TPG Stadium berada di Desa Pilanggede Balen Bojonegoro, menjadi lapangan bola klusur-klusur yang jadi tempat bermain Lurah Soccer Club.
Ada lapangan sepakbola yang sudah bersolek dari tahun ke tahun. Sebuah lapangan yang berada di bibir Bengawan solo, tepatnya di Desa Pilanggede Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, yang diberi nama TPG Stadium. Lapangan sepakbola yang biasa disebut lapangan yang klusur-klusur ini dekat dengan wisata Taman Pinggir Nggawan (TPG).
Tertarik ada lapangan yang cukup bagus, sebuah club sepak bola bernama Lurah Soccer yang mayoritas diisi oleh kepala desa yang ada di Bojonegoro sangat bersemangat untuk menjajal lapangan tersebut. Bermain lawan tuan rumah, Spartak FC, Lurah Soccer sangat menikmati alur bermain di TPG Stadium.

Minggu sore langit di atas TPG Stadium sangat cerah. Lepas pukul 15.00 WIB para penghobi sepakbola mulai berdatangan, mendekat, merapat ke TPG Stadium. Satu persatu atribut mulai dipakai. Ada Jersey kebanggan dan sepatu yang membawa hoki.
Berkostum warna orange, Lurah Soccer mulai melakukan pemanasan dipinggir lapangan. Memahami kontur tanah dan mulai mempelajari sifat bola. “Dug.. dug..dug” suara bola berpindah antar kaki para pemain Lurah Soccer.
Sang tuan rumah tak mau kalah, tim Spartak FC mulai mengenakan Jersey kebanggan dan mulai melakukan pelemasan otot, kaki kaki ditekuk-tekuk, dan pemanasan umpan-umpan pendek. Mereka sangat bersemangat apalagi ada fotografer profesional yang sudah stanby menyongcong sebuah kamera berlensa panjang. Tentunya untuk membidik gaya-gaya para pemain ditengah lapangan.
Bermain enjoy 2 kali 35 menit, para pemain mulai kehausan, air mineral dipinggir lapangan menjadi penyelamat. Mengguyur tenggorokan, mengembalikan kekuatan, berkeringat dengan bahagia. Suara adzan magreb menjadi peluit akhir , sisa sisa waktu dibuat untuk mengabadikan momen. Berfoto dengan gaya masing-masing masing.
Cerita bermain bola di lapangan klusur-klusur akan menjadi kenangan dan cerita berlegenda nantinya. Ada lapangan halus, dekat tempat wisata, dekat Bengawan, warganya yang ramah, dibuktikan dengan zero kartu kuning saat bertanding bola. Bahkan bermain dengan senyum senyum gelak tawa







