Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Dua Resep Mencintai Diri Sendiri

Adam F. by Adam F.
29/10/2025
in Cecurhatan
Dua Resep Mencintai Diri Sendiri

Resep Mencintai Diri Sendiri

“Semua pilihan kita ada resikonya”; “Perjuangan orang lain ndak sebanding dengan kita”; “Biarlah mereka saja yang bekerja, aku sudah berjuang” (pret).

Apakah kalimat-kalimat tersebut kerap melintas dalam fikiran teman-teman? Bila iya, maka teman-teman masih menjalani hidup sebagai manusia yang semestinya dibawah standar. Sebab manusia adalah makhluk yang emosional, namun hal itulah yang menyebabkan kita menjadi orang yang sulit untuk berinteraksi dengan orang lain.

Bila kita bercermin kita menemui orang yang sulit diatur, sering melimpahkan keluhan hingga menampakkan superioritasnya. Tentu itu akan membuat kita muak ibarat ingin menghilangkan feses dari lubang kakus dibawah kita, geram atau jijik teman-teman boleh menerjemahkannya sendiri.

Baca Juga: Mengendalikan Emosi ala Jean Paul Sartre 

Karena emosional merupakan sifat naluriah dari manusia maka tak bisa untuk di hindari ataupun di hapuskan, namun hal itu bisa kita bendung dengan mengontrol emosional kita.

Sesuatu yang harus di gamblangkan

Biangkerok dari bagian sikap kita yang ingin diakui orang lain itu adalah ego, ego yang berarti suatu proyeksi dalam diri bahwa dunia harus melihat kita. Tentu kita akan sangat senang bila mendapatkan respon positif dari lawan interaksi kita, kita merasa terhormat bila ide kita didengarkan tapi kecewa bila yang terjadi sebaliknya.

Ego yang besar mampu kita luapkan dengan harga diri yang kecil, sehingga semakin besar harga diri yang kita miliki semakin kecil ketergantungan kita terhadap orang lain untuk mendapatkan kebahagiaan yaitu ego dalam diri kita.

Pada hakikatnya kita mencintai diri kita sendiri yang memunculkan rasa ingin dihormati, cinta yang kita perlukan ini datang sepaket dengan penghormatan, hormat pada diri sendiri merupakan hilir dari ego dan harga diri.

Namun kita hanya bisa mendapatkanya hanya dari satu sumber, Dengan harga diri kita mampu mendapatkanya sendiri sedangkan dengan ego kita harus menuntutnya dari orang lain.

Kecintaan akan diri sendiri harus digambalangkan, apakah kita memenuhi penghormatan diri atas kecintaan terhadap diri sendiri itu berasal dari harga diri atau ego?

Semua sebab yang kita ambil mempunyai efek masing-masing baik menggunakan ego atau harga diri, tidak ada yang terlalu baik atau terlalu buruk namun kita bisa mengukurnya dengan seberapa jauh kesiapan kita pada dampak yang akan terjadi.

Dampak Perilaku dari Masing masing Sumber

Harga diri dan Ego adalah dua hal yang berbeda. Bila yang kita inginkan adalah ketenangan, kemerdekaan sehingga merasakan kecintaan diri yang hakiki maka hasil itu bisa kita dapat dari Harga Diri.

Namun berbeda halnya bila yang kita inginkan hanyalah hasil akhir semata yakni penghormatan atas diri maka itu bisa kita dapat dari ego tanpa mendapatkan manfaat ketenangan juga kemerdekaan diri.

Baca Juga: Berbahagia dengan Filsafat Stoa 

Seiring berjalanya waktu kita memiliki serta mengembangkan pola pikir yang berbeda, menjadi seorang yang adaptif sangat penting kita terapkan seiring berjalanya waktu pernah di temukan sebuah pepatah dalam akar tradisi Stoikisme bahwa jika seseorang pergi kemapun perlu membawa dua kartu di sakunya yang pertama berbunyi “Aku hanyalah debu” dan yang lain berbunyi “Dunia tercipta hanya untukku”. Rahasianya adalah kita tahu kartu mana yang harus ditarik diwaktu dan tempat yang sesuai.

Kecintaan terhadap diri sendiri merupakan sebuah seni untuk menjaga kesehatan mental kita sebagaimana pentingnya menjaga kesehatan fisik kita, Namun yang perlu kita lakukan adalah memilih dampak buruk yang seminimal mungkin sesuai dengan kemampuan kita. Jadi, bagaimana teman-teman akan mencintai diri sendiri? Apakah dengan Ego atau harga diri?

Tags: Badai CecurhatanStoikisme
Previous Post

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Abdulloh Umar: Momentum Bergerak dan Bersatu

Next Post

Pastikan Kebermanfaatan, Bupati Wahono Sidak Program Gayatri

BERITA MENARIK LAINNYA

Mekanisme Kekerasan Sistematis dalam Tragedi 1965 Jawa Timur
Cecurhatan

Mekanisme Kekerasan Sistematis dalam Tragedi 1965 Jawa Timur

12/01/2026
Sang Penjaga Gawang antara Api Tradisi dan Modernitas
Cecurhatan

Sang Penjaga Gawang antara Api Tradisi dan Modernitas

11/01/2026
Masa Depan yang Sesungguhnya
Cecurhatan

Masa Depan yang Sesungguhnya

10/01/2026

Anyar Nabs

Mekanisme Kekerasan Sistematis dalam Tragedi 1965 Jawa Timur

Mekanisme Kekerasan Sistematis dalam Tragedi 1965 Jawa Timur

12/01/2026
Asem Jawi Pangimbang Jati, Kredo Ekologi dari Bojonegoro

Asem Jawi Pangimbang Jati, Kredo Ekologi dari Bojonegoro

11/01/2026
Sang Penjaga Gawang antara Api Tradisi dan Modernitas

Sang Penjaga Gawang antara Api Tradisi dan Modernitas

11/01/2026
Masa Depan yang Sesungguhnya

Masa Depan yang Sesungguhnya

10/01/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: