Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Masa Sekolah dan 5 Hal yang Pernah Kamu Lakukan bersama Karet Gelang

Bakti Suryo by Bakti Suryo
26/03/2019
in JURNAKULTURA
Masa Sekolah dan 5 Hal yang Pernah Kamu Lakukan bersama Karet Gelang

Semua orang pasti mengenal karet gelang. Meski kecil, benda ini teramat ajaib. Banyak orang bergantung pada fungsi karet gelang. Tanpa adanya karet gelang, begitu berat menjalani hidup.

Bersama karet gelang, banyak kenangan manis tertoreh saat kita masih sekolah. Kenangan-kenangan itu, bolehlah dimaknai sebagai Life Hack atau siasat hidup yang lucu dan aneh dan unik tapi efektif.

Tahu nggak sih, Nabs, kalau karet gelang terbuat dari lateks yang berasal dari pohon karet. Dan karet gelang, pertama kali ditemukan orang Inggris bernama Thomas Hancock pada 1820.

Sejak saat itu, karet gelang bisa dikatakan sebagai teknologi yang sangat mutakhir. Melihat fungsinya, benda molor ini bisa digunakan apa saja kecuali dimaem. Hehehe

Oke-oke, berikut 5 hal yang pernah kamu lakukan bersama karet gelang:

1. Karet Gelang untuk Mengikat Kaos Kaki
Sewaktu sekolah dasar atau menengah pertama, tak jarang seorang siswa memiliki kaos kaki yang molor. Bukannya tidak nyaman dipakai, kaos kaki molor bisa memuat pemakainya malu. Kaos kaki itu bisa menjadi bahan olok-olokan teman sewaktu sekolah dulu.

Dari situ, munculah karet gelang sebagai penolong. Kerap kali kita menggunakan karet gelang untuk merekatkan ujung atas kaos kaki yang molor. Terlebih ketika mengikuti upacara bendera Hari Senin. Setelahnya, pengguna alat suci ini bisa terlihat sepulang sekolah. Ketika di betisnya terdapat garis, sesungguhnya dia habis menggunakan karet gelang pada kaos kakinya.

2. Menekuk Bibir Topi
Bibir topi yang dimaksud adalah bagian topi yang menutupi wajah dari sinar matahari. Bibir topi sekolah yang mendatar terkesan tidak keren bagi anak sekolah. Hanya anak culun yang menggunakan topi seperti itu.

Karena itu, karet gelang digunakan untuk mengikat bibir topi agar ketarik. Nantinya, bibir topi ini akan berbentuk melengkung ke bawah. Butuh waktu beberapa lama untuk membentuknya. Namun, jika salah memberi treatment, lengkungan topi bisa miring atau patah pada bagian tengahnya.

3. Merapikan Tali Sepatu
Tak jarang sewaktu sekolah terdapat teman yang tali sepatunya kepanjangan. Meskipun diikat dua kali, tetap saja panjang. Talinya pun meluber dan sering keinjak sepatu sendiri atau sepatu teman. Tali yang sering terinjak kerap kali rusak. Kalau bentuknya tidak berubah jadi gepeng, ya ujungnya akan mbrodol begitu.

Nah, karet gelang biasanya digunakan untuk merapikan tali sepatu. Tali sepatu dirapikan sedemikian rupa, kemudian karet gelang dilingkarkan di tengah sepatu agar tali tidak terinjak-injak. Jika tidak memilih warna karet yang sesuai, penampakan sepatu akan terlihat saru dengan karet gelang. Hahahaha

4. Penghapus Tulisan di Ujung Pensil
Pensil dan penghapus begitu begitu mudah hilang di sekolah. Kadang memang jatuh atau tertinggal, kadang pula dipinjam teman terus tidak balik. Penghapus pensil sering pula dipinjam sana sini tapi tidak kembali. Meskipun ditelusuri peminjamnya. Jawabannya pasti “tadi dipinjam ini”. Setiap ditanya pasti jawabannya begitu.

Jika penghapus tidak kembali, kita pun tidak kehabisan akal. Mensiasati penghabus yang hilang dengan cara merekatkan karet gelang ke ujung pensil. Karet tersebut memiliki fungsi untuk menghapus tulisan di buku. Tapi tak berlaku untuk pulpen. Meskipun nantinya dapat merusak kertas jika menghapus menggunakan karet gelang.

5. Ikat Kepala
Dulu, anak usia sekolah dasar masih belum mengenal style. Mengikat ramput juga seadanya. Biasaya sih menggunakan karet gelang. Tapi tidak hanya untuk anak perempuan lho. Kadang juga digunakan laki-laki. Bagi laki-laki yang rambutnya dirasa menutupi mata, karet gelang digunakan untuk mengangkat rambut. Dengan cara lingkarkan karet gelang di dahi paling dekat dengan rambut.

Bukan hanya karena rambut panjang. Kadang digunakan saat suasana kelas terasa gerah. Namun, cara ini tidak bisa dilakukan dengan lama. Lama-lama kepala bisa terasa pusing. Alasannya, asupan darah terhalang tarikan karet. Lucunya, setelah menggunakan karet gelang tersebut, akan meninggalkan bekas garis di kepala dan rambut.

Tags: Karet GelangLife HackMasa Sekolah
Previous Post

Mengenal Kosmopolitanisme untuk Merayakan Perbedaan dan Perdamaian

Next Post

Mencari Solusi dalam Perdebatan Fatwa Haram PUBG dari MUI

BERITA MENARIK LAINNYA

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan
Cecurhatan

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

18/05/2026
‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Tahun Baru Islam dalam Lintasan Zaman

Tahun Baru Islam dalam Lintasan Zaman

14/06/2026
Festival Wastra Batik Bojonegoro 2026 jadi Panggung Sejarah, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Bojonegoro

Festival Wastra Batik Bojonegoro 2026 jadi Panggung Sejarah, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Bojonegoro

13/06/2026
Kuda, Pohon, dan Laut yang Terbakar: Hikmah Humor dan Pencurian (19)

Kuda, Pohon, dan Laut yang Terbakar: Hikmah Humor dan Pencurian (19)

12/06/2026
Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah

Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah

11/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: