Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Antiklin Dandangilo: Lipatan Tektonik dan Jejak Rembesan Minyak Dangkal

Redaksi by Redaksi
25/05/2026
in Cecurhatan
Antiklin Dandangilo: Lipatan Tektonik dan Jejak Rembesan Minyak Dangkal

Dandangilo: Serial Literasi Geopark

Dandangilo merupakan gerbang utama industrialisasi minyak dan gas bumi  Bojonegoro. Berikut fakta menariknya. 

Situs Dandangilo yang terletak di Kecamatan Kedewan, Bojonegoro, menjadi tujuan pertama dalam Ekspedisi Naga Api, sebuah kawasan yang sejak masa lampau telah dikenal memiliki potensi sumber daya minyak bumi yang sangat dekat dengan kebudayaan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Dalam Jurnal Ekonomi Geografi yang diterbitkan Mouton & Co., Den Haag, disebutkan bahwa pada tahun 1883 masyarakat Desa Dandangilo, Distrik Tinawon, telah melakukan ekstraksi minyak bumi dari rembesan alami. Kemudian pada awal 1896, di kawasan ini dibangun waduk sebagai tangki penyimpanan minyak mentah yang selanjutnya diangkut ke perusahaan Dordtsche Petroleum Maatschappij di Desa Ngareng, Distrik Panolan.

Dalam pengamatan lapangan, terdapat tiga klasifikasi utama yang menjadi fokus, yakni biodiversitas, geodiversitas, dan cultural diversity yang masih tersisa di wilayah tersebut, sebagai satu kesatuan lanskap yang saling berkelindan antara alam dan jejak kebudayaan.

Temuan tersebut kemudian dibawa ke forum diskusi sebagai ruang dialektika dalam penguatan literatur Geopark Kabupaten Bojonegoro. Hasil diskusi sementara mengerucut pada pembahasan Lipatan Tektonik Antiklin Dandangilo serta kemunculan rembesan minyak dangkal sebagai kunci memahami posisi kawasan ini dalam sejarah awal eksplorasi minyak di Bojonegoro.

Studi van Bemmelen secara detail mengulas bagaimana struktur lipatan di Bojonegoro utara ini menjadi perangkap minyak bumi (oil trap). Antiklin Dandangilo terletak sebelah barat Wonocolo dan terhubung dalam satu sistem lipatan struktural Kawengan zona Rembang.

Peta minyak Dandangilo (Serial Literasi Geopark)

Van Bemmelen mencatat bahwa sayap selatan antiklin ini terpotong oleh sesar naik regional, di mana blok utara bergerak naik relatif terhadap blok selatan. Kemiringan lapisan batuannya bervariasi tajam, berkisar antara 10 drajat di timur laut hingga mencapai lebih dari 60 drajat di sisi barat daya.

Karena puncak lipatan (antiklin) Dandangilo-Wonocolo ini mengalami pengangkatan yang sangat kuat hingga puncaknya tererosi, lapisan batupasir penghasil minyak (terutama dari Formasi Ngrayong/Formasi Tuban di bawahnya serta lensa-lensa pasir Formasi Wonocolo) menjadi sangat dekat dengan permukaan bumi.

Hal inilah yang menyebabkan munculnya banyak rembesan minyak alami ke permukaan tanah. Fenomena jebakan hidrokarbon yang sangat dangkal dengan kedalaman hanya sekitar 200 hingga 400 meter menjadi alasan mengapa Belanda mendirikan eksploitasi minyak intensif di sini sejak akhir abad ke-19, yang struktur sumur-sumur tuanya masih dikelola secara tradisional oleh masyarakat setempat

Dalam teori tektoniknya, van Bemmelen menjelaskan bahwa Cekungan Jawa Timur Utara mengalami deformasi akibat adanya gaya kompresi berarah utara-selatan. Gaya ini meremas batuan sedimen laut yang tebal dan kaya akan kandungan organik di Zona Rembang, menekuknya menjadi serangkaian lipatan tajam (seperti struktur Wonocolo-Dangilo), sekaligus mematangkan material organik tersebut menjadi minyak bumi melalui tekanan dan panas bumi purba.

Ekspedisi Naga Api ini merupakan bagian dari Program Literasi Geopark yang didukung ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan SKK Migas. EMCL mendukung upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk pengembangan geopark sebagai kebanggaan dan identitas daerah.

Tags: Makin Tahu IndonesiaSerial Literasi GeoparkSitus Dandangilo
Previous Post

Saat Bumi Terluka, Tubuh Ikut Merasakannya

Next Post

Mencuri Melalui Cahaya, Riwayat Maling Cluring: Hikmah Humor dan Pencurian (17)

BERITA MENARIK LAINNYA

Membaca NU di Bawah Dua Kyai Terpilih dari Jawa Timur
Cecurhatan

Membaca NU di Bawah Dua Kyai Terpilih dari Jawa Timur

31/08/2026
Kota Iram: Misteri dalam Al Quran dan Badai Gurun Pasir
Cecurhatan

Kota Iram: Misteri dalam Al Quran dan Badai Gurun Pasir

28/08/2026
Muktamar NU 2026: Saatnya Menghidupkan Khitah Ekologis
Cecurhatan

Muktamar NU 2026: Saatnya Menghidupkan Khitah Ekologis

26/08/2026

Anyar Nabs

Membaca NU di Bawah Dua Kyai Terpilih dari Jawa Timur

Membaca NU di Bawah Dua Kyai Terpilih dari Jawa Timur

31/08/2026
BALKONDES Bonorejo Resmi Dibangun, Jadi Harapan Baru Untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi Desa

BALKONDES Bonorejo Resmi Dibangun, Jadi Harapan Baru Untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi Desa

29/08/2026
Kota Iram: Misteri dalam Al Quran dan Badai Gurun Pasir

Kota Iram: Misteri dalam Al Quran dan Badai Gurun Pasir

28/08/2026
Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia

Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia

27/08/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: