Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mensyukuri Nikmat Waktu Luang

Muhammad Aufal Fresky by Muhammad Aufal Fresky
13/11/2025
in Cecurhatan
Mensyukuri Nikmat Waktu Luang

Unsplash

‎Lagi-lagi, derasnya hujan mengguyur bumi Malang. Seperti biasa, pikiran saya kembali mengembara. Seakan melewati sekat-sekat ruang dan waktu, menyusuri lorong-lorong masa yang telah berlalu. Begitu cepat waktu, gesit bak belut. Saya pun tak bisa menghentikan lajunya. Bila berleha-leha, hanyalah penyesalan yang akan didapat.

Sebab, begitulah waktu, kadang keberadaannya tak begitu dihargai. Padahal, jatah hidup hanyalah sebentar. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Semua akan binasa. Lantas, apa yang sebenarnya kita tuju? Lalu, apa yang sebenarnya kita kejar? Mengapa kita harus mati-matian mengejar sesuatu yang tidak bisa dibawa mati? Ya, kadang kita terjebak pada kesenangan semu, sesuatu yang fana.

Dunia, memang bagi sebagian orang mugkin sebagai tempat untuk bersenang-senang sepuasnya. Tanpa batas, tanpa aturan, tanpa norma, tanpa nilai. Ya, semua dilabraknya begitu saja. Kecil dimanja, muda foya-foya, mati masuk surga. Begitulah kira-kira prinsip yang dianutnya. Dikira mendapatkan surga itu tanpa perjuangan dan pengorbanan. Dikira semua bisa didapatkan sekehendak hatinya.

‎Padahal, itu hanyalah angan-angan yang menghancurkan. Itu hanyalah ilusi yang menjebak dan menjerumuskan. Kenapa harus menunggu masa tua untuk taubat yang sebenar-benarnya. Apakah kita mengira Tuhan tidak memperhatikan gerak-gerik kita. Padahal, lintasan hati kita pun semua terdeteksi oleh Tuhan.

Semua yang ada dalam alam pikiran dan jiwa kita, Tuhan benar-benar mengetahuinya. Jangan itu, apa yang terjadi beberapa jam ke depan, beberapa hari ke depan, atau beberapa tahun ke depan, terkait hidup kita, terkait semua yang ada di dunia ini. Tuhan mengetahuinya.

‎Apa guna kita menyombongkan diri dalam mengarungi hidup ini. Padahal, semua yang ada dalam diri ini, Tuhanlah yang mengatur dan mengendalikannya. Seperti halnya gerak jantung, paru-paru, ginjal, aliran darah, dan semacamnya. Belum lagi kemampuan mendengar, melihat, mencium, dan sebagainya, bukankah itu semua atas kehendak dan karunia-Nya.

Begitulah kita, kadang nikmat-nikmat semacam itu lupa untuk disyukuri. Menganggap nikmat hanya berupa makanan, minuman, rumah, mobil, emas, tanah, dan sejeninya yang bisa dilihat dan dirasakan. Padahal, semua onderdil tubuh kita sendiri, merupakan nikmat yang luar biasa.
Tulisan ini, sekali lagi, hanya mengajak diri saya terutama, dan para pembaca sekalian, agar senantiasa mensyukuri segala nikmat Allah.

Bersyukur tidak cukup dengan lisan, dengan mengucapkan alhamdulillah misalnya. Tapi juga dengan hati dan perbuatan sehari-hari kita. Termasuk mensyukuri nikmat waktu luang yang barangkali selama ini luput dari perhatian kita. Sebab, saya pribadi, sebagai contoh, memang kerap kali terlena dan terbuai dengan waktu-waktu kosong. Tidak digunakan untuk menambah ilmu dan pengetahun, tidak digunakan untuk meningkatkan amal sholeh.

Sebaliknya, jutru tenggelam dalam hiruk-pikuk dunia maya. Berselancar dari satu medsos ke medsos lainnya hanya untuk mencari kesenangan. Tak terasa berjam-jam waktu terbuang sia-sia. Padahal, waktu luang sebenarnya menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita.

‎Detik demi detik, jam demi jam, hari demi hari, berlalu tanpa adanya penambahan kualitas diri. Faktnya memang demikian, yang terjadi justru terpasung oleh kenikmatan-kenikmatan semu yang perlahan bisa menghancurkan diri dan masa depan. Padahal, tidak selamanya waktu luang itu kita miliki. Sebab, kita tidak tahu, apa yang akan terjadi di hari esok, lusa, dan hari-hari berikutnya.

Bisa jadi, ada kesibukan yang mendadak, yang menyita pikiran, waktu, dan tenaga kita. Ditambah lagi, tidak kita tidak tahu, ke depannya masih sehat, segar bugar, seperti hari ini. Artinya, nikmat waktu luang dan sehat ini sebenarnya bisa sewaktu-waktu dicabut oleh sang pemberi nikmat. Lantas, sebelum semuanya benar-benar terlambat, mari kita berkemas-kemas, segera membenahi diri.

Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Pengalaman di masa lalu yang mana kita begitu semberono mengelola waktu. Saatnya kembali untuk fokus terhadap tujuan besar kita. Yakni mempersiapkan diri untuk menuju alam akhirat. Sebab, kita hidup ini ini hanya sebentar saja. Dunia hanya tempat persinggahan. Dan kita hanyalah seorang musafir yang akan melanjutkan perjalanan panjang.

Pertanyaannya adalah sudah sejauh mana bekal yang telah kita siapkan? Jangan-jangan, atas dosa-dosa kita saja, belum sempat minta ampun kepada Sang Maha Kuasa. Jangan-jangan, atas segala perbuatan dan perkataan, yang pernah membuat teman dan tetangga kita sakit atau tersinggung, kita belum sempat untuk melontarkan kata “Maaf”.

Maka dari itulah, selain memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta, sudah semestinya kita menjadi pribadi yang selalu berupaya mencintai dan mengasihi semua orang. Termasuk meminta maaf jika selama ini, secara disengaja atau tidak disengaja, secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, pernah membuat orang lain sakit hati.

Tags: Cecurhatan JurnabaWaktu Luang
Previous Post

Ingatan yang Retak di Cermin Bangsa

Next Post

Mengenal JustCOP, Koalisi Keadilan untuk Bumi Lebih Baik

BERITA MENARIK LAINNYA

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)
Cecurhatan

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal
Cecurhatan

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan
Cecurhatan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026

Anyar Nabs

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: