Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Misteri Deret Barisan Tarawih, Cangkir Kopi, dan Antrian di Kasir

Chusnul Chotimmah by Chusnul Chotimmah
27/05/2019
in Cecurhatan
Misteri Deret Barisan Tarawih, Cangkir Kopi, dan Antrian di Kasir

Ada delapan hari menjelang lebaran. Artinya, puasa sudah memasuki hari ke 22. Sabar, Nabs, sedikit lagi mencapai garis finish. Setelah itu, kamu bisa habiskan jajan lebaran di rumah tetangga.

Jika Ibu kota masih riuh dan ricuh, Bojonegoro senantiasa aman terkendali. Masjid dan mushala masih tenang. Bahkan terlampau tenang dengan beberapa deret barisan saja. Sehingga ketika imam selesai membacakan al-fatihah, hanya sayup-sayup terdengar suara makmum yang kebanyakan sudah berusia lanjut tersebut.

Anak-anak muda kemana?
Jika kamu pergi ke luar untuk berjalan-jalan berkeliling Bojonegoro, maka kamu akan melihat warung-warung kopi mulai kembali buka dan ramai. Seperti halnya kota-kota besar lainnya, Bojonegoro punya budaya diskusi yang tinggi.

Tapi bahasa diskusi terlalu akademis dan jauh dari kesederhanaan, jadi mari kita sepakati untuk menyebutnya budaya jengker.

Di Bojonegoro ada banyak warung kopi yang rata-rata dipadati anak-anak muda. Di sanalah budaya njengker dipupuk dan dilestarikan. Eits, jangan sepelekan budaya njengker, karena itulah yang menjaga Bojonegoro tetap tenang.

Lha, gimana ceritanya nggak shalat malah bikin Bojonegoro tetap tenang?

Iya, Nabs. Jengker adalah salah satu jenis komunikasi, dan seperti yang kita ketahui bahwa kunci dari hubungan yang harmonis adalah komunikasi yang baik.

Bayangkan saja jika anak-anak muda di Bojonegoro tidak doyan njengker di warung kopi sembari bertukar ide, gagasan, dan candaan? Ngeri sekali jika anak-anak muda Bojonegoro menjadi muda-mudi yang cepat tersulut.

Bara amarahnya tak lekas habis seperti persediaan minyak di bagian barat kota. Jangan ya, Nabs. Cukup rokok saja, kamu jangan. Iya, kamuu~

Selain warung-warung kopi, ada pusat-pusat perbelanjaan di pusat kota yang begitu ramai. Ramainya pusat perbelanjaan ini disinyalir sebagai efek dari cairnya Tunjangan Hari Raya (THR). Sebagian besar THR sudah cair meski Teman Hari Raya (THR) belum juga punya. Duh, melase!

Menjelang lebaran, ada tradisi di berbagai daerah untuk mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan. Di Bojonegoro sendiri, orang-orang akan berbondong-bondong memborong segala yang diinginkan di Samudra, Bravo, KDS maupun toko-toko lainnya.

THR hanya turun satu tahun sekali, maka momen turunnya THR ini menjadi momen yang patut dirayakan dengan suka-cita.

Konon ada kepuasan tersendiri ketika orang membelanjakan uangnya untuk berbagai hal yang dirasa baik. Apalagi ada tradisi parade baju baru di saat lebaran, yakni ajang untuk memamerkan barang-barang berharga mereka pada sanak-saudara dan juga tetangga. Sehingga, perlu persiapan yang matang untuk bersaing dengan para tetangga.

Jadi begitu, Nabs. Itulah alasan mengapa kian hari baris deret shalat tarawih kian menyusut dan sedang banyaknya cangkir kopi di tumpukan cucian berbanding lurus dengan antrean di kasir perbelanjaan.

“Alhamdulillah. Masih ada 2 saf. Semoga besok nggak berkurang,” celetuk Mutmainah, seorang guru di MAN 2 Bojonegoro selepas menunaikan shalat tarawih di Mushala Al-hikmah.

Tenang, Nabs, kelak akan ada masa di mana deret barisan shalat tarawih kembali penuh, yakni momen akhir puasa atau detik-detik menjelang lebaran. Kesempatan terakhir untuk mengucap salam pisah pada Ramadhan.

Tags: TarawihWarung Kopi
Previous Post

Perihal Keributan Running Shoes di Laman Twitter

Next Post

Memastikan City Brand Kota Bojonegoro secara Lebih Serius

BERITA MENARIK LAINNYA

Kemarau yang Datang Lebih Awal
Cecurhatan

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan
Cecurhatan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
Di Antara Embargo dan Martabat
Cecurhatan

Di Antara Embargo dan Martabat

07/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: