Di tengah derasnya isu krisis iklim dan konflik agraria di Indonesia, hadir sebuah gerakan yang pelan tapi pasti, mulai mencuri perhatian publik: Justice Coalition for Our Planet (JustCOP). Koalisi ini bukan organisasi tunggal, melainkan himpunan berbagai lembaga, peneliti, advokat, dan pegiat lingkungan yang memiliki tujuan: mewujudkan keadilan sosial–ekologis di Indonesia.
JustCOP adalah koalisi masyarakat sipil yang bekerja di persimpangan isu lingkungan, hak masyarakat adat, konflik agraria, kebijakan iklim, dan keanekaragaman hayati. Mereka melihat, perubahan iklim bukan hanya soal cuaca ekstrem atau naiknya permukaan laut — tetapi juga soal ketimpangan kekuasaan, perampasan ruang hidup, dan akses terhadap sumber daya.
Yang menarik, JustCOP aktif membangun jejaring di berbagai daerah, tidak hanya berbasis di kota besar. Pendekatan mereka lebih pada “mendengarkan suara akar rumput”, lalu membawa temuan lapangan itu ke ruang kebijakan tingkat nasional maupun global.
Visi JustCOP sederhana namun strategis: mendorong dunia yang lebih adil, lestari, dan berpihak pada komunitas penjaga alam. Ini berarti mereka menempatkan masyarakat adat, petani kecil, perempuan, serta kelompok rentan lainnya sebagai aktor utama dalam narasi keadilan iklim — bukan sekadar objek kebijakan.
Di Indonesia, keanekaragaman hayati adalah aset yang luar biasa, tetapi juga sangat terancam. Deforestasi, proyek energi kotor, pembangunan infrastruktur, dan konflik tanah terus muncul dari tahun ke tahun.
JustCOP hadir sebagai penyeimbang: mengawasi kebijakan; mengingatkan publik ketika ada praktik tidak adil; memberi ruang bagi komunitas lokal untuk bersuara; serta menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan pengalaman masyarakat.
Untuk mewujudkan visinya itu, JustCOP membangun misi melalui beberapa jalur. Di antaranya, Riset Sosial-Lingkungan, Advokasi Kebijakan, Pemantauan Proyek dan Industri, hingga Kampanye Publik. Dalam konteks perubahan iklim yang makin mendesak, suara seperti JustCOP—yang menggabungkan kritik, riset, dan advokasi—menjadi sangat krusial. Sebab, JustCOP mendorong masyarakat untuk memahami dan terlibat.
1. Riset Sosial-Lingkungan
JustCOP melakukan riset sosial lingkungan dengan menerbitkan laporan mengenai kerusakan ekosistem, konflik agraria, serta dampak sosial ekonomi dari pembangunan skala besar. Riset ini tak hanya ilmiah, tapi juga sarat cerita dari lapangan.
2. Advokasi Kebijakan
Koalisi ini aktif mendorong pemerintah agar menyusun kebijakan iklim yang transparan dan berpihak pada masyarakat. Mereka menekankan pentingnya pendanaan iklim yang benar-benar sampai pada komunitas penjaga hutan dan ekosistem.
3. Pemantauan Proyek dan Industri
JustCOP ikut memantau industri ekstraktif seperti pertambangan, perkebunan besar, dan proyek energi yang berpotensi merusak lingkungan. Mereka mengungkap risiko yang sering tidak tampak di permukaan.
4. Kampanye Publik
Melalui aksi, diskusi, dan publikasi, JustCOP berupaya membumikan istilah keadilan iklim agar mudah dipahami masyarakat luas. Bagi mereka, isu lingkungan adalah isu rakyat — bukan hanya kalangan teknokrat.
JustCOP mendorong masyarakat untuk memahami dan terlibat atas penanganan perubahan iklim secara sederhana. yakni: mengikuti kampanye, membaca laporan-laporan, mendukung upaya advokasi, atau sekadar menyebarkan informasi. Sebab, semakin banyak masyarakat memahami isu keadilan lingkungan, semakin besar pula peluang perubahan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.








