Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Menikmati Seduhan Jamu Tradisional Legendaris Pak Yat Bojonegoro

Mahfudin Akbar by Mahfudin Akbar
02/04/2019
in JURNAKULTURA
Menikmati Seduhan Jamu Tradisional Legendaris Pak Yat Bojonegoro

Lapak Jamu Tradisional Pak Yat di Pasar Kota Bojonegoro.

Jika mencari obat tradisional berkhasiat di Bojonegoro, maka jamu Pak Yat adalah jawabannya. Seperti apa jamu tradisional buatan Pak Yat yang legendaris ini? Yuk Nabs, kita cari tahu bersama.

Jamu memang jadi pilihan alternatif masyarakat Indonesia untuk menyembuhkan aneka ragam penyakit. Tak hanya menyembuhkan, jamu tradisional juga dipercaya mampu memberikan manfaat kesehatan. Tak heran jika masyarakat Indonesia masih gemar minum jamu.

Di Bojonegoro, ada penjual jamu tradisional yang sudah tersohor namanya. Ia adalah Suyatno atau biasa dipanggil dengan Pak Yat. Untuk urusan jamu tradisional di Bojonegoro, Pak Yat adalah ahlinya.

Jamu Pak Yat sudah dikenal luas oleh masyarakat Bojonegoro. Racikan jamu tradisional Pak Yat banyak dipilih serta disukai karena dipercaya ampuh dan berkhasiat dalam menyembuhkan berbagai penyakit.

Pak Yat sudah berjualan jamu sejak tahun 70-an. Awalnya, jamu tradisional buatannya dijajakan dengan cara keliling. Setelah itu, Pak Yat membuka lapak di dekat rumahnya dan Pasar Kota Bojonegoro.

Lapak Jamu Pak Yat di Pasar Bojonegoro.

Dulunya, Pak Yat meracik sendiri jamu buatannya. Namun seiring berjalannya waktu, Ia merekrut orang untuk membantunya. Sosok yang dipercaya oleh Pak Yat dalam meracik ramuan jamu miliknya adalah Mastur.

Bersama Pak Yat, Mastur berhasil jadi peracik jamu tradisional yang mumpuni. Mastur sendiri sudah sejak 1985 bekerja meracik jamu tradisional bersama Pak Yat.

Menurut Mastur, jamu Pak Yat yang biasa diraciknya punya ciri khas tersendiri. Cita rasa super pahit dan tekstur yang masih kaaar menjadi ciri khas utama jamu yang diracik secara tradisional itu.

“Jamu di sini ciri khasnya agak kasar dan rasanya sangat pahit. Pelanggan sudah paham tentang hal tersebut,” ujar Mastur.

Jamu baru dibuat ketika ada pesanan. Beberapa bahan diracik sedemikian rupa disesuaikan dengan keluhan dari pelanggan. Tak lupa penambahan telur ayam kampung mentah untuk menyempurnakan racikan jamu.

Pelanggan jamu Pak Yat tak hanya berasal dari Bojonegoro saja. Pelanggan dari luar kota seperti Blora, Gresik, Surabaya, bahkan Kalimantan pun juga sering memesan jamu ke Pak Yat.

Untuk luar kota, Pak Yat akan menyiapkan ramuan khusus agar bisa dikirim ke tempat tujuan. Pelanggan tinggal menghubungi Pak Yat lewat ponsel untuk menunjukkan keluhannya.

Racikan Jamu Pak Yat yang dikirim ke luar kota.

Nantinya, Pak Yat dibantu Mastur akan membuat racikan jamu dalam bentuk mentah. Jamu dalam bentuk mentah tersebut kemudian dikirim ke tempat tujuan. Pelanggan tinggal menyeduh bahan yang sudah disiapkan.

“Pelanggan yang dikirimi nanti tinggal menyeduh bahan yang sudah diracik. Bahan mentah ini bisa diseduh beberapa kali,” ucap Mastur saat ditemui di lapak Pasar Bojonegoro.

Keluhan dari pelanggan jamu Pak Yat bermacam-macam. Ada penyakit-penyakit kronis seperti jantung, stroke, asam urat, ginjal, hingga darah tinggi. Ada pula keluhan yang disebabkan oleh kondisi tertentu seperti telat menstruasi, hendak melahirkan, sampai jamu pegel linu.

Satu diantara pelanggan jamu Pak Yat adalah Suprapto. Pria berusia 43 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik tersebut kerap datang ke lapak jamu Pak Yat yang terletak di Pasar Bojonegoro. Menurutnya, jamu buatan Pak Yat memang berkhasiat.

“Biasanya saya seminggu atau dua minggu sekali minum jamu di Pak Yat. Saya cocok dengan racikannya,” kata Suprapto kepada Jurnaba.co

Pelanggan jamu Pak Yat memang didominasi oleh orang dewasa. Namun ada pula dari kalangan anak-anak yang usianya di atas 10 tahun. Pak Yat tak merekomendasikan jamunya kepada anak-anak yang usianya di bawah 10 tahun. Hal itu dikarenakan jamu Pak Yat masuk golongan jamu keras.

Banyak bahan-bahan tradisional di lapak jamu Pak Yat yang berada di dalam Pasar Kota Bojonegoro. Bahan-bahan tersebut didapatkan dari berbagai daerah di Indonesia. Pak Yat bahkan harus mendatangkan bahan dari Kalimantan hingga Sumatera.

Pengobatan tradisional lewat konsumsi jamu memang masih jadi pilihan banyak orang. Selain murah dan terjangkau, khasiat alami yang ditawarkan membuat sebagian masyarakat Bojonegoro masih setia dengan jamu tradisional.

Jamu Pak Yat bisa jadi opsi Nabsky sekalian yang membutuhkan asupan suplemen dari bahan alami. Jika sedang mengalami masalah kesehatan, tak ada salahnya untuk mengonsumsi jamu tradisional dari Pak Yat.

Tags: Jamu Pak YatJamu Tradisional
Previous Post

Bagaimana jika April Mop Diganti Hari Hoax?

Next Post

Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini di Hari Buku Anak Sedunia

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026
Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro

15/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kesehatan: Equilibrium Inovasi dan Kebijaksanaan

Kesehatan: Equilibrium Inovasi dan Kebijaksanaan

21/05/2026
Kebangkitan Nasional dan Bunyi Notifikasi

Kebangkitan Nasional dan Bunyi Notifikasi

20/05/2026
Tangan yang Dipotong, Jiwa yang Diselamatkan: Hikmah Humor dan Pencurian (16)

Tangan yang Dipotong, Jiwa yang Diselamatkan: Hikmah Humor dan Pencurian (16)

19/05/2026
Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

18/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: