Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Abdulloh Umar: Memahami Isra Miraj Sebagai Kaidah Bersosial

Maulida Chartagupta by Maulida Chartagupta
27/01/2025
in Figur
Abdulloh Umar: Memahami Isra Miraj Sebagai Kaidah Bersosial

Abdulloh Umar: Kaidah Sosial Isra Miraj

Isra Miraj (Rejeban) yang tahun ini jatuh pada 27/1/2025, merupakan peristiwa spiritual yang amat penting bagi kaum Muslim. Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar menyebut, peristiwa Isra Miraj juga harus dipahami secara membumi, sebagai tauladan untuk kehidupan sosial.

Rajab merupakan salah satu bulan dalam kalender hijriyah yang masuk dalam deretan Asyhur al-Hurum (bulan-bulan mulia). Kemuliaan Rajab diwarnai perihal penting dalam sejarah Islam, yaitu momen Isra’ Mi’raj. Ritual suci berupa ekspedisi yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam rangka menghadap Allah.

Saking istimewanya peringatan ini, setiap daerah di Indonesia memiliki cara berbeda-beda dalam merayakannya. Bagi masyarakat Indonesia, Isra Miraj bukan sekadar ritual keagamaan. Tapi juga momen mempererat hubungan sosial antar warga. Di tengah kehidupan modern, tradisi-tradisi ini menjadi pengingat akan pentingnya menghargai sejarah, budaya, bahkan keluarga.

Di Bojonegoro, Isra Miraj lebih masyhur dengan istilah Rejeban. Sebuah tradisi sosial yang membuka ruang berbagi, bersilaturahmi, sekaligus mempererat persaudaraan. Tentu, kegiatan itu tetap dikemas dalam rangka memperdalam pemahaman spiritual.

“Jadi, Isra Mi’raj juga harus dipahami secara membumi, dengan motivasi sosial kemasyarakatan” Ucap Abdulloh Umar (26/1/2025).

Umar menjelaskan, secara umum, Isra’ Mi’raj adalah mukjizat Nabi Muhammad SAW, dengan melakukan perjalanan dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha. Dalam sejarah, fenomena Isra Miraj adalah perjalanan pertama manusia di dunia menuju luar angkasa, untuk kemudian kembali menuju bumi dengan selamat.

“Hal ini harus menjadi tauladan, tak hanya secara spiritual, tapi juga secara sosial ” Ucap alumni Ponpes Bahrul Ulum Jombang itu.

Lebih jauh Umar mengatakan, perjalanan Nabi Muhammad SAW menuju Sidratul Muntaha harus bisa dimaknai sebagai motivasi untuk mencari ilmu dan bercita-cita setinggi mungkin, dalam perihal kebermanfaatan sosial. Sementara perjalanan Nabi menuju bumi dengan selamat, juga harus bisa dimaknai sebagai laku yang membumi, yaitu sikap tawadhu.

“Artinya, fenomena Isra Miraj juga bisa dipahami sebagai tauladan untuk meraih cita-cita setinggi mungkin, namun tetap bisa bersikap membumi. Berkarakter tawadhu” Tegas Umar.

Tags: Abdulloh UmarIsra Miraj
Previous Post

Resolusi Tahunan Yang Semoga Menghantarkan Ke Akhir Perang

Next Post

Bertekad Wujudkan Perbaikan Lingkungan Kerja dan Upah Sektoral Layak, Puluhan Buruh Konstruksi di Bojonegoro Dirikan Serikat

BERITA MENARIK LAINNYA

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia
Figur

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia

26/03/2026
Fazlur Rahman Khan, Sosok di Balik Lahirnya Terminal Haji Jeddah
Figur

Fazlur Rahman Khan, Sosok di Balik Lahirnya Terminal Haji Jeddah

20/03/2026
Bruno Guiderdoni: Keseimbangan Sains, Quran, dan Iman
Figur

Bruno Guiderdoni: Keseimbangan Sains, Quran, dan Iman

18/03/2026

Anyar Nabs

Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

19/04/2026
Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: