cecurhatan

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan
Cecurhatan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026

Anyar Nabs

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: