Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mengapa Tidak Memiliki Gelar Doktor?

Ahmad Rofi' Usmani by Ahmad Rofi' Usmani
30/09/2025
in Cecurhatan
Mengapa Tidak Memiliki Gelar Doktor?

Unsplash

“Kyai. Mengapa panjenengan tidak memiliki gelar apapun?” Demikian tanya Ustadz Sidi Abdul Halim, Bawean.

Minggu lalu, seusai menikmati sarapan di rumah beliau yang indah di lingkungan Pondok Pesantren Hasan Jufri. Sejenak saya termenung menerima pertanyaan demikian. Menerima pertanyaan demikian, kemudian saya menjawab, “Saya takut kuwalat dengan ibu saya.”

Lo?

Pada akhir 1983, ketika saya masih menimba ilmu di Kairo, Mesir, saya menerima sepucuk surat dari ibu saya: seorang Ibu Nyai (istri seorang Kyai), putri seorang Kyai, dan cucu seorang Kyai. Dalam surat itu, Ibu saya memerintahkan saya (30 tahun dan masih jomblo) untuk pulang ke Indonesia, “Le, mulih! Lan aku ora ridha yen awakmu sekolah maneh sak lawase. Ibu ora ridha yen awakmu tetap kuliah. Ibumu.”

Betapa bingung saya menerima surat ibu demikian. Akhirnya, saya memutuskan: pulang ke Indonesia dan sejak itu saya tidak akan melanjutkan kuliah lagi. Sepanjang hidup saya. Saya memilih ridha seorang ibu ketimbang memburu gelar. Meski ketika menimba ilmu di program pascasarjana di Universitas Kairo, saya meraih nilai terbaik di antara teman-teman seangkatan yang mereka kini menjadi profesor di Mesir, Malaysia, dan Turki.

Saya faham, maksud Ibu saya: biar di antara lima anak laki-lakinya ada yang mengikuti jejak ayah, kakek, dan buyut ibu saya: menjadi kyai. Permintaan dan keinginan yang sangat berat bagi saya.

Sejak itu, setelah pulang ke Indonesia, saya sangat enggan kuliah lagi. Dan, kemudian saya fokus meniti dunia literasi dan kemudian mendirikan pesantren dan sekolah. Demi dapat meraih ridha ibu saya.

“Ustadz Sidi Abdul Halim, demikian ceritanya mengapa saya tidak memiliki gelar akademis: demi meraih ridha ibu saya!”

Tags: Catatan Rofi' UsmaniGelar DoktorMakin Tahu Indonesia
Previous Post

TPG Stadium: Lapangan Bola Klusur-Klusur di Balen Bojonegoro

Next Post

Persahabatan Buku, Kopi, Rokok, dan Saya  

BERITA MENARIK LAINNYA

Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah
Cecurhatan

Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah

11/06/2026
Terjun ke Drenges, KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Lewat Misi From Forest to Future
Cecurhatan

Terjun ke Drenges, KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Lewat Misi From Forest to Future

10/06/2026
Aroma Kopi dan Sejarah yang Dikuratori
Cecurhatan

Aroma Kopi dan Sejarah yang Dikuratori

09/06/2026

Anyar Nabs

Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah

Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah

11/06/2026
Terjun ke Drenges, KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Lewat Misi From Forest to Future

Terjun ke Drenges, KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Lewat Misi From Forest to Future

10/06/2026
Aroma Kopi dan Sejarah yang Dikuratori

Aroma Kopi dan Sejarah yang Dikuratori

09/06/2026
Berkah Bumi: Berawal Rembesan Alami, Diubah Jadi Konsesi

Berkah Bumi: Berawal Rembesan Alami, Diubah Jadi Konsesi

08/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: