Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Debat Keren Soal Papua dan Pelajaran yang Diambil Darinya

Bakti Suryo by Bakti Suryo
22/09/2019
in Peristiwa
Debat Keren Soal Papua dan Pelajaran yang Diambil Darinya

Debat keren terjadi tepat pada Hari Perdamaian Internasional 2019. Alenia TV melakukan stream live pada Sabtu, 21 September 2019. Debat Keren tersebut melibatkan dua pembicara antara jurnalis dan aktivis senior, Dandhy Laksono dan aktivis cum poliitkus, Budiman Sudjatmiko.

Debat tersebut bertajuk “Nationalism and Separatism: Questions on Papua”. Budiman mewakili pihak nasionalis dan Dandhy mewakili pihak separatism.

Dengan tema ‘Nationalism and Separatism: Questions on Papua’. Acara yang disiarkan Alinea TV ini sendiri bertempat di Auditorium Kampus Visinema, Jalan Kramat No.3C, Cilandak, Jakarta. Acara berlangsung selama hampir 3 jam. Mulai dari pukul 14.00 hingga 16.45 wib.

Dandhy menyatakan pendapatnya bahwa referendum perlu diberikan kepada masyarakat Papua. Dia meragukan bahwa Papua dinyatakan sebagai bagian dari Bangsa Indonesia. Hal ini sudah menjadi perdebatan para pendiri negara sejak lama.

Kondisi tersebut dianalogikan Dandhy dengan film Transformer. Terdapat ras asing yang berperang. Autobot yang bersembunyi dan Decepticon yang menyerang. Keduanya datang ke bumi untuk saling berebut kuasa. Bahkan ada yang mengekstak sumber dayanya dan berbicara wilayah tersebut sebagai benteng.

“Setiap saya menonton Transformer, mudah bagi saya untuk berusaha menjadi seperti orang Papua,” kata Dandhy dalam pengantar debatnya.

Dandhy menyatakan bahwa dia dianggap mendukung separatisme. Menurutnya itu tidak apa-apa. Dia mengaku konsep separatisme di NKRI sudah bias. Apa yang terjadi di Papua saat ini adalah dekolonialisasi yang belum selesai.

“Kalau ditanya apak referendum adalah solusi, jawaban saya iya. Salah satu solusi maksud saya,” kata Dandhy.

Sedangkan Budiman menyatakan pendapatnya bahwa dia tidak setuju adanya referendum terhadap Papua. Tentu ini bertolak belakang dengan pendapat Dandhy. Menurutnya, segala permasalahan yang terjadi harus diselesaikan secara dialog.

“Harus dengan perdamaian, cara militerisme harus dihilangkan,” kata Budiman.

Menurutnya, referendum sudah tidak bisa dipakai. Hingga saat ini, Papua termasuk bagian dari Indonesia secara administratif. Dan hal tersebut tentunya sudah diakui PBB. Dengan begitu, Papua merupakan bagian dari wilayah hukum Indonesia. Sedangkan referendum tidak mungkin dilakukan secara perundang-undangan.

“Usulan untuk hak menentukan nasib sendiri, itu adalah sebuah konsep yang sangat hisoris. Bukan sebuah konsep mutlak,” kata Budiman.

Budiman sendiri mengaku bahwa dia tidak setuju konsep NKRI Harga Mati secara mutlak. Dia menyatakan bahwa itu adalah modal awal. Modal yang harus diperundingkan untuk terlibat dalam menciptakan ketertiban dunia.

“Tapi kita sepakat, bahwa niat Indonesia rumah Indonesia didirikan dengan niat baik mengharuskan kita bersama memperbaiki ke dalam dan jadi pemenang. Memenangkan manusia.”

Debat tersebut tidak hanya melibatkan dua pembicara tersebut. Terdapat beberapa elemen masyarakat yang hadir. Antara lain mahasiswa, aktivis, dan beberapa masyarakat Papua. Beberapa orang Papua juga diberikan kesempatan untuk berpendapat.

“Diskusi seperti ini mestinya diperbanyak di Indonesia ini dan tidak menjadi hal yang tabu,” kata seorang warga Papua yang hadir, Agus Kambuaya.

Menurutnya, nasionalisme dipaksakan kepada Papua sejak dari dulu. Sejak Papua masuk melalui Perpera, terjadi doktrin untuk memaksakan nasionalis terhadap Indonesia. Masyarakat Papua disuruh memahami Indonesia. Padahal, banyak bangsa di Indonesia yang belum memahami Papua.

“Papua dikenal setelah Persipura itu ikut Liga Indonesia, barulah sebagian orang tahu. Ini cerita kecil tapi makna kebangsaan kita besar itu,” kata Agus Kambuaya.

Banyak topik dan hal yang terbahas dalam forum debat tersebut. Namun, pada intinya, bagaimana soal nasib Papua ke depan? Bagaimana sikap Indonesia yang harus diambil? Jawaban pertanyaan tersebut adalah perlu adanya diskusi secara terus menerus.

Setiap data harus dibuka, setiap pendapat harus diterima. Baik pemerintah, aktivis, pengamat, pakar dan masyarakat. Tentunya warga Papua sendiri yang menjadi fokus utama untuk didengar. Diskusi sangat diperlukan untuk mendpatkan solusi terbaik.

Pada sisi lain, perdamaian tetap harus dijaga. Segala bentuk kekerasan harus dilawan. Kemanusiaan adalah yang terpenting. Jadi, segala bentuk penindasan harus dihilangkan demi kondisi masyarakat yang damai. Dan kedamaian harus dicapai dengan cara “Memanusiakan Manusia”, bukan sebaliknya.

Tags: BudimanDandhyDebat Keren
Previous Post

Keinginan dan Mengelola Keberanian

Next Post

Melihat Tabiat Manusia saat sedang Naik Bus Umum

BERITA MENARIK LAINNYA

Di Tengah APBD Raksasa, Ribuan Anak Bojonegoro Masih Sulit Bersekolah
Peristiwa

Di Tengah APBD Raksasa, Ribuan Anak Bojonegoro Masih Sulit Bersekolah

24/07/2026
Ajak Siswa SMP Manfaatkan Bonggol Jagung, KKN Unigoro Beri Edukasi Pentingnya Kelola Limbah
Peristiwa

Ajak Siswa SMP Manfaatkan Bonggol Jagung, KKN Unigoro Beri Edukasi Pentingnya Kelola Limbah

24/07/2026
Realisasikan Visi Pembangunan Manusia, Pemkab Bojonegoro dan EMCL Sepakati Penguatan Pendidikan STEM
Peristiwa

Realisasikan Visi Pembangunan Manusia, Pemkab Bojonegoro dan EMCL Sepakati Penguatan Pendidikan STEM

22/07/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Voynich Manuscript: Antara Fakta, Hipotesis dan Misteri yang Belum Berakhir (Bagian V – End))

Voynich Manuscript: Antara Fakta, Hipotesis dan Misteri yang Belum Berakhir (Bagian V – End))

29/07/2026
Pemain Bintang dan Sebuah Kepemimpinan

Pemain Bintang dan Sebuah Kepemimpinan

28/07/2026
Ketika Barat Sudah Tak Menjadi Hakim Utama Ilmu Sejarah

Ketika Barat Sudah Tak Menjadi Hakim Utama Ilmu Sejarah

27/07/2026
Rampungkan Peta Mitigasi Longsor, Mahasiswa KKN Unigoro Buat Data Rujukan untuk Desa

Rampungkan Peta Mitigasi Longsor, Mahasiswa KKN Unigoro Buat Data Rujukan untuk Desa

26/07/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: