Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Klotekan Kolektif ala Santri SMP Plus Ar-Ridwan Bojonegoro

A Wahyu Rizkiawan by A Wahyu Rizkiawan
10/08/2019
in Peristiwa
Klotekan Kolektif ala Santri SMP Plus Ar-Ridwan Bojonegoro

Klotekan kolektif menjadi budaya Nusantara yang rentan hilang di era digital. Sejumlah masyarakat masih memainkannya untuk meramaikan malam jelang hari besar. 

Gema takbir terdengar bertalu-talu. Diselingi klotekan kayu dan suara bass dari sound system, sejumlah masyarakat dan santri berjalan berkeliling kampung meramaikan malam menjelang Idul Adha 1440 H.

Meramaikan malam Hari Raya Idul Adha menjadi tradisi bagi sebagian besar masyarakat Bojonegoro. klotekan dan takbir keliling adalah dua ritual paling sering dihelat. Seperti dilakukan santri dan santriwati SMP Plus Ar-Ridwan Bojonegoro malam ini (10/8).

Bersama warga sekitar dan para pengurus Markaz Ridwan Romly Al Maliky, santri dan santriwati Ponpes Ar-Ridwan menggemakan takbir dengan berkeliling ke sekujur Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro. Lebih tepatnya, berkeliling sambil klotekan secara kolektif.

Klotekan atau membunyikan tetabuhan memang bukan hal asing. Hampir tiap perayaan hari besar, selalu ada giat demikian. Terutama saat sahur (Ramadhan), malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.

Seolah tak ingin melepas malam Idul Adha begitu saja. Para santri SMP Plus Ar- Ridwan Bojonegoro dan pengurus Markaz Ridwan Romly Al Maliky berkeliling dan menggemakan takbir bersama, mengisi malam menuju Hari Raya.

Teguh Muryanto, salah seorang staf pengajar SMP Plus Ar-Ridwan Bojonegoro menjelaskan, klotekan kolektif atau menggemakan takbir sambil berkeliling kampung secara berjamaah menjadi budaya masyarakat Jawa pada umumnya.

Terutama jelang hari besar. Hanya, di tengah gempuran era digital, disadari atau tidak, kebudayaan tersebut mulai ditinggalkan.

“Selain merayakan malam Hari Raya, ini juga proses mempertahankan budaya Nusantara,” kata Teguh.

Teguh mengungkapkan, selain memang diniati meramaikan malam Idul Adha, para santri yang tergolong generasi Z — lahir era tahun 2000 ke atas — tentu wajib tahu dan mempertahankan budaya Nusantara. Sebab, di tangan merekalah, kelak generasi sebelumnya menitipkan budaya.

Ahmad Khotibul Umam, staf pengajar lainnya menambahkan, Hari Raya Idul Adha memang dirayakan dengan menyembelih hewan qurban. Namun, untuk merayakan malam menuju Hari Raya-nya, takbir keliling dan klotekan kolektif menjadi kegiatan yang menyenangkan dilakukan. Selain meramaikan, juga mempertahankan kebudayaan.

“Selain meramaikan malam Hari Raya, juga mempertahankan kebudayaan tradisional,” imbuh Umam.

Klotekan kolektif atau tabuh-bebunyian bersama-sama menjadi budaya tradisi yang cukup mengakar di masyarakat. Hanya, saat ini, giat tersebut rentan hilang. Mengingat, di saat yang sama, permainan berbasis ponsel mulai mudah didapati.

Para santri SMP Plus Ar-Ridwan dan pengurus Markaz Ridwan Romly Al Maliky hanya sedikit dari sejumlah masyarakat Bojonegoro yang merayakan malam Hari Raya Idul Adha dengan takbir keliling dan klotekan. Sebab, di belahan Bojonegoro lain, banyak juga warga yang meramaikan malam Hari Raya dengan berbagai macam kegiatan.

Tags: KlotekanSMP Plus Ar-Ridwan BojonegoroTakbir Keliling
Previous Post

Menyambut Musim Baru Sepakbola Eropa di Tengah Takbir yang Bergema

Next Post

5 Masakan Alternatif Berbahan Daging Kurban Idul Adha

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa
Peristiwa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot
Peristiwa

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara
Peristiwa

Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara

12/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: