SMP Plus Himuba Sobontoro menjalankan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama tiga hari, sejak hari Senin hingga Rabu 14-16 Juli 2025.
Pada MPLS tahun ini SMP Plus Himuba mengangkat tema “Ramah” Berdasarkan Surat Edaran Menteri Dikdasmen Nomor 10 Tahun 2025. Senin pagi pukul 07.30 WIB kegiatan MPLS resmi dibuka secara simbolis oleh pengasuh pondok pesantren Hidayatul Mubtadi’ien dengan penyematan kartu siswa sebagai bentuk siswa baru telah sah menjadi bagian dari SMP Plus Hidayatul Mubtadi’ien dan keluarga besar pondok pesantren Hidayatul Mubtadi’ien Balen.
Sehari sebelumnya, kedatangan santri disambut oleh pengasuh Abah Imam Ja’far Shodiq dan keluarga besar yayasan pondok pesantren Hidayatul Mubtadi’ien. Dalam pengajian nya bersama Wali santri, Abah Imam menjelaskan setiap orang tua tentu punya harapan anak keturunannya menjadi anak yang sholeh maupun sholehah yang bisa mendoakan orang tua ketika telah tiada.
Sehingga orang tua punya peranan penting terhadap proses pembelajaran anaknya, sebagaimana Kalam Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf Gresik “Doa ibu kepada anaknya lebih mustajab dibanding doa 70 wali kutub yang masih hidup.” Abah Imam juga menambahkan, bahwa doa orang tua kepada anak seperti doa Nabi kepada umatnya.
Selain itu, Abah Imam Ja’far Shodiq mengingatkan, kalau orang tua harus sungguh-sungguh dalam mendukung anak-anaknya yang sedang menuntut ilmu terutama ilmu agama, agar nantinya menjadi generasi yang berilmu dan mempunyai akhlak. Karena, tidak ada seorangpun anak yang terlahir dalam keadaan memiliki ilmu dan tidaklah sama orang yang berilmu dan orang yang bodoh.

Kemudian, pada hari pertama MPLS diisi dengan materi pengenalan terkait lingkungan pondok pesantren oleh Ibu Hani Muzdalifah dan Ustadz Syaiful Aziz, dengan tujuan santri-santri baru ini mengenal bagaimana tradisi-tradisi di pesantren yang segalanya diatur untuk membentuk akhlak para santri.
Selanjutnya pada materi pengenalan Sekolah yang diisi oleh Bu Emi Rohmawati dan Bu Nely Oktavia menjelaskan tentang biografi sekolah dan juga peraturan yang ada di sekolah, agar para siswa baru dapat beradaptasi dan disiplin mematuhi peraturan yang ada di sekolah, termasuk komitmen sekolah dalam memerangi bullying yang marak dikalangan remaja.
Selanjutnya, dihari kedua MPLS materi yang diberikan adalah pengenalan baris-berbaris atau PBB yang dipimpin oleh anggota Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka Bojonegoro. Materi PBB menjadi bekal penting bagi siswa dalam lingkup pendidikan formal. PBB bertujuan menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa persatuan pada individu, serta membentuk sikap jasmani yang tegap dan tangkas.
Hari ketiga yang menjadi puncak dari kegiatan MPLS yang diawali dengan “Senam Anak Indonesia Hebat”, kemudian outbound bersama seluruh siswa-siswi SMP Plus Hidayatul Mubtadi’ien yang bertujuan mengembangkan berbagai aspek kepribadian dan keterampilan siswa, seperti kemandirian, kepercayaan diri, kerjasama tim, kemampuan problem solving, dan interaksi antar siswa.
Terakhir, kegiatan MPLS 2025 ditutup dengan do’a bersama pengasuh pondok pesantren Hidayatul Mubtadi’ien Abah Imam Ja’far Shodiq dan bapak ibu dewan Guru, serta pemberian apresiasi kepada siswa-siswi yang aktif dan disiplin dalam mengikuti kegiatan MPLS.








