Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (UNIGORO) kelompok 18 yang ditempatkan di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, tengah melaksanakan program unggulan berupa penyusunan buku panduan tour guide dan buku edukasi anak-anak mengenai destinasi wisata lokal Kayangan Api.
Program ini merupakan bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi wisata desa. Kayangan Api, yang dikenal sebagai api abadi dan menjadi ikon wisata Bojonegoro, dipilih sebagai fokus utama dalam penyusunan dua jenis buku yang berbeda sasaran — satu untuk pemandu wisata (tour guide), dan satu lagi untuk edukasi anak-anak.
Ketua Kelompok KKN-TK 18, M Qafid Jalaludin , menjelaskan bahwa penyusunan buku ini dilatarbelakangi oleh kurangnya media informasi yang menarik dan edukatif tentang Kayangan Api, terutama yang dapat digunakan oleh pemandu wisata dan anak-anak sebagai sarana belajar.
“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang berkelanjutan di desa ini. Dengan adanya buku panduan dan buku anak, diharapkan para pemandu wisata memiliki acuan yang profesional, dan anak-anak desa bisa belajar mengenai potensi lokalnya sejak dini dengan cara yang menyenangkan,” ungkapnya.
Proses pembuatan buku ini melibatkan riset lapangan yang bertujuan untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata desa serta meningkatkan literasi lokal melalui media cetak yang informatif dan edukatif. Dalam proses penyusunan buku panduan untuk tour guide, mahasiswa tidak bekerja sendiri.
Mereka menggandeng berbagai pihak penting, termasuk tokoh masyarakat, juru kunci Kayangan Api, serta Bapak Kamituwo selaku perwakilan pemerintahan desa. konsultasi dengan dosen pembimbing dan perangkat desa. Buku panduan tour guide memuat sejarah Kayangan Api, rute wisata, etika pelayanan wisatawan, serta tips menjadi pemandu wisata yang baik. Sementara itu, buku anak-anak disusun dalam bentuk cerita bergambar yang menarik dan dilengkapi dengan ilustrasi khas lokal.
Kepala Desa Sendangharjo, Bapak Yus Karianto menyambut baik inisiatif ini. Kami pemdes sangat mengapresiasi kegiatan ini, sebab dengan adanya buku ini bisa manjadi edukasi bagi wisatawan.
“Kami sangat mengapresiasi usaha mahasiswa KKN UNIGORO. Buku ini bisa menjadi salah satu alat promosi wisata desa dan juga media edukasi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak kami,” ujarnya.
Diharapkan, kedua buku ini dapat segera dicetak dan diserahkan secara simbolis kepada pihak desa dan pengelola wisata Kayangan Api menjelang berakhirnya masa KKN. Ke depan, buku-buku ini diharapkan mampu menjadi salah satu upaya peningkatan kualitas layanan wisata sekaligus penanaman nilai-nilai lokal kepada generasi muda.








