Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Filosofi Sa-Sa-Sa Pak Harto: Menyigi Hikmah, Menata Langkah

Alfi Saifullah by Alfi Saifullah
27/06/2025
in Figur
Filosofi Sa-Sa-Sa Pak Harto: Menyigi Hikmah, Menata Langkah

Foto: Filosofi Sa-sa-sa, Pak Harto

Meski telah wafat 17 tahun yang lalu, sosok Presiden RI Ke-2, HM. Soeharto (1921-2008) masih menyisakan banyak kenangan bagi bangsa Indonesia. Bukan saja era kepemimpinannya yang relatif lama―32 Tahun. Atau raut mukanya yang selalu tersenyum sehingga dijuluki The Smiling General.

Tetapi juga filosofi dan kebijaksanaan yang telah ia wariskan. Sebagian dari filosofi itu ditorehkan Pak Harto dalam buku Butir-Butir Budaya Jawa dan Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tidakan Saya, Sebagian ia wariskan kepada orang terdekat―atau ia abadikan dalam bentuk monumen.

Salah satu filosofi Pak Harto adalah Tri-Sa (tiga Sa), Sa-Sa-Sa. Tiga butir Sa itu berbunyi, Sabar Atine (sabar hatinya), Saréh Tumindake (bijaksana dalam bertindak), dan Saleh Pikolahe (saleh dalam).

Filosofi Sa-Sa-Sa oleh Pak Harto, telah diabadikan di salah satu bagian gebyok (dinding) rumahnya di Jl. Cendana No 8. Begitu juga dengan Probosutedjo―adik kandung Pak Harto yang juga pengusaha nasional―juga telah mengabadikan filosofi Sa-Sa-Sa dalam bentuk relief yang ia letakkan di sebelah kiri joglo Museum Memorial HM. Soeharto Yogyakarta.

Filosofi Sa-Sa-Sa juga terpahat jelas di ujung Tugu Soeharto. Sebuah tugu yang berdiri di tepi Sungai Kaligarang, Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang―sebuah tempat yang dipercaya sering digunakan Pak Harto untuk laku tirakat.

Sebagian orang menduga―bahwa Sa-Sa-Sa merupakan akronim dari tiga nama: Soediyat Prawirokoesoemo, Soeharto, dan Sudjono Humardani.

‘Konon’ tiga nama ini merupakan saudara seperguruan di Padepokan Ampel Gading, Jambe Pitu, Cilacap. Nama pertama, R. Soediyat Prawirokoesoemo atau sering dianggil Romo Sudiyat―dalam banyak versi dikenal sebagai guru spiritual Pak Harto.

Sebaliknya Mayjend Sudjono Humardani, salah satu pendiri CSIS (Centre for Strategic and International Studies)―dikenal sebagai orang dekat sekaligus penasihat spiritual Pak Harto. Namun terlepas dari itu semua, Filosofi Sa-Sa-Sa Pak Harto masih relevan untuk dikaji dan diaktualisasikan, terutama di era sekarang.

Inilah sedikit uraian filsosofi Sa-Sa-Sa warisan Presiden Soeharto!

#Sa-Sa-Sa: Antara Moralitas, Kepemimpinan, dan Spritualitas

Sabar Atine. Dalam konteks Jawa, Sabar bukan sekadar menahan amarah. Sabar adalah menunda amarah hingga reda sendiri. “Atine”―hatinya―merupakan pusat dari nalar dan rasa. Seperti dalam hadits Riwayat Muslim dari sahabat Nu’man bin Basyir bahwa hati adalah pusat dari tubuh. Apabila ia baik, maka baiklah semuanya. Jika buruk, maka buruk semuanya.

Dalam banyak fragmen sejarah, Pak Harto bukan tipikal pemimpin yang cepat berbicara ketika merespon sesuatu. Ia kerap diam. Dalam diam itu, kita tahu; ada sesuatu yang dipendam, di saring, dan difikirkan. Kesabaran itu telah menjadi bagian strategi Pak Harto.

Dalam kontek sekarang, filosofi ini menjadi alarm bagi kita semua. Terutama bagi para pemimpin hari ini, yang lebih sibuk membalas komentar di medsos, daripada menyusun strategi jangka panjang. Sabar Atine mengajak kembali ke esensi: bersabar bukan untuk menyerah, tetapi mengatur ulang nafas―mengatur langkah sebelum melompat lebih jauh.

Saréh Tumindake. Bijaksana dalam Tindakan. Secara literal, kata “Saréh” mempunyai arti tenang, pelan-pelan, tidak grusa-grusu (terburu-buru). Namun saréh bukan sekedar tenang atau lamban. Ia menjadi perlawanan terhadap sikap impulsivitas. Saréh mengandung kearifan ritmis: memahami kapan harus bertindak, kapan tidak. Pun bertindak dengan kesadaran penuh, seperti kata Ranggawarsita dalam Serat Kala Tidha, Eling lan Waspada.

Saréh juga mirip dengan wu wei dalam tradisi Taoisme―Semacam ”non action”, bukan berarti pasif, tapi sinkron dengan alam semesta. Di tengah euforia yang digaungkan oleh dunia startup seperti sekarang―dengan semboyan, “go fast or go broke”. Ada banyak jebakan yang membuat kita cenderung lupa, bahwa ketergesaan bisa membawa kita kepada jurang kehancuran. Maka Saréh bisa menjadi ‘penawar’ atas semua itu.

Saléh Pikolahe. Kata “Saléh” disini bukan sekadar ritual. Lebih dalam, lebih eksistensial. Ia adalah manifestasi kesadaran bahwa segala sesuatu adalah amanah, dan setiap amanah akan dimintai pertanggung jawaban. Seperti kata hadits, setiap manusia merupakan pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya.

Filosofi ini mengingatkan―seorang pemimpin tidak boleh melepaskan dirinya dari dimensi spiritual. Menjalankan kepemimpinan dengan dasar moral, sehingga tidak kehilangan arah dalam menghadapi berbagai godaan. Dan kesalehan sejati selalu bersifat membebaskan. Tidak membuat seseorang merasa lebih suci, tetapi lebih rendah hati.

Dus, dunia hari ini butuh lebih banyak pemimpin yang tidak hanya mampu berfikir secara logis, tetapi juga bisa berdoa dalam sunyi, berbuat tanpa harus direkam kamera, dan bersikap jujur bahkan saat tidak diawasi

#Sa-Sa-Sa; Sebuah Jalan Tengah

Kini, ketika menyebut nama Soeharto, kita dihadapkan pada ambiguitas sejarah. Ada yang menyebutnya Bapak Pembangunan, ada juga yang mengingatnya sebagai simbol kediktatoran. Tetapi, sejatinya sejarah bukan tentang pujian atau penolakan. Bukan. Sejarah adalah ruang tafsir. Dan dalam ruang tafsir itu, filosofi Sa-Sa-Sa bisa dijadikan pintu masuk yang bijak.

Mungkin, kita bisa menolak beberapa tindakan politik Pak Harto, tapi tidak berarti menutup mata pada kebijaksanaan yang pernah lahir darinya. Filosofi Sa-Sa-Sa jika dicabut dari konteks kekuasaan, tetap berdiri sebagai panduan hidup yang dalam.

Apa yang diwariskan Pak Harto melalui filosofi Sa-Sa-Sa sejatinya merupakan blueprint kepemimpinan yang memadukan antara budaya Nusantara dan prinsip manajemen modern.

Seperti yang telah dicatat Clifford Geertz dalam The Religion of Java, Masyarakat Jawa memiliki tiga orientasi religius yang telah membentuk karakter sosialnya, Santri, Abangan, dan Priyayi. Sebagai pemimpin, Pak Harto telah berada di titik temu ketiganya; spiritual, simbolik, dan brokrat.

Pada gilirannya, di era digital seperti sekarang―Filosofi Sa-Sa-Sa tetap relevan. Nilai-nilainya bukanlah warisan yang telah usang. Ia bisa menjadi kompas moral yang dapat menuntun setiap orang untuk tetap berpijak pada nilai. Karena tiga nilai warisan Pak Harto―sabar, saréh, saléh―merupakan modal dasar untuk menghadapi dunia yang terus berubah, tanpa harus kehilangan jati diri.

Karena perubahan tanpa nilai bisa menjelma sebagai kehancuran. Sebaliknya, perubahan yang bertumpu pada nilai, akan menjadi transformasi yang bermakna dan berkelanjutan (sustainable). Wallahu A’lam

#Bahan Bacaan:

Mahpudi dkk, 2011, Pak Harto: The Untold Stories, Jakarta; Gramedia Pustaka Utama.

Soeharto, 1987, Butir-Butir Budaya Jawa, Jakarta: Yayasan Purna Bhakti Pertiwi.

Tags: Filosofi Pak HartoMakin Tahu IndonesiaPresiden Soeharto
Previous Post

Raih Dua Medali Emas, Atlet Renang Bojonegoro Tampil Gemilang di Porprov Jatim 2025

Next Post

Pada 2029, Pemilu 5 Kotak Resmi Dihapus

BERITA MENARIK LAINNYA

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia
Figur

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia

26/03/2026
Fazlur Rahman Khan, Sosok di Balik Lahirnya Terminal Haji Jeddah
Figur

Fazlur Rahman Khan, Sosok di Balik Lahirnya Terminal Haji Jeddah

20/03/2026
Bruno Guiderdoni: Keseimbangan Sains, Quran, dan Iman
Figur

Bruno Guiderdoni: Keseimbangan Sains, Quran, dan Iman

18/03/2026

Anyar Nabs

Batu Bara dan Piring Kosong

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

27/04/2026
Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: