Keberadaan Hari Puspa dan Satwa Nasional harusnya menyadarkan pada kita bahwa dua hal itu sangat dekat dengan Bojonegoro.
Hari Cinta Puspa dan Satwa yang diperingati tiap 5 November memang sangat langka di telinga, tapi sangat dinanti dunia. Haha, ini bukan soal cintamu padanya, tapi sebuah hari di mana bunga-bunga diingat di dalam kepala.
Hari Cinta Puspa harusnya diperingati semua orang yang mampu mencintai dan merasakan keindahan, sekaligus mengenal Soekarno sebagai pemimpin yang identik akan cinta dan keindahan.
Nabs, saat denger kata Puspa, mungkin kamu hanya inget lagunya ST12. Tapi, khusus hari ini, kita harus ingat Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Dan Bojonegoro, kini sedang ngebanyakin ruang buat bunga bisa tumbuh dengan indah.
Bougenville tumbuh di sepanjang jalan provinsi yang membelah Bojonegoro, dari Baurno hingga Padangan. Kota Bojonegoro, kota yang dipenuhi bunga pinggir jalan, yang membuat para pengguna jalan berterimakasih karena sudah menghiasi perjalanan dengan bebungaan.
Pemandangan bunga dan kelopak Bougenville yang merekah merah, bikin hati kita adem dan makin betah tinggal di Bojonegoro. Ketika hati gundah di perjalan karena ingat si dia, misalnya, kita bisa tengkok kanan kiri buat mendinginkan suasana.
Ya, soal bunga, Bojonegoro punya Bougenville di pinggir jalan. Meski kadang perawatannya masih kurang maksimal karena pejabatnya lebih mentingin bunga bank daripada bunga tumbuhan. Tapi setidaknya ada lah ya.
Sedang untuk satwa, Kota Bojonegoro juga punya tempat penangkaran Satwa Langka. Apa, nggak tahu? Hah! Yup, di kawasan hutan Kecamatan Malo, Rusa Jawa (Cervus Timorensis) yang langka itu dipelihara.
Tahun lalu sih @pemkab_bjn merencanakan pembangun taman di sana. Tapi nggak tahu juga sih gimana kabarnya. Yang penting kan udah pernah direncanain. Kayak kamu yang berencana serius sama aku, tapi nggak serius-serius sampai saat ini. Huft.
Tempat itu ada, mungkin tujuannya biar masyarakat bisa melihat rusa-rusa langka. Tapi, apapun tujuan atau yang dilakukan di sana, sudah seharusnya mereka (para pengunjung) dibuat nyaman dengan keberadaan rusa langka beserta habitat dan ekosistem yang ada.
Peringatan Hari Cinta Puspa ini ditujukan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional serta untuk menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan manusia.
Nabs, peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional dimulai pertama kali pada 1993 silam. Keputusan tersebut dilandasi Kepres Nomor 4 tahun 1993 dan ditandatangani langsung oleh Presiden RI kedua, Soeharto.
Keberadaan Hari Puspa dan Satwa Nasional, harusnya menyadarkan pada kita bahwa dua hal itu sangat dekat dengan Bojonegoro. Sehingga kita tahu bahwa kita punya banyak khazanah alam untuk disyukuri.
Selamat Hari Cinta Puspa dan Satwa ya, Nabs. Yuk selamatkan dan lestarikan sumber daya hayati dan hadiahkan untuk si dia anak cucu kita nanti. Maka dari itu, pedulilah pada alam dan satwa. Sehingga dengan itu, kita mampu menjaganya.








