Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Ketersinggungan Ideologis dan Kekecewaan yang Melankolis

Fajar Wicaksono by Fajar Wicaksono
12/06/2021
in Cecurhatan
Ketersinggungan Ideologis dan Kekecewaan yang Melankolis

Ketersinggungan adalah perkara wajar, asal dibaca secara bil-ilmi. Agar ia bisa jadi pahit kopi, yang kau puja dalam letih maupun kecewa.

Menjadi seorang terpelajar seperti Gie dengan intelektual yang tak mengkhianati intelektualnya, memang pilihan berat. Seberat memilih dirinya atau dirimu di saat bersamaan, Deq.

Gie sempat kecewa dengan teman temannya yang mengkritik dan mengutuk Soekarno yang diduga melenceng, namun pada akhirnya mereka sendiri yang berpihak demi keuntungan, lupa akan visi misi ke-intelektualanya.

Gie juga mengatakan “Hanya ada 2 pilihan, menjadi apatis atau mengikuti arus. Tetapi aku memilih untuk jadi manusia merdeka”. Kaum terpelajar tetap bisa memegang dan mengeruk keintelektualanya, menjadi seorang yang tak lupa dengan eksistensinya sebagai mahasiswa.

Intelektual yang tak dimanfaatkan orang lain, Oleh sebab itu ia memilih untuk menjadi seorang yang merdeka tanpa dimanfaatkan siapapun, tak seperti siklus seorang agent of change yang mengkritik lalu mencari keuntungan, seolah menjual mulut.

Hal itu juga berkesinambungan seperti yang dikatakan Pram, “seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam tindakan”.

Mulailah adil dari rumahmu, ketika kau beranjak pergi menikmati kopi, apakah piring piring kotor di dapur sudah kau cuci? Atau kau sudah membantu ibumu hari ini?

Benar kata Tan, “Idealisme adalah suatu kemewahan terakhir yang dimiliki anak muda”, idealisme yang lahir dari ruang dialektika dalam proses intelektualnya harus mampu menjadi suatu hal yang adil dan mampu menjadi manusia normal dan merdeka seperti kata Gie.

Jika kau telah memilih untuk mengikuti arus, pola fikir yang telah dicuci membuatmu semakin terbawa arus, kau hanya akan kebingungan untuk memilih jalan, kau hanya akan merasa rendah karena terseret dan secara langsung dimanfaatkan. (Kaum kebingungan di persimpangan jalan).

Sebenarnya kita telah merdeka menjadi diri sendiri, tapi mereka yang mengikuti arus menilai kita sebagai manusia yang terbatasi, ada yang tak sadar jika mereka dimanfaatkan, omonganya sungguh mengkhianati pemikirannya

Beberapa kaum terpelajar dengan dinamika yang sehat telah sadar, membuat dirinya terikat dalam suatu ikatan, menjual omonganya demi rantai senioritas adalah suatu yang yang mengkhianati dirinya sendiri.

Mereka yang menjadi apatis juga begitu, seolah melepas eksistensinya sebagai seorang mahasiswa yang membawa perubahan, mereka yang mengikuti arus juga menilainya sebagai manusia yang tak peka dengan sosial, padahal mereka hanya mencari keuntungan, mereka yang apatis hanya memilih membisu, mereka yang merdeka akan menemui filosofi kehidupanya dengan kaki tangannya sendiri

Jangan berharap mendapatkan apa yang kau inginkan jika membatasi kebebasan sendiri, tak seharusnya mengikuti arus untuk mengikuti apa itu hidup dan segala dinamikanya, carilah jalan sendiri.

Selamat malam, semoga kau menjadi seorang yang merdeka, tak apatis dan tak mengikuti arus.

Ketersinggungan adalah suatu hal yang wajar tapi kepercayaan harus ditanamkan sejak dini, ibarat kopi yang selalu kau puja dalam letih dan kecewa, ia selalu terdefinisikan yang berbeda bagi sejuta penikmatnya.

Kita berharap kemerdekaan bagi setiap insan, suatu kedaulatan negara bagi bangsanya, tapi bagian kecil bangsa itu sendiri memilih untuk membatasi dirinya sendiri, mengapa harus menjual kemewahan dirimu sendiri bagi keuntungan orang-orang di atasmu?

Tags: GieIdealismePramTan
Previous Post

Angka Delapan dan Filosofi Receh Tentangnya

Next Post

Berikut Ini Kaleidoskop BEM Unisma 2020-2021

BERITA MENARIK LAINNYA

Piala Dunia 2026 dan Para Bohemian Lapangan
Cecurhatan

Piala Dunia 2026 dan Para Bohemian Lapangan

09/07/2026
Menata Tanah, Menata Kesadaran: Filosofi Pacul ala Sunan Kalijaga
Cecurhatan

Menata Tanah, Menata Kesadaran: Filosofi Pacul ala Sunan Kalijaga

07/07/2026
Haul Ki Andong Sari ke-244: Ledok Kulon Kukuhkan Warisan Budaya Lewat Kirab dan Buku Historiografi
Cecurhatan

Haul Ki Andong Sari ke-244: Ledok Kulon Kukuhkan Warisan Budaya Lewat Kirab dan Buku Historiografi

06/07/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

NUTASIMPHONY Vol. 2 Meriahkan Dies Natalis ke-9 UKM Musik NU-Tasi UNUGIRI, Perkuat Kolaborasi Musisi Kampus Jawa Timur

NUTASIMPHONY Vol. 2 Meriahkan Dies Natalis ke-9 UKM Musik NU-Tasi UNUGIRI, Perkuat Kolaborasi Musisi Kampus Jawa Timur

12/07/2026
Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional

Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional

11/07/2026
Noyvich Manuscript: Di Antara Tumbuhan Asing, Rasi Bintang dan Bahasa yang Hilang (Bagian III)

Noyvich Manuscript: Di Antara Tumbuhan Asing, Rasi Bintang dan Bahasa yang Hilang (Bagian III)

10/07/2026
Piala Dunia 2026 dan Para Bohemian Lapangan

Piala Dunia 2026 dan Para Bohemian Lapangan

09/07/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: