Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Fragmen Hujan, Tempat Berteduh (1)

Imron Nasir by Imron Nasir
13/02/2025
in Cecurhatan
Fragmen Hujan, Tempat Berteduh (1)

Tiba-tiba kota hujan. Air akan menggenang di mana-mana. Sebuah fragmen kecil di tempat berteduh. Tempat itu semacam ruko, debu menempel di seluruh bangunannya. Seperti lama tak ditempati jadi kumuh, lusuh, dan hampir rubuh.

Perempuan itu berkaca pada spion motornya. Ia membenahi rambutnya yang acak-acakan. Bedaknya sedikit luntur. Lipstiknya, meski tetap merah, tapi ia seperti seseorang setelah memakan buah naga. Baunya wangi sampai kepadaku. Aku menyalakan sebatang rokok, Surya. Dengan tangan yang sedikit basah. Kujelaskan, sebelumnya aku menerobos hujan, sampai akhirnya menemukan tempat berteduh yang cocok ini.

Kulit tanganku sedikit sakit ketika menggores roda pemantik korek api. Pada hisapan yang pertama, aku begitu menikmatinya. Bau wangi itu muncul kembali. Kali ini melati, aku merinding sebentar. Akhirnya aku tahu, di bawah pohon mangga yang hampir mati itu, setangkai melati telah mekar, putih.

Wangi melati, bercampur wangi perempuan itu telah menyegarkan hariku. Setelah ia beres mempercantik parasnya kembali, ia duduk di ujung kursi kayu, dan ujung yang lain telah kududuki. Sebelum ia duduk, aku menahan keseimbanganku, atau kursi itu akan terjungkir karena berat sebelah.

Aku saksikan dia membersihkan tempat duduk yang berdebu itu sebelum memasrahkan tubuhnya duduk dengan nyaman di sana. Ia berdehem, aku menghisap rokok ke sekian kali. Ia mendehem lagi. Kemudian kusadari, ia terganggu dengan aroma asap rokokku.

Aku tak menghiraukan deheman perempuan itu. Bagiku, kita sama-sama tak kenal, bahkan aku telah lebih dulu duduk di kursi ini. Ia kemudian memakai maskernya. Terus terang, aku tak lagi bisa memandangi wajahnya. Persetan, aku teruskan merokok. Suasana sunyi sejenak. Dia semakin tak tahan dengan aroma asap rokok yang tetap masuk ke dalam lapisan maskernya.

“Mas, bisakah rokok itu dimatikan?”

“Ya, tentu. Sebentar lagi juga akan habis dan mati.”

“Maksudku segera dimatikan! Aku terganggu dengan aromanya.”

“Kenapa harus duduk di situ kalau mbak terganggu?”

“Iih…… Mbok ya mengalah… Dasar laki-laki.”

Sewaktu perempuan itu berkata agar aku sedikit mengalah untuknya, aku mematikan rokok, yang sesungguhnya juga tinggal filternya. Aku pura-pura tetap bergaya seolah-olah menurutinya mematikan rokok, dibanding harus berpindah tempat. Tentu jika hal itu terjadi, maka akan semakin membuatku jauh dan kehilangan moment yang begitu hangat ini.

Perempuan itu diam, aku ingin sekali kembali memulai percakapan dengannya.

“Sudah aku matikan, Mbak.” Dia hanya diam saja. Matanya sedikit melirik, dan saat itu aku kembali jatuh cinta.

Setelah Dina memilih meninggalkan aku empat tahun yang lalu, aku benar-benar belum menemukan perempuan yang membuat aku jatuh cinta lagi. Mala, dia hanya menganggapku abangnya, dan aku  juga menganggapnya adik.

Sebelum nanti aku jatuh cinta padanya, aku telah membuat batasan. Aku dan Mala hanya akan selesai sebagai Abang dan adik. Alasan yang lain, aku juga sangat dekat dengan pacarnya, Satrio. Aku yang mencomblangkan mereka dulu.

****

Kemudian, aku sengaja mengambil sebatang rokok lagi dan hendak menyalakan korek untuk memancing perempuan itu berbicara lagi.

Pada akhirnya, hujan reda. Ia menyalakan motornya dan melaju ke jalanan kota yang masih basah. Aku tetap menyalakan sebatang rokok lagi, mengamati perempuan itu pergi dan kota yang putih.

Tags: Fragmen HujanHujanTempat Berteduh
Previous Post

Upaya Sederhana Memperlakukan Gadget Layaknya Manusia

Next Post

Membayangkan Calon-calon Ketua PC IPNU IPPNU Kabupaten Bojonegoro Lahir Dari 5 Korcam

BERITA MENARIK LAINNYA

Gen Z, Kopi, dan Panggung Bernama Menghidupi Instastory
Cecurhatan

Gen Z, Kopi, dan Panggung Bernama Menghidupi Instastory

28/10/2026
Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten
Cecurhatan

Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten

22/10/2026
Kenapa Kita Manut Sama Apa Saja: Dari Jurnal Tier Atas Sampai Jebakan Nalar Impor
Cecurhatan

Kenapa Kita Manut Sama Apa Saja: Dari Jurnal Tier Atas Sampai Jebakan Nalar Impor

15/10/2026

Anyar Nabs

Salam Tiga Jari di Demo Hari Sumpah Pemuda 2026, Simbol Perlawanan ala The Hunger Games

Salam Tiga Jari di Demo Hari Sumpah Pemuda 2026, Simbol Perlawanan ala The Hunger Games

29/10/2026
Gen Z, Kopi, dan Panggung Bernama Menghidupi Instastory

Gen Z, Kopi, dan Panggung Bernama Menghidupi Instastory

28/10/2026
Membaca Supremasi Masyarakat Sipil dalam Naskah Kuno Bojonegoro

Membaca Supremasi Masyarakat Sipil dalam Naskah Kuno Bojonegoro

27/10/2026
Kiat Melatih Fokus Lewat Membaca Buku di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Kiat Melatih Fokus Lewat Membaca Buku di Tengah Gempuran Distraksi Digital

26/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: