Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Bojonegoro History Menggelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro

Bakti Suryo by Bakti Suryo
24/05/2026
in Peristiwa
Bojonegoro History Menggelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro

Komunitas Bojonegoro History menggelar forum diskusi Ekspedisi Naga Api pada Sabtu malam (23/5/2026) di Deulleuda Coffee.

Komunitas Bojonegoro History menggelar forum diskusi terbuka pada Sabtu malam (23/5/2026). Sebuah forum diskusi yang pertama dari Serial Literasi Geopark bertajuk Ekspedisi Naga Api. Ekspedisi panjang untuk menggali informasi dari catatan sejarah dan data lapangan. Bojonegoro History merasa perlu mengadakan diskusi untuk arah penelitian yang semakin komprehensif.

Bojonegoro History memulai Ekspedisi Naga Api dengan situs Dandangilo. Dandangilo merupakan sebuah daerah di Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Tepatnya berdampingan langsung dengan kawasan Texas Wonocolo. Situs Dandangilo termasuk kawasan pertambangan sumur minyak tua yang bernilai sejarah.

Peneliti sejarah, M. Andrea membuka diskusi dengan menceritakan perjalanan dan temuan Bojonegoro History. Dia mengungkapkan berbagai temuan menarik saat kunjungan ke situs Dandangilo. Salah satunya adalah temuan kisah tentang kolam berwarna hitam yang disebut Sendang Ndangilo.

“Sebagaimana kita beberapa hari kemarin berkunjung ke situs Dandangilo. Kita banyak menemukan hal yang menarik di sana. Terutama tentang Sendang Ndangilo,” tutur Andre yang juga sebagai Ketua Komunitas Bojonegoro History.

Selain mengunjungi situs sumur minyak, rombongan juga menjelajahi area sekitar kawasan. Misalnya area pegunungan kapur yang tak jauh dari lokasi. Andre dan kawan-kawan berharap akan banyak temuan yang bisa diperoleh. Termasuk juga kultur budaya masyarkat setempat. Khususnya aktvitas sosial dan budaya yang masih berhubungan dengan sumur minyak.

“Terus juga bagaimana memahami secara kultur kebudayaan-kebudayaan yang masih bertahan sampai hari ini di wilayah sana,” ungkap Andre sembari diselingi jeda menyeruput kopi.

Seorang penulis dan peneliti dari Jurnaba, Ahmad Wahyu Rizkiawan sebagai pemateri utama melanjutkan jalannya diskusi. Di bawah langit gelap nyaris gerimis, Wahyu mengungkapkan berbagai literatur catatan sejarah. Terutama catatan sejarah sumur minyak di Bojonegoro dari tulisan orang-orang Belanda.

Wahyu mengungkapkan bahwa Dandangilo termasuk tempat yang paling banyak ditulis orang Belanda. Khususnya pada catatan sejarah tentang Bojonegoro dalam periode abad 19 Masehi. Namun, informasi dan data sejarah ini seperti tidak tertangkap mata dan ingatan. Bahkan, untuk masyarakat Bojonegoro sendiri. Seolah Bojonegoro telah kehilangan aset budaya yang penting.

“Dandangilo bahkan seperti bukan milik Bojonegoro karena apapun yang ada di sana seperti tidak diakomodasi sebagai bagian dari aset budaya Bojonegoro,” terang Wahyu yang duduk di ujung forum.

Dandangilo sangat layak sebagai lokasi yang menyandang situs bersejarah. Tempat ini menjadi tonggak awal sejarah minyak bumi Bojonegoro. Di tempat inilah industrialisasi minyak bumi Bojonegoro bermula. Oleh karena itu, Dandangilo menjadi titik awal Ekspedisi Naga Api. Berbagai pengamatan dilakukan rombongan untuk memeras data sejarah seoptimal mungkin.

“Kita di sana fokus pada tiga pengamatan. Kita mengamati biodiversitas, geodiversitas dan kulturaldiversitas,” jelas Wahyu.

Setiap perjalanan dengan niat baik tidak selalu berjalan mudah. Perjalanan sejarah ini bukan berarti tidak ada kendala. Minimnya referensi mainstream dan keterbukaan masyarat menjadi tantangan tersendiri. Masyarakat setempat tidak banyak menyimpan ingatan tentang sejarah awal sumur minyak. Pasalnya, kisah-kisah itu diturunkan melalui budaya lisan atau pitutur. Sehingga masih perlu banyak informasi yang harus digali.

Diskusi #1 Ekspedisi Naga Api

Bojonegoro sendiri yang berusaha memperoleh brand Geopark Nasional tidak banyak membahas daerah bernama puitis Dandangilo. Satu hal yang paling ikonik adalah temuan informasi terkait Sendang Ndanggilo, sebuah kolam yang mempunyai air berwarna hitam. Konon, kolam itu berisikan minyak mentah. Saking dekatnya minyak dengan permukaan tanah sehingga tampilannya menyerupai kolam.

Sayang seribu sayang, Sendang Ndangilo saat ini hanya tinggal nama. Wahyu menjelaskan kondisi sendang saat ini sudah tertimbun tanah dan tertutup bangunan rumah. Jika waktu bisa diulang kembali, maka butuh perjalanan ke masa lalu untuk kembali memunculkan sendang tersebut.

Wahyu sempat mengajak peserta diskusi untuk berandai-andai. Andai saja rumah dan bangunan itu tidak dibangun. Andai hingga saat ini Sendang Ndangilo masih ada dan tampak. Cukup disesalkan. Namun, menurutnya ini adalah sebuah pembuktian. Penelitan masih berjalan, tetapi prosesnya sudah membuktikan sudut pandang lain. Sudut yang memandang bahwa Bojonegoro sangat cocok dengan sematan Kota Minyak di dalam namanya.

“Ini artinya betapa sesungguhnya Bojonegoro sangat kaya sekali. Bahkan dalam konteks sejarah kebudayaan mereka. Sampai hari ini Dandangilo masih ada meskipun sendangnya entah ke mana,” ucap Wahyu dalam akhir penuturan materinya.

Tags: Diskusi Sejarah BojonegoroGeopark BojonegoroKota MinyakRiset Geopark BojonegoroSejarah Geopark BojonegoroTambang Minyak Bojonegoro
Previous Post

Percakapan di Tengah Hujan dengan Ivan Illich

BERITA MENARIK LAINNYA

TP PKK Kecamatan Sugihwaras Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga jadi Berkah, Dukungan Nyata Gerakan Perilaku Hidup Bersih
Peristiwa

TP PKK Kecamatan Sugihwaras Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga jadi Berkah, Dukungan Nyata Gerakan Perilaku Hidup Bersih

22/05/2026
Industri Migas dan Pertanian Jalan Beriringan, Bojonegoro Tempati Posisi Lumbung Pangan Terbesar Kedua di Jawa Timur  
Peristiwa

Industri Migas dan Pertanian Jalan Beriringan, Bojonegoro Tempati Posisi Lumbung Pangan Terbesar Kedua di Jawa Timur  

22/05/2026
May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja
Peristiwa

May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja

01/05/2026

Anyar Nabs

Bojonegoro History Menggelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro History Menggelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro

24/05/2026
Percakapan di Tengah Hujan dengan Ivan Illich

Percakapan di Tengah Hujan dengan Ivan Illich

24/05/2026
Ketika AI Pandai Bicara, Remaja Harus Lebih Pandai Berpikir

Ketika AI Pandai Bicara, Remaja Harus Lebih Pandai Berpikir

23/05/2026
Saat Bumi Terluka, Tubuh Ikut Merasakannya

Saat Bumi Terluka, Tubuh Ikut Merasakannya

23/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: