Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Doa Ibu Lebih Keramat dari Doa seorang Wali

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
29/01/2023
in JURNAKULTURA
Doa Ibu Lebih Keramat dari Doa seorang Wali

Kisah tentang seorang Wali yang tiap berdoa selalu diijabah. Namun, ada satu doa yang tak terijabah, karena bertubrukan dengan doa yang ibunya panjatkan.

Syahdan, Sayyid Sholeh pertama berhaji pada 1952. Di depan Ka’bah, beliau berdoa agar diperkenankan bisa pergi haji setiap tahun. Dan benar, doa beliau diijabah. Setiap tahun sejak ia berdoa hingga wafatnya, beliau selalu berangkat haji, kecuali pada musim haji tahun 1962.

Situasi tahun itu benar-benar rumit dan tak memungkinkan beliau berangkat dari Kairo ke Makkah. Beliau kemudian pergi ke Sudan dan bermaksud berangkat ke Makkah dari sana. Namun, ternyata,  kondisi untuk pergi dari Sudan ke Makkah pun sama tidak memungkinkannya.

Setelah berbagai upaya dirasa sulit, beliau akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah, di Dunqula, Sudan, karena kebetulan saat itu beliau sedang berada di kampung halamannya, Sudan.

Ketika sampai di rumah, ibunya memeluk beliau sambil berkata, “Maafkan ibu, Nak. Ibu telah membeli seekor domba tahun lalu untuk dikurbankan tahun ini, dan ibu berdoa pada Allah agar kau bisa mencicipi masakan ibu dari daging kurban itu.” ucap sang ibu pada Sayyid Sholeh.

Maka mengertilah Sayyid Sholeh, mengapa tahun ini beliau sulit sekali pergi haji, hingga akhirnya batal sama sekali. Sebab, ibunya berdoa agar ia bisa pulang ke rumah.

Demikianlah hebatnya doa seorang ibu yang lebih hebat dari doa seorang Ulama bahkan Wali sekalipun. Kanjeng Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda, “Kedudukan doa seorang ibu untuk anaknya, laksana kedudukan doa seorang Nabi untuk umatnya.”

Sayyid Sholeh bin Muhammad Al Ja’fari atau Syekh Sholeh Al Ja’fari (1910-1979),  merupakan ulama besar nan masyhur Waliyullah Mesir, pendiri Thariqah Ja’fariyah. Beliau guru dari ulama-ulama besar dunia seperti Abuya Sayyid Muhammad hingga Syekh Ali Jum’ah.

 

Tags: Doa WaliyullahHikayat KeramatHikayat SufiKisah Pendek
Previous Post

Gus Ghofur Maimoen: Unugiri Bojonegoro Bisa Jadi World Class University Sebelum 2036

Next Post

6 Negara yang Pernah Menjajah Indonesia: Belanda Paling Lama, 349 Tahun

BERITA MENARIK LAINNYA

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
Cecurhatan

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026
Alkemis Kebudayaan
JURNAKULTURA

Alkemis Kebudayaan

05/10/2026
Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro

29/09/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Api Abadi Singgah di Trucuk, Kali Pertama dalam Sejarah Kirab Hari Jadi Bojonegoro

Api Abadi Singgah di Trucuk, Kali Pertama dalam Sejarah Kirab Hari Jadi Bojonegoro

18/10/2026
Kirab Api Abadi: Singgah ke Bengawan, Merawat Keseimbangan Pembangunan

Kirab Api Abadi: Singgah ke Bengawan, Merawat Keseimbangan Pembangunan

17/10/2026
Mengenang KH Ali Maksum, Kiai Egaliter dan Berwawasan Luas

Mengenang KH Ali Maksum, Kiai Egaliter dan Berwawasan Luas

17/10/2026
Festival Lantung Hadirkan Kesenian Lokal, UMKM Desa Ikut Bergeliat

Festival Lantung Hadirkan Kesenian Lokal, UMKM Desa Ikut Bergeliat

16/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: