Suporter setia Persibo Bojonegoro kembali cemas dengan kondisi klub yang dicintainya. Bagaimana tidak, jelang musim kompetisi 2020, belum ada tanda-tanda kehidupan dari Laskar Angling Dharma.
Kompetisi Liga 3 Jatim 2020 makin dekat. Namun belum ada persiapan sama sekali dari manajemen Persibo. Hal ini membuat para suporter gundah, geram, kecewa, bahkan marah. Bahkan ada yang berpikir untuk kembali berdemo untuk bisa menghidupkan Persibo.
Dalam dua tahun terakhir, suporter Persibo memang melakukan aksi turun ke jalan atau demo. Tujuannya adalah meminta manajemen Persibo untuk menyiapkan diri jelang bergulirnya Liga 3 Jatim.
Langkah para suporter untuk turun ke jalan menuntut manajemen bergerak sebenarnya selalu membuahkan hasil. Setelah aksi demo, manajemen Persibo langsung bergerak dalam menyiapkan tim.
Ini tentu bukanlah sesuatu yang ideal. Di saat tim-tim lain sudah punya rencana jauh-jauh hari, Persibo memilih bersantai kayak di pantai. Padahal, kunci utama dalam menghadapi kompetisi sengit seperti Liga 3 Jatim adalah persiapan yang matang.
Musim lalu, klub asal Gresik, Putra Sinar Giri melakukan persiapan yang sangat matang. Kebetulan, Putra Sinar Giri berada satu grup dengan Persibo di ajang Liga 3 Jatim 2019. Saat itu, Meski kompetis baru bergulir pada bulan Juli, PSG sudah mempersiapkan diri sejak Januari.
Baca juga: Memelihara Optimisme untuk Kesuksesan Persibo di 2020
Langkah yang diambil PSG itu membuahkan hasil manis. Selain mengungguli Persibo di babak grup, PSG juga jadi salah satu wakil Jawa Timur yang berhasil naik kasta ke Liga 2 Indonesia.
Pada 2020 ini, ada Persepon Ponorogo yang sudah menyiapkan diri dengan matang jelang pergelaran Liga 3 Jatim. Tak tanggung-tanggung, Persepon langsung melakukan seleksi terbuka pada pertengahan Januari lalu.
Tak ada salahnya bagi Persibo untuk meniru langkah yang diambil Putra Sinar Giri dan Persepon Ponorogo. Persiapan lebih awal punya banyak dampak positif.
Selain memperkuat tim, persiapan di awal juga sangat berguna untuk mengembalikan kepercayaan para suporter. Dengan pembentukan tim sedini mungkin, keyakinan para suporter bisa dipupuk lebih awal.
Belajar dari Tahun Sebelumnya
Setelah bangkit pada 2017 silam, Persibo memang kembali tampil di kompetisi resmi di bawah naungan PSSI, Liga 3 Jatim. Di tahun tersebut, persiapan Persibo sebenarnya tak matang-matang amat. Pembentukan tim dilakukan kurang lebih sebulan sebelum kompetisi bergulir.
Untungnya, pada 2017 itu skuat Persibo berisikan deretan pemain mumpuni dan berpengalaman. Ini juga ditunjang oleh kepiawaian pelatih muda berbakat dalam diri I Putu Gede. Persibo pun mampu melangkah hingga babak nasional.
Sayangnya, langkah Persibo terhenti di babak 8 besar pada Liga 3 2017. Padahal, Persibo hanya berjarak dua kemenangan saja dari Liga 2. Sayangnya, takdir sudah dituliskan dan Persibo gagal promosi ke kasta yang lebih tinggi.
Penyakit persiapan mepet kembali terulang di 2018 dan 2019. Kondisinya bahkan lebih parah. Bagaimana tidak, jangankan naik kasta ke Liga 2. Lolos dari babak grup Liga 3 regional saja tak mampu.
Manajemen tentu harus belajar dari kegagalan tahun-tahun sebelumnya. Bahwa, gagalnya Persibo melangkah jauh dan naik kasta adalah karena persiapan yang minim di awal. Para suporter tentu berharap jika kejadian seperti ini tak terulang kembali.
Karena itu, langkah atau upaya harus segera ditunjukkan oleh manajemen Persibo Bojonegoro. Apa tidak capek jika tiap mau kompetisi harus menunggu teriakan dan cacian para suporter yang berdemo?








