Sebagai upaya membangun kemandirian pangan, Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unugiri melakukan sosialisasi penerapan sistem pertanian hidroponik di Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Desa Sranak yang diwakili Sekretaris Anik Sulistyowati, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini –hidroponik, di latarbelakangi oleh kebutuhan akan sistem pertanian yang efisien dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan.
“Sistem hidroponik menjadi solusi tepat karena dapat menghasilkan sayuran berkualitas tinggi tanpa memerlukan lahan yang luas,” ujarnya.
Sementara Ketua Tim PkM Unugiri Naning Kurniawati, menyampaikan bila program pemberdayaan ini mencakup beberapa aspek penting. Diantaranya, pelatihan intensif tentang teknik bertanam hidroponik bagi warga desa, kemudian pendampingan berkelanjutan oleh tim ahli pertanian, pembangunan instalasi hidroponik percontohan di beberapa titik strategis desa serta pengembangan sistem manajemen hasil panen dan pemasaran.
Naning menambah, bila di fase awal, sosialisasi tersebut memperlihatkan berbagai jenis sayuran seperti selada, kangkung, dan sawi dengan produktivitas yang menjanjikan. Sehingga, hasil panen dari sistem hidroponik memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional.
“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari warga dalam mengadopsi teknologi hidroponik ini,” jelasnya.
Sementara, anggota PkM Festian Cindarbumi menambah bila peserta sosialisasi ibu-ibu pkk sejumlah 35 orang. Ia menambah bila hadirnya sosialisasi agar ibu-ibu mendapatkan pemahaman cara menanam hidroponik. Harapannya, bisa dipraktikkan guna mengisi kegiatan waktu luang.
“Saya berharap ibu-ibu paham dan setelah itu mereka bisa mempraktikkan,” ucapnya.
Atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi pada Selasa, (24/12) tersebut, Festian, berterima kasih kepada LPPM Unugiri yang telah memberikan pendanaan internal.








