Waduk Sonorejo (Waduk Norjo), merupakan “Bank Air” raksasa di Desa Sonorejo Padangan, Bojonegoro, yang dibangun pada zaman Belanda. Penampungan air yang juga dikenal dengan Nggawan Kembar itu, saat ini berubah menjadi destinasi wisata modern yang diminati banyak wisatawan dari berbagai daerah.
Seperti namanya yang Sonorejo ( ramai), pada awal tahun 2026 ini, kawasan Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, juga kian ramai. Hampir setiap hari, utamanya akhir pekan, banyak wisatawan mengunjungi kawasan Nggawan Kembar yang saat ini dipoles menjadi wisata modern.
Ada dua alasan yang menjadikan tempat ini disebut Nggawan Kembar. Pertama, terdapat dua waduk yang dipisah jalan. Sehingga jika dilihat dari atas, tampak seperti jalan diapit dua waduk besar. Kedua, waduk ini adalah megaproyek pembangunan Solo Valley, kanal raksasa buatan Belanda untuk memecah arus aliran sungai Bengawan. Posisinya yang sejajar, menjadikan kanal ini juga dikenal sebagai Nggawan Kembar.
Hari ini, Waduk Norjo bermetamorfosis menjadi ikon wisata air di Bojonegoro yang terus berkembang menjadi destinasi wisata populer. Secara lanskap, tempat ini menawarkan keindahan alam yang asri. Tersedianya berbagai wahana permainan air modern, menjadikan tempat bersejarah ini terkesan kian update mengikuti zaman.

Waduk Norjo menawarkan berbagai wahana air, seperti perahu dayung bertarif Rp 5 ribu per orang dan perahu bebek Rp 10 ribu per orang. Hal ini menjadi magnet keberadaan pedagang UMKM. Waduk Norjo telah membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Salah satunya peningkatan pendapatan ekonomi, melalui para pedagang yang menjual produk lokal.
”Sangat ramai, terutama suasana libur lebaran ini” ucap Ibu Munawarah, salah seorang pedagang makanan di Waduk Norjo (29/3/2026).
Dia menjelaskan, selama awal 2026 ini, memang Waduk Norjo sudah berpoles sebagai wisata modern. Sehingga banyak wahana permainan ditawarkan. Hal ini dimanfaatkan warga sekitar untuk berjualan berbagai kebutuhan. Utamanya jajan dan makanan.
Banyaknya pengunjung di kawasan tersebut, terlihat dari banyaknya parkir sepeda motor yang tampak memenuhi jalan di kawasan itu. Banyaknya pengunjung, tak pelak sempat memicu kemacetan. Untungnya, para pemuda desa sigap menawarkan jasa parkir di kawasan tersebut.








