Etnomusikologi merupakan cabang dari musikologi. Bidangnya meliputi pembelajaran aspek sosial dan budaya terhadap musik dan tarian. Baik dalam konteks lokal maupun global
Nabs, perkembangan musik dan tari berdampak pada kebudayaan di suatu daerah. Selain mempelajari teori-teori, Etnomusikologi juga mempelajari bagaimana bermain musik khas dari berbagai daerah.
Selain cara memainkan musik, banyak hal yang dapat dipelajari dari Etnomusikologi. Apalagi jika kamu suka mempelajari tentang kebudayaan suatu daerah.
Ini sangat seru. Karena kamu akan mempelajari berbagai kebudayaan masyarakat di berbagai daerah beserta seni musik dan tarinya.
Brian Armando, pemuda Bojonegoro yang memutuskan melanjutkan sekolah dengan mengambil prodi Etnomusikologi. Meski sebagian orang masih awam dengan prodi ini, tidak bagi Brian.
Kecintaannya terhadap seni mengantarkan Brian untuk mengambil prodi Etnomusikologi. Bagi Brian, prodi ini sangat menyenangkan. Brian bisa mempelajari banyak hal dari sebuah seni.
Menurut Brian, banyak mahasiswa prodi Etnomusikologi yang tadinya tidak bisa memainkan alat musik. Namun, akhirnya tetap bisa. Sebab, pemahaman musik dibutuhkan untuk melengkapi pembelajaran prodi tersebut.
“Banyak juga yang tadinya tidak bisa main alat musik, tapi mau tidak mau harus belajar dan akhirnya bisa memainkan beberapa alat musik,” jelas Brian.
Seperti yang kita tahu, Indonesia sangat banyak ragam budaya. Dari suku hingga kesenian. Baik musik maupun tari. Banyak orang barat yang tertarik dan menjadikan Indonesia sebagai dasar pembelajaran Etnomusikologi.
“Bahkan orang barat pun banyak yang datang ke Indonesia, karena banyak potensi-potensi di Indonesia terkait tentang Etnomusikologi,” kata Brian.
Jeff Todd Titon, seorang profesor musik Emeritus di Brown University, menyebut Etnomusikologi sebagai pembelajaran mengenai orang-orang yang membuat musik.
Meski sering dianggap sebagai pembelajaran terhadap musik non-barat, Etnomusikologi juga meliputi pembelajaran musik barat dari sudut pandang antropologi maupun sosiologi.
Bruno Nettl, seorang Profesor Emeritus of Music dan Antropologi mempercayai, Etnomusikologi sebagai produk pemikiran Barat. Bahkan, dia mengklaim bahwa Etnomusikologi, sebenarnya merupakan fenomena Barat.
Dalam dunia perkuliahan, jurusan Etnomusikologi terbagi menjadi penelitian musik dan penciptaan musik yang masuk dalam Fakultas Seni Pertunjukan. Beberapa ilmu yang dipelajari mulai sejarah musik, musik ritual, juga antropologi.
Etnomusikologi atau disebut juga dengan antropologi musik, merupakan gabungan dari ilmu tentang musik dan kebudayaan.
Etnomusikologi mempelajari tentang hubungan aspek sosial budaya terhadap musik dan tari dalam lingkup global maupun lokal.
Nabs, Etnomusikologi mempelajari musik berbagai daerah di belahan dunia. Mempelajari pula bagaimana kebudayaan bisa memengaruhi kesenian di suatu daerah. Seperti seni musik dan tari maupun sebaliknya.
Sebagai generasi penerus, warisan budaya Indonesia perlu dilestarikan agar tidak diklaim oleh pihak luar. Merawat serta melestarikan dan mengenalkan kepada dunia.
Tanpa perlu repot memikirkan bahkan membuat sebuah seni atau budaya. Sehingga dunia tahu bahwa Indonesia kaya akan budaya.
Banyaknya kebudayaan yang tercecer di Indonesia, harusnya mampu memantik sikap generasi muda agar memiliki kemampuan menjaganya. Nah, mempelajari Etnomusikologi juga bagian dari mempertahankan kebudayaan Indonesia.








