Kuliah Kerja Nyata (KKN) 18 Universitas Bojonegoro (UNIGORO) secara resmi menyerahkan buku panduan tour guide dan buku anak-anak edukatif kepada Kepala Desa Sendangharjo, perwakilan dari Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbupar), serta juru kunci wisata Kayangan Api. Acara serah terima ini dilaksanakan pada hari Kamis, 14 Agustus 2025, di Balai Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.
Penyerahan buku ini merupakan hasil karya mahasiswa UNIGORO yang tergabung dalam KKN 18 sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan potensi wisata dan pendidikan di Desa Sendangharjo, khususnya di kawasan wisata Kayangan Api yang menjadi ikon wisata alam dan budaya Bojonegoro.
Buku panduan tour guide dirancang untuk membantu para pemandu wisata lokal dalam memberikan informasi yang edukatif, menarik, dan mudah dipahami oleh wisatawan. Sementara itu, buku anak-anak berisi materi edukasi yang dikemas secara ringan dan menarik guna meningkatkan minat baca serta pemahaman anak-anak terhadap potensi budaya dan alam di sekitar mereka.
Koordinasi KKN 18 UNIGORO dalam sambutannya hadirnya buku ini bisa bermanfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat desa, dan mendukung kegiatan pariwisati di Kayangan Api.
“Kami berharap buku ini bisa menjadi kenangan yang bermanfaat bagi desa dan mendukung kegiatan wisata di Kayangan Api ke depannya,” ujarnya.
Kepala Desa Sendangharjo, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sumbangsih para mahasiswa. Kami sangat mengapresiasi upaya dari mahasiswa UNIGORO. Buku-buku ini tidak hanya akan kenang-kenangan dan tentu bermanfaat ke depan.
“Buku ini semoga bisa menjadi edukasi bagi masyarakat dan terlebih para pengunjung yang ada di Kayangan Api,” ujarnya
Dengan adanya penyerahan ini, diharapkan sinergi antara dunia akademik dan masyarakat terus terjalin, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya dalam sektor pariwisata dan pendidikan.
Penyerahan buku ini menjadi penutup rangkaian kegiatan KKN 18 UNIGORO yang telah berlangsung selama satu bulan. Melalui program ini, para mahasiswa berharap dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat dan pelestarian budaya lokal.








