Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Belum Ada Pembicaraan New Normal di Pemkab Bojonegoro

Mahfudin Akbar by Mahfudin Akbar
29/05/2020
in Peristiwa
Belum Ada Pembicaraan New Normal di Pemkab Bojonegoro

Pemerintah pusat sudah mulai menggaungkan kehidupan new normal pada masa pandemi corona. Skenario new normal ala Pemerintah Indonesia pun sudah dibuat. Namun tak semua daerah di Indonesia bisa memberlakukan new normal.

Salah satu syarat utama bagi daerah yang ingin menerapkan new normal adalah tidak adanya penambahan kasus baru Covid-19. Syarat yang belum bisa dipenuhi oleh Kabupaten Bojonegoro.

Memasuki akhir Mei 2020, jumlah kasus Covid-19 di Bojonegoro justru kian bertambah. Hingga Jumat (29/5/2020) jumlah positif corona di Bojonegoro yang menjalani perawatan mencapai 40 orang. Secara kumulatif ada 51 kasus positif di Bojonegoro, di mana 9 orang meninggal dan 2 orang dinyatakan sembuh.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Bojonegoro, Masirin mengungkapkan jika belum ada rencana atau pembicaraan mengenai penerapan new normal di Bojonegoro.

“Belum ada pembicaraan (new normal). Tapi tentu secepatnya akan kami bahas,” ujar Masirin kepada tim Jurnaba.co

Kondisi yang dialami Bojonegoro ini setali tiga uang dengan Provinsi Jawa Timur. Bukannya menurun, jumlah kasus Covid-19 di Jawa Timur justru meroket tajam pada akhir Mei 2020. Dalam sehari, penambahan kasus bisa mencapai ratusan.

Surabaya jadi daerah yang mengalami lonjakan kasus positif Covid-19. Ironisnya, Kota Surabaya merupakan daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Bukannya menurun kasusnya, justru malah melonjak.

Tak Semua Daerah Bisa Terapkan New Normal

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengingatkan, setiap negara yang hendak melakukan transisi, pelonggaran pembatasan, dan skenario new normal harus memperhatikan 6 hal, yakni;

1. Bukti yang menunjukkan bahwa transmisi COVID-19 dapat dikendalikan.

2. Kapasitas sistem kesehatan dan kesehatan masyarakat termasuk rumah sakit tersedia untuk mengidentifikasi, mengisolasi, menguji, melacak kontak, dan mengkarantina.

3. Risiko virus corona diminimalkan dalam pengaturan kerentanan tinggi , terutama di panti jompo, fasilitas kesehatan mental, dan orang-orang yang tinggal di tempat-tempat ramai.

4. Langkah-langkah pencegahan di tempat kerja ditetapkan – dengan jarak fisik, fasilitas mencuci tangan, dan kebersihan pernapasan.

5. Risiko kasus impor dapat dikelola.

6. Masyarakat memiliki suara dan dilibatkan dalam kehidupan new normal.

Jika keenam poin tersebut belum bisa terpenuhi semua, WHO menyarankan agar skenario new normal jangan dijalankan terlebih dulu.

Di sisi lain, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi daerah jika ingin menyesuaikan kebijakan PSBB dan menjalani skenario new normal.

Syarat terdiri atas perkembangan Covid-19, pengawasan terhadap virus atau kesehatan publik, kapasitas pelayanan kesehatan, persiapan dunia usaha, dan respons publik.

Menurutnya berdasarkan data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) ada beberapa provinsi yang sudah siap menjalani kehidupan new normal berdasarkan tolak ukur tersebut.

“Di Jawa terlihat trend, di Jawa Tengah, di Bali, DKI Jakarta, dan Yogyakarta trendnya sudah menurun dan relatif menurun di bawah 1 di dalam tracking dalam tiga bulan terakhir. Untuk Sumatera seperti Aceh, Sumatera Barat, Babel, Kepri, dan Riau juga angkanya sudah di bawah 1 dan trendnya sudah menurun,” ujar Airlangga.

Skenario new normal memang jadi salah satu topik yang diperbincangkan saat ini. Yang pasti, daerah yang ingin menjalankan new normal harus memenuhi syarat yang sudah ditetapkan pemerintah pusat berdasarkan rekomendasi WHO.

Tags: New NormalPemkab Bojonegoro
Previous Post

Serpihan Mozaik di Malam Lebaran Tahun Ini

Next Post

3 Liga Top Eropa Kembali Bergulir Usai Serangan Corona

BERITA MENARIK LAINNYA

Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif
Peristiwa

Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif

03/06/2026
Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial
Peristiwa

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026
Bojonegoro History Gelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro
Peristiwa

Bojonegoro History Gelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro

24/05/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Siasat Menentang Tanpa Melawan

Siasat Menentang Tanpa Melawan

05/06/2026
Ketika Rasa Syukur Menulis Ulang Peta Otak: Bukti Ilmiah di Balik Kekuatan Bersyukur

Ketika Rasa Syukur Menulis Ulang Peta Otak: Bukti Ilmiah di Balik Kekuatan Bersyukur

04/06/2026
Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif

Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif

03/06/2026
Kebiasaan Mencuri Sang Binatang Jalang: Hikmah Humor dan Pencurian (18)

Kebiasaan Mencuri Sang Binatang Jalang: Hikmah Humor dan Pencurian (18)

03/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: