Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

5 Keuntungan Penerapan Sistem Zonasi Sekolah

Adityo Dwi Wicaksono by Adityo Dwi Wicaksono
15/06/2019
in Cecurhatan
5 Keuntungan Penerapan Sistem Zonasi Sekolah

Sistem zonasi sekolah memang terkesan membatasi dan seolah menghalangi siswa mencari sekolah idaman. Tapi, sesungguhnya, banyak keuntungan dengan diterapkannya sistem zonasi sekolah.

Sistem zonasi sekolah yang diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam PPDB memicu pro dan kontra. Seperti pada umumnya hal apapun tak akan luput dari komentar netizen baik nyata maupun virtual.

Mendikbud mengatakan, penerapan sistem zonasi harus dilihat sebagai upaya pemerataan memperoleh hak pendidikan yang wajar sesuai tema kerja tahun 2017 yang dicanangkan Kemendikbud. Yakni Pemerataan Pendidikan yang Berkualitas.

Sistem penerimaan ini tidak lagi berdasarkan capaian prestasi akademik. Tetapi berdasarkan jarak tempat tinggal siswa dengan sekolah (zonasi). Peserta didik yang berada di zona sekolah tersebut harus diterima dan tidak boleh ditolak.

Di Bojonegoro sendiri, ada 11 zonasi untuk siswa level SMP dan 6 zonasi untuk siswa level SMA (non SMK). Mengetahui hal itu, polemik di masyarakat pun muncul. Seiring dengan penerapan sistem zonasi, berbagai argumen dilontarkan untuk menggelitik kebijakan tersebut.

Polemik terjadi karena ada anggapan banyak anak hebat dari pedesaan yang tak bisa melanjutkan sekolah di dalam kota. Oke, itu mashuuk!, tapi, ini waktunya membuktikan bahwa bersekolah di desa tak kalah asyiknya dibanding bersekolah di kota.

Konsolidasi tawuran juga lebih mudah, eh, maksudnya konsolidasi untuk belajar bersama hehe. Nabs, ini waktunya bagi desa untuk mengepung kota. Bukan mengepung untuk tawuran lho ya, tapi mengepung dengan prestasi. Hehe

Niat baik dari kebijakan tersebut, menuai banyak pro dan kontra hanya karena belum memahami keuntungannya. Berupaya melirik hal baik di tengah banyak hal buruk yuk, Nabs.

Oke, berikut sisi baik yang dilahirkan dengan adanya kebijakan sistem zonasi.

1. Berkurangnya status sekolah favorit
Dengan adanya kebijakan sistem zonasi. Tidak ada lagi kesenjangan kredibilitas status peserta didik. Di mana, biasanya kesenjangan terjadi antara peserta didik sekolah unggulan dan yang biasa saja.

Kebijakan sistem zonasi mampu mengurangi hal tersebut. Nantinya seluruh sekolah akan mengemban status yang sama. Tidak ada lagi yang namanya sekolah favorit atau hal yang lainnya.

2. Pemerataan peserta didik
Dengan pemerataan peserta didik, setiap sekolah dapat saling bersaing. Untuk menjadi sekolah yang terbaik. Karena peserta didik yang unggul tidak berkumpul dalam satu tempat.

Nantinya, setiap sekolah bisa saling bersaing utuk meningkatkan kredibilitasnya. Sehingga setiap sekolah memiliki potensi untuk menjadi sekolah yang unggul. Dengan adanya pemerataan peserta didik.

3. Mengurangi beban biaya
Adanya sistem zonasi sekolah. Para orang tua dan peserta didik akan mendapatkan keuntungan. Yaitu mengurangi beban biaya. Baik biaya pendidikan maupun biaya lain termasuk akomodasi.

Sistem zonasi akan mengurangi beban biaya transport peserta didik. Tidak ada lagi peserta didik yang menempuh jarak jauh untuk berangkat sekolah. Sehingga, kebiasaan terlat datang perlahan akan berkurang

4. Pengawasan orang tua kepada anaknya
Dengan jarak yang tidak begitu jauh. Peran orang tua dalam mengawasi anaknya akan lebih terlibat. Jadi orang tua bisa turut andil untuk mengawasi kegiatan anaknya.

Tapi bukan berarti orang tua ikut membuntuti terus kemana anaknya akan pergi. Dengan begini, kamu yang sudah menyusun agenda untuk membolos, harus berpikir dua kali. Bagaimana caranya bisa bolos tanpa sepengetahuan orang tua dan pihak sekolah. Lho gimana sih nabs?

5. Mendorong kualitas sekolah
Hal ini terjadi karena pengaruh dari pemerataan peserta didik. Dengan tidak adanya lagi para peserta didik unggul yang berkumpul pada satu tempat. Sehingga sekolah bisa saling bersaing untuk meningkatkan kualitasnya.

Jadi akan terjalin kerja sama antara sekolah dan peserta didik. Tidak ada lagi sekolah yang mengandalkan status unggulan. Demi mendapatkan peserta didik yang unggul. Nantinya seluruh elemen dalam sekolah akan saling berhubungan untuk saling bekerja sama demi meningkatkan kualitas sekolahnya masing-masing.

Begitulah hal baik yang didapatkan dengan adanya kebijakan sistem zonasi sekolah. Terlepas dari pro dan kontra, sejatinya kebijakan ini hanya ingin menyemai kebaikan untuk sesama. Agar tiap area melahirkan sosok terpelajar.

Selamat berburu sekolah bagi yang menjalankannya. Semoga mendapat sekolah yang tepat ya, Nabs.

Tags: PPDBSistem Zonasi Sekolah
Previous Post

Jadi Tuan Rumah Piala Menpora 2019, Bojonegoro Diharap Munculkan Samsul Arif Baru

Next Post

Namaku Robot dan Album Oasis

BERITA MENARIK LAINNYA

Kemarau yang Datang Lebih Awal
Cecurhatan

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan
Cecurhatan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
Di Antara Embargo dan Martabat
Cecurhatan

Di Antara Embargo dan Martabat

07/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: